Tanggapan PT Transjakarta tentang Diskresi Polisi untuk "Busway"

Kompas.com - 11/12/2018, 18:24 WIB
Direktur Operasional PT Transjakarta Daud Joseph di Halte Harmoni, Jakarta Pusat, Kamis (14/9/2017). KOMPAS.com/NURSITA SARIDirektur Operasional PT Transjakarta Daud Joseph di Halte Harmoni, Jakarta Pusat, Kamis (14/9/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Operasional PT Transjakarta Daud Joseph tak mempermasalahkan diskresi polisi yang membuat busway tidak steril. 

Menurut dia, bus transjakarta juga membutuhkan diskresi tersebut. Sebab, ada beberapa transjakarta yang melintasi jalan biasa dan tidak melewati busway.

"Kalau kondisinya macet total dan polisi enggak masukin (kendaraan lain) ke jalur, maka bus transjakarta juga akan tertahan," ujar Daud saat ditemui di Jakarta Pusat, Selasa (11/12/2018).

Baca juga: Transjakarta Luncurkan Mikrobus Jurusan Tanah Abang- Jalan Tawakal

Selain itu, lanjut dia, tidak semua jalur transjakarta dilengkapi movable concrete barrier (MCB) atau separator.

Ia mencontohkan koridor 7 yang melintasi Cililitan dan Pasar Rebo.

Tidak ada separator di jalur tersebut. Sehingga, jalur transjakarta tak selalu bisa steril dan membuat bus berbaur dengan kendaraan lain.

Baca juga: Bus Dicoret-coret, PT Transjakarta Ajak Jakmania Bersih-bersih

Dalam kondisi itu, diskresi polisi dibutuhkan untuk membantu mensterilkan jalur.

"Itu sebabnya, diskresi in some way bermanfaat juga," kata Daud.

Meski demikian, pihaknya meminta kepolisian sebisa mungkin tidak memasukkan kendaraan selain transjakarta ke dalam busway.

Baca juga: Bus Transjakarta Dicoret, Anies Bilang Vandalisme Tak Bisa Dibiarkan

"Jadi memang kami enggak senang (kendaraan lain) dimasukin (busway), tetapi ada pertimbangan khusus yang dimiliki kepolisian," ujar dia.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan pengamanan jalur transjakarta harus diperketat usai ia mendengar keluhan penumpang di transjakarta koridor 5C rute Harmoni-PGC 1, Senin (3/12/2018).

Anies melihat banyak motor, mobil, hingga metromini menerobos jalur transjakarta di Jalan Otto Iskandardinata, Jakarta Timur.

Baca juga: Vandalisme Usai Liga 1 2018, Bus Transjakarta Dicoret JKT DAY

"Harus ada penjaga yang memang menutup (sterilisasi busway). Di kita ini enggak cukup hanya dengan rambu-rambu. Pada kenyataannya, mayoritas belum taat hukum, baru taat penegak hukum," kata Anies.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 25 Oktober: Tangsel Zona Merah, Kota Tangerang Zona Oranye

UPDATE 25 Oktober: Tangsel Zona Merah, Kota Tangerang Zona Oranye

Megapolitan
Tinjau Lokasi Banjir, Bima Arya Minta Proses Normalisasi Dipercepat

Tinjau Lokasi Banjir, Bima Arya Minta Proses Normalisasi Dipercepat

Megapolitan
Banjir Landa Perumahan Griya Cimanggu Indah Bogor, Ada yang Menolak Dievakuasi

Banjir Landa Perumahan Griya Cimanggu Indah Bogor, Ada yang Menolak Dievakuasi

Megapolitan
Pengunjung Bioskop Belum Banyak, CGV: Kan Masih Berjalan...

Pengunjung Bioskop Belum Banyak, CGV: Kan Masih Berjalan...

Megapolitan
Banjir, 346 Jiwa Warga Bekasi Jaya Mengungsi

Banjir, 346 Jiwa Warga Bekasi Jaya Mengungsi

Megapolitan
Kabel Listrik Bawah Tanah Depan Masjid Istiqlal Terbakar

Kabel Listrik Bawah Tanah Depan Masjid Istiqlal Terbakar

Megapolitan
Hingga Minggu Petang, 20 RT di Jakarta Masih Kebanjiran

Hingga Minggu Petang, 20 RT di Jakarta Masih Kebanjiran

Megapolitan
UPDATE 25 Oktober: 12.012 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Jakarta, 2.164 Orang Meninggal

UPDATE 25 Oktober: 12.012 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Jakarta, 2.164 Orang Meninggal

Megapolitan
Satpol PP Tangsel Rekomendasikan Pencabutan Izin 4 Griya Pijat Pelanggar PSBB

Satpol PP Tangsel Rekomendasikan Pencabutan Izin 4 Griya Pijat Pelanggar PSBB

Megapolitan
9 Kelurahan di Kota Bekasi Terdampak Banjir, Ini Rinciannya

9 Kelurahan di Kota Bekasi Terdampak Banjir, Ini Rinciannya

Megapolitan
Jelang Libur Panjang, Antrean Rapid Test di Stasiun Pasar Senen dan Gambir Padat

Jelang Libur Panjang, Antrean Rapid Test di Stasiun Pasar Senen dan Gambir Padat

Megapolitan
KAI Catat Lonjakan Pemesanan Tiket KA Jarak Jauh untuk 27 dan 28 Oktober

KAI Catat Lonjakan Pemesanan Tiket KA Jarak Jauh untuk 27 dan 28 Oktober

Megapolitan
Denda Pelanggar PSBB di Jakarta Terkumpul Rp 4,9 Miliar

Denda Pelanggar PSBB di Jakarta Terkumpul Rp 4,9 Miliar

Megapolitan
Satpol PP Sebut Warga Ibu Kota Makin Taat Kenakan Masker

Satpol PP Sebut Warga Ibu Kota Makin Taat Kenakan Masker

Megapolitan
Kebakaran di Basement Pasaraya Manggarai, Petugas Sempat Kesulitan karena Asap Tebal

Kebakaran di Basement Pasaraya Manggarai, Petugas Sempat Kesulitan karena Asap Tebal

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X