ICW Ajak Pengunjung CFD Cek Rekam Jejak Capres hingga Caleg Sebelum Memilih

Kompas.com - 09/12/2018, 15:45 WIB
Indonesia Corruption Watch (ICW) menggelar aksi di kawasan car free day (CFD) di Jalan Sudirman-Thamrin pada Minggu (9/12/2018) pagi. Kompas.com/SHERLY PUSPITAIndonesia Corruption Watch (ICW) menggelar aksi di kawasan car free day (CFD) di Jalan Sudirman-Thamrin pada Minggu (9/12/2018) pagi.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah orang yang tergabung dalam organisasi Indonesia Corruption Watch ( ICW) menggelar aksi di kawasan car free day ( CFD) di Jalan Sudirman-Thamrin pada Minggu (9/12/2018) pagi.

Salah satu anggota ICW Almas Sjafrina mengatakan, aksi ini bertujuan untuk mengajak para pengunjung CFD selektif dalam memilih calon legislatif dan presiden nantinya.

"Aksi ini juga dalam rangka memperingati hari korupsi sedunia tahun 2018. Kami sengaja memilih tema besar "Cek Sebelum Memilih" karena sekarang kan akan memasuki tahun politik 2019 kita akan memilih presiden dan legislatif," papar Almas, Minggu.

"Jadi tadi sekedar aksi untuk mengajak masyarakat aktif mengecek lagi track record calon anggota legislatif dan presiden yang akan mereka pilih," lanjutnya.

Baca juga: KPK Diharap Perkuat Pencegahan Korupsi di Sektor Konstruksi

Almas mengatakan, aksi diisi dengan orasi dari anggota ICW, mahasiswa Universitas Indonesia (UI), dan dari sekolah antikorupsi.

Mereka membawa berbagai macam alat peraga. Sejumlah peserta juga mengenakan rompi oranye sebagai simbol pejabat yang korupsi.

"Aksi ini lebih menitikberatkan bahwa masih banyak caleg yang punya rekam jejak buruk dalam korupsi. Misalnya mereka mantan napi koropsi atau yang sekarang sudah punya status hukum sebagai tersangka kasus korupsi," tuturnya.

Almas menambahkan, nantinya ICW akan merilis nama-nama calon legislatif yang memilliki rapor merah di website resmi ICW.

Ia berharap, dengan aksi ini, akan lebih banyak masyarakat yang tertarik untuk menelusuri rekam jejak calon wakil rakyatnya sebelum menentukan pilihan.

"Kan di car free day yang datang itu dari banyak latar belakang. Jadi untuk tarik perhatian mereka dan menyadarkan mereka bahwa peran masyarakat enggak hanya memilih, tapi juga harus benar-benar paham siapa calon yang akan mereka pilih," sebutnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pimpinan DPRD DKI: Anggota Dewan Minta Keluarga Ikut Divaksin Covid-19

Pimpinan DPRD DKI: Anggota Dewan Minta Keluarga Ikut Divaksin Covid-19

Megapolitan
Wagub DKI Bersyukur Jakarta Keluar dari Zona Merah

Wagub DKI Bersyukur Jakarta Keluar dari Zona Merah

Megapolitan
Mimpi Ibu Guru Siti Noorzanah, Bisa Mengajar Tatap Muka Sebelum Pensiun

Mimpi Ibu Guru Siti Noorzanah, Bisa Mengajar Tatap Muka Sebelum Pensiun

Megapolitan
Pemprov DKI Tolak Permintaan Vaksinasi Covid-19 untuk Keluarga Anggota DPRD

Pemprov DKI Tolak Permintaan Vaksinasi Covid-19 untuk Keluarga Anggota DPRD

Megapolitan
Mantan Anak Buah Mengaku Pernah Diperintah John Kei Tagih Rp 1 Miliar ke Nus Kei

Mantan Anak Buah Mengaku Pernah Diperintah John Kei Tagih Rp 1 Miliar ke Nus Kei

Megapolitan
Ketika Keluarga Anggota DPRD DKI Jakarta Turut Masuk Vaksinasi Tahap 2 saat Vaksin Covid-19 Masih Terbatas...

Ketika Keluarga Anggota DPRD DKI Jakarta Turut Masuk Vaksinasi Tahap 2 saat Vaksin Covid-19 Masih Terbatas...

Megapolitan
Wagub DKI: Penjualan Saham Perusahaan Bir Pemenuhan Janji Anies

Wagub DKI: Penjualan Saham Perusahaan Bir Pemenuhan Janji Anies

Megapolitan
Anggota Polisi yang Dibacok Geng Motor Sempat Kejar-kejaran dengan Pelaku

Anggota Polisi yang Dibacok Geng Motor Sempat Kejar-kejaran dengan Pelaku

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Kota Bekasi Melandai, tapi Belum Signifikan

Kasus Covid-19 di Kota Bekasi Melandai, tapi Belum Signifikan

Megapolitan
15 Rumah di Cakung Terbakar, 75 Jiwa Mengungsi

15 Rumah di Cakung Terbakar, 75 Jiwa Mengungsi

Megapolitan
Mantan Anak Buah John Kei Mengaku Pernah Diperintah Bunuh Nus Kei

Mantan Anak Buah John Kei Mengaku Pernah Diperintah Bunuh Nus Kei

Megapolitan
Tembok Pembatas Kali Krukut di Plaza Bisnis Kemang Jebol, Sudin SDA Tangani dengan Bronjong

Tembok Pembatas Kali Krukut di Plaza Bisnis Kemang Jebol, Sudin SDA Tangani dengan Bronjong

Megapolitan
GPBSI Sebut Vaksin Covid-19 Bisa Bikin Masyarakat Kembali Nonton di Bioskop

GPBSI Sebut Vaksin Covid-19 Bisa Bikin Masyarakat Kembali Nonton di Bioskop

Megapolitan
Tembok Plaza Bisnis Kemang Jebol, Sudin SDA Jaksel Sementara Bangun Bronjong Berkawat

Tembok Plaza Bisnis Kemang Jebol, Sudin SDA Jaksel Sementara Bangun Bronjong Berkawat

Megapolitan
Harga Cabai Rawit Merah di Kota Tangerang Capai Rp 130.000 per Kg

Harga Cabai Rawit Merah di Kota Tangerang Capai Rp 130.000 per Kg

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X