Kompas.com - 11/12/2018, 10:19 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengajak wartawan Balai Kota menjajal moda raya terpadu (MRT), Senin (10/12/2018). KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengajak wartawan Balai Kota menjajal moda raya terpadu (MRT), Senin (10/12/2018).

Warnanya biru seperti eksterior kereta. Ada tujuh tempat duduk di tiap deret. Satu rangkaian paling banyak memuat 50 kursi. Kursinya juga dipasang melayang dengan ruang di bawah sehingga penumpang bisa menaruh barangnya di bawah.


3. Dudukan tas

Di KRL commuter line, tiap atas deretan kursi ada rak besi untuk menaruh tas dan bawaan penumpang. Hal ini tidak akan ada di kereta MRT.

Tempat menaruh tas hanya ada di ujung depan dan belakang tiap rangkaian kereta. Tepatnya di atas bangku prioritas yang hanya tiga kursi setiap deretnya.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, waktu tempuh yang begitu singkat membuat pihaknya merasa tak perlu memasang dudukan untuk tas.

"Kalau jarak panjang orang harus taruh itu ya perlu. Tapi kemarin memang karena cuma 30 menit enggak perlu tas besar kan. Dan dalam kereta kita minta penumpang tasnya ditaruh di bawah," kata William.

4. Penutup kaca

Kaca di kereta MRT dibuat polos tanpa tirai atau layar. Ini tentu berbeda dengan KRL commuter line yang dipasangi layar yang bisa ditarik di siang hari ketika matahari terik.

Tidak adanya layar seharusnya tak menjadi masalah. Sebab, separuh perjalanan yakni dari Bundaran HI ke Bundaran Senayan, kereta berada di bawah tanah yang minim cahaya. Kereta baru mendapat cahaya ketika naik ke rel layang di Jalan Sisingamangaraja, Kebayoran Baru

5. Interkom

Fitur keamanan di kereta commuter line dengan MRT agak berbeda. Jika di commuter line kita hanya akrab dengan pembuka pintu manual di bawah tempat duduk, di kereta MRT ada pilihan darurat lain.

Tuas pembuka pintu di MRT diletakkan di bagian atas dekat pintu. Selain itu, di atas tempat duduk prioritas ada interkom. Cara kerjanya kurang lebih sama seperti di lift. Ada tombol emergency yang bisa ditekan, kemudian penumpang bisa berbicara dengan masinis secara bergantian.

Untuk kaca, kaca kereta MRT Jakarta sama seperti KRL commuter line. Keduanya bisa ditarik ke bawah dalam keadaan darurat.

Berikut video saat menjajal MRT dari Bundaran HI ke Lebak Bulus.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kesabaran Siti Hajar di Balik Ratusan Ribu Angka Kasus Covid-19 Jakarta

Kesabaran Siti Hajar di Balik Ratusan Ribu Angka Kasus Covid-19 Jakarta

Megapolitan
Syarat Naik Kereta Belum Diperketat Sesuai Aturan Addendum Satgas Covid-19

Syarat Naik Kereta Belum Diperketat Sesuai Aturan Addendum Satgas Covid-19

Megapolitan
UPDATE 23 April: RS Wisma Atlet Kemayoran Rawat 1.579 Orang

UPDATE 23 April: RS Wisma Atlet Kemayoran Rawat 1.579 Orang

Megapolitan
Rika Andiarti, Penerus Semangat Kartini yang Bergelut di Dunia Penerbangan dan Antariksa

Rika Andiarti, Penerus Semangat Kartini yang Bergelut di Dunia Penerbangan dan Antariksa

Megapolitan
Kasus Sekuriti Tusuk PSK di Apartemen Ciputat: Mulanya Pelaku Tak Mampu Bayar Jasa Kencan

Kasus Sekuriti Tusuk PSK di Apartemen Ciputat: Mulanya Pelaku Tak Mampu Bayar Jasa Kencan

Megapolitan
Pembacokan Pria di Kalideres Bermula dari Pertandingan Futsal

Pembacokan Pria di Kalideres Bermula dari Pertandingan Futsal

Megapolitan
Gelapkan Dana BOS Rp 7,8 Miliar, Mantan Kepsek SMKN 53 Jadi Tersangka

Gelapkan Dana BOS Rp 7,8 Miliar, Mantan Kepsek SMKN 53 Jadi Tersangka

Megapolitan
Beragam Cerita Pengendara Motor Masuk Tol, dari Ikut Penunjuk Arah hingga Mabuk

Beragam Cerita Pengendara Motor Masuk Tol, dari Ikut Penunjuk Arah hingga Mabuk

Megapolitan
Pengakuan Dokter Kevin Samuel soal Konten TikTok Kontroversial dan Sanksi dari IDI

Pengakuan Dokter Kevin Samuel soal Konten TikTok Kontroversial dan Sanksi dari IDI

Megapolitan
Beragam Pengetatan Aturan Keluar Masuk Jakarta Jelang dan Usai Lebaran

Beragam Pengetatan Aturan Keluar Masuk Jakarta Jelang dan Usai Lebaran

Megapolitan
Warga Johar Baru Sering Tawuran, Jembatan 'Disalahkan' dan Harus Ditutup

Warga Johar Baru Sering Tawuran, Jembatan "Disalahkan" dan Harus Ditutup

Megapolitan
Lokasi dan Biaya Tes Genose C19 di Jakarta sebagai Syarat Perjalanan Selama Larangan Mudik

Lokasi dan Biaya Tes Genose C19 di Jakarta sebagai Syarat Perjalanan Selama Larangan Mudik

Megapolitan
[Update 22 April]: Kasus Covid-19 Kota Tangerang Bertambah 23 Pasien

[Update 22 April]: Kasus Covid-19 Kota Tangerang Bertambah 23 Pasien

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Saat Mako Brimob Diserbu Tahanan Teroris: 5 Polisi dan 1 Napi Tewas

[POPULER JABODETABEK] Saat Mako Brimob Diserbu Tahanan Teroris: 5 Polisi dan 1 Napi Tewas

Megapolitan
Kabupaten Bekasi Catat 35 Kasus Baru Covid-19, Kamis Kemarin

Kabupaten Bekasi Catat 35 Kasus Baru Covid-19, Kamis Kemarin

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X