"Normalisasi Ciliwung Selama Baik Buat Warga, Kami Dukung"

Kompas.com - 08/12/2018, 22:08 WIB
Tiga buah rumah tampak miring akibat tanah yang ambles di bantaran Kali Anak Ciliwung, Senin (19/11/2018). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DTiga buah rumah tampak miring akibat tanah yang ambles di bantaran Kali Anak Ciliwung, Senin (19/11/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Upaya normalisasi Sungai Ciliwung yang selama ini dilakukan pemerintah didukung oleh sejumlah komunitas peduli Ciliwung. Edy dari Sahabat Sungai menilai normalisasi bakal menguntungkan warga.

"Kita kalau dari komunitas untuk program pemerintah selama baik buat warga, kita dukung," kata Edy ditemui di bantaran Sungai Ciliwung di RT 004 RW 005 Balekambang, Condet, Jakarta Timur, Sabtu (8/12/2018).

Menurut Edy, normalisasi dapat mengembalikan sungai dengan lebar aslinya. Area hijau yang kini banyak diokupasi warga, bisa menjadi ruang yang dimanfaatkan warga.

"Normalisasi justru membantu kita, areal jadi makin luas, enggak ada lagi bangunan, yang buang limbah sembarangan berkurang, justru kita sangat senang ketika normalisasi berjalan untuk penghijauan," ujar Edy.


Baca juga: Pemprov DKI Didorong Bebaskan Lahan untuk Normalisasi Ciliwung

Edy menyampaikan, ia mendukung penataan pemerintah Sungai Ciliwung. Sebab ia dan rekan-rekannya yang juga pemerhati Ciliwung memiliki impian membangun pariwisata di Ciliwung.

"Kita akan membangun wisata sungai yang terintegrasi dari hulu sampai hilir. Ada pusat kerajinan ondel-ondel dari plastik," kata Edy.

Sementara itu Samsul dari Komunitas Pecinta Ciliwung (KPC) Jawara Peci berharap jika normalisasi dilanjutkan hingga ke Condet, pemerintah tak merusak ekosistem yang asli.

"Kita kepengin keaslian, kelestarian dan bentuknya agar dijaga, dirawat," ujar Samsul.

Samsul berharap normalisasi tetap bisa menjaga keasrian Ciliwung. Ia ingin anak-anak bisa kembali bermain di sungai dan mengenal alam.

"Biarlah anak-anak renang di sungai, naik perahu menyusuri sungai," kata Samsul.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siswa Tewas Lompat dari Lantai 4 Sekolah, Menteri PPPA: Alarm bagi Kita Semua

Siswa Tewas Lompat dari Lantai 4 Sekolah, Menteri PPPA: Alarm bagi Kita Semua

Megapolitan
Atap Bocor Saat Hujan, Siswa SDN Samudrajaya 04 Kerap Dipulangkan

Atap Bocor Saat Hujan, Siswa SDN Samudrajaya 04 Kerap Dipulangkan

Megapolitan
Pengeras Suara Peringatan Dini Banjir di Kampung Melayu Tak Berfungsi Sejak 2017

Pengeras Suara Peringatan Dini Banjir di Kampung Melayu Tak Berfungsi Sejak 2017

Megapolitan
Seorang Pemuda Tewas Ditabrak Kereta di Bekasi

Seorang Pemuda Tewas Ditabrak Kereta di Bekasi

Megapolitan
BERITA FOTO: Kerusakan Bangunan SDN Samudrajaya 04 Bekasi

BERITA FOTO: Kerusakan Bangunan SDN Samudrajaya 04 Bekasi

Berita Foto
Pemkot Depok Gratiskan Biaya Perawatan Korban Kecelakaan Bus di Subang

Pemkot Depok Gratiskan Biaya Perawatan Korban Kecelakaan Bus di Subang

Megapolitan
RS Universitas Indonesia Rawat 33 Korban Kecelakaan Bus di Subang

RS Universitas Indonesia Rawat 33 Korban Kecelakaan Bus di Subang

Megapolitan
RSUD Depok Rawat 13 Korban Kecelakaan Bus di Subang

RSUD Depok Rawat 13 Korban Kecelakaan Bus di Subang

Megapolitan
Siswa SDN Samudrajaya 04 Bekasi Buat Video Minta Sekolahnya Diperbaiki

Siswa SDN Samudrajaya 04 Bekasi Buat Video Minta Sekolahnya Diperbaiki

Megapolitan
Soal Kecelakaan Bus di Tanjakan Emen Subang, YLKI: Uji Kir Sekadar Formalitas

Soal Kecelakaan Bus di Tanjakan Emen Subang, YLKI: Uji Kir Sekadar Formalitas

Megapolitan
Tertangkap Saat Kabur, Pembobol ATM Dikeroyok Warga di Bekasi

Tertangkap Saat Kabur, Pembobol ATM Dikeroyok Warga di Bekasi

Megapolitan
Sampah Jadi Penyebab Banjir di Jakarta Selatan

Sampah Jadi Penyebab Banjir di Jakarta Selatan

Megapolitan
Pemkot Depok Beri Santunan Korban Meninggal Kecelakaan Bus di Subang

Pemkot Depok Beri Santunan Korban Meninggal Kecelakaan Bus di Subang

Megapolitan
Ada Kebocoran Pipa, Sejumlah Wilayah Jakarta Gangguan Suplai Air Bersih Palyja

Ada Kebocoran Pipa, Sejumlah Wilayah Jakarta Gangguan Suplai Air Bersih Palyja

Megapolitan
YLKI Minta Penyebab Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang Segera Diusut

YLKI Minta Penyebab Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang Segera Diusut

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X