DKI Dapat Penghargaan dari Kemendikbud karena Nama Jak Lingko dan MRT

Kompas.com - 10/12/2018, 15:19 WIB
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerima penghargaan Reksa Bahasa dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Senin (12/10/2018). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerima langsung penghargaan tersebut. KOMPAS.com/NURSITA SARIPemerintah Provinsi DKI Jakarta menerima penghargaan Reksa Bahasa dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Senin (12/10/2018). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerima langsung penghargaan tersebut.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerima penghargaan Reksa Bahasa dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Senin (12/10/2018).

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Dadang Sunendar mengatakan, penghargaan diberikan karena Pemprov DKI memberi nama Jak Lingko dan moda raya terpadu (MRT) yang diambil dari bahasa Indonesia.

"Pertama, penetapan nama MRT dalam bahasa Inggris menjadi moda raya terpadu. Kedua, buah pikir langsung Pak Gubernur dan jajaran akan terhubung jaringan transportasi di Jakarta yang diberi nama Jak Lingko," kata Dadang di Kantor Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin.

Baca juga: Transportasi Laut Akan Terintegrasi dengan Jak Lingko

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menerima langsung penghargaan tersebut berterima kasih atas penghargaan yang diberikan Kemendikbud.

Anies juga menyinggung soal penamaan program integrasi antar-moda bernama Jak Lingko. Lingko merupakan kosakata baru dalam bahasa Indonesia.

"Maknanya (Lingko) adalah sistem pengairan yang terintegrasi, pengairan yang tidak linear, pengairan yang bisa menjangkau semuanya. Itulah semangat yang ingin ditularkan ke dalam sistem integrasi transportasi di DKI," kata Anies.

Baca juga: Nama OK Otrip Diubah Jadi Jak Lingko

Menurut Anies, penghargaan yang diberikan Kemendikbud menjadi motivasi bagi Pemprov DKI Jakarta untuk selalu menggunakan bahasa Indonesia.

Pemprov DKI juga ingin mengembangkan bahasa Indonesia.

"DKI siap dijadikan tempat untuk mempromosikan terobosan-terobosan bahasa. Terima kasih penghargaan ini, insya Allah menjadi motivasi bagi semuanya," ucap Anies.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Hendak Maling, Seorang Pria Ditangkap Warga di Lapangan Sangego

Diduga Hendak Maling, Seorang Pria Ditangkap Warga di Lapangan Sangego

Megapolitan
Ruang Panel Listrik Terbakar, Aliran Listrik Mal Pluit Junction Dipadamkan Sementara

Ruang Panel Listrik Terbakar, Aliran Listrik Mal Pluit Junction Dipadamkan Sementara

Megapolitan
Seorang Korban Pesawat Sriwijaya Air Berhasil Teridentifikasi Lewat DNA di Sikat Gigi

Seorang Korban Pesawat Sriwijaya Air Berhasil Teridentifikasi Lewat DNA di Sikat Gigi

Megapolitan
Pemprov DKI Siapkan 21 RS Rujukan Pasien Kasus Pascavaksinasi Covid-19, Ini Daftarnya...

Pemprov DKI Siapkan 21 RS Rujukan Pasien Kasus Pascavaksinasi Covid-19, Ini Daftarnya...

Megapolitan
UPDATE Sriwijaya Air 17 Januari: 3 Jenazah yang Teridentifikasi Diserahkan ke Keluarga

UPDATE Sriwijaya Air 17 Januari: 3 Jenazah yang Teridentifikasi Diserahkan ke Keluarga

Megapolitan
UPDATE 17 Januari: Muncul 63 Kasus Baru, Total Kasus Covid-19 ada 5.168 Kasus di Kota Tangerang

UPDATE 17 Januari: Muncul 63 Kasus Baru, Total Kasus Covid-19 ada 5.168 Kasus di Kota Tangerang

Megapolitan
Penyelam Berburu Petunjuk Korban Sriwijaya Air: Dari Rosario, Cincin, Dompet, hingga Ponsel

Penyelam Berburu Petunjuk Korban Sriwijaya Air: Dari Rosario, Cincin, Dompet, hingga Ponsel

Megapolitan
Seluruh Kelurahan di Jakarta Miliki Kasus Aktif Covid-19, Tertinggi di Tugu Utara

Seluruh Kelurahan di Jakarta Miliki Kasus Aktif Covid-19, Tertinggi di Tugu Utara

Megapolitan
Satpol PP DKI Catat 1.056 Pelanggaran PSBB Saat Akhir Pekan

Satpol PP DKI Catat 1.056 Pelanggaran PSBB Saat Akhir Pekan

Megapolitan
UPDATE 17 Januari: Bertambah 3.395 Kasus, Covid-19 di Jakarta Kini 227.365

UPDATE 17 Januari: Bertambah 3.395 Kasus, Covid-19 di Jakarta Kini 227.365

Megapolitan
Kisah Penggali Kubur Jenazah Covid-19, Antara Rasa Khawatir dan Dedikasi Kerja

Kisah Penggali Kubur Jenazah Covid-19, Antara Rasa Khawatir dan Dedikasi Kerja

Megapolitan
Kematian Akibat Covid-19 di Jakarta Meningkat, Diduga Akibat Nakes yang Mulai Kelelahan

Kematian Akibat Covid-19 di Jakarta Meningkat, Diduga Akibat Nakes yang Mulai Kelelahan

Megapolitan
Lokasi Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di TPU Srengseng Sawah Segera Penuh

Lokasi Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di TPU Srengseng Sawah Segera Penuh

Megapolitan
Kekurangan Personil, Jadi Alasan Pelaku Usaha Masih Melanggar PPKM di Kecamatan Cipondoh

Kekurangan Personil, Jadi Alasan Pelaku Usaha Masih Melanggar PPKM di Kecamatan Cipondoh

Megapolitan
Kisah Para Pahlawan Dibalik Evakuasi Sriwijaya Air SJ 182. . .

Kisah Para Pahlawan Dibalik Evakuasi Sriwijaya Air SJ 182. . .

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X