Puluhan Keluarga Korban JT 610 Tolak Pemberian Santunan dari Lion Air

Kompas.com - 12/12/2018, 16:12 WIB
Kuasa hukum Ribbeck Law Chartered, Manuel von Ribbeck di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta Selatan, Rabu (12/12/2018).KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELA Kuasa hukum Ribbeck Law Chartered, Manuel von Ribbeck di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta Selatan, Rabu (12/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kuasa hukum dari firma hukum Internasional Ribbeck Law Chartered, Manuel von Ribbeck mengatakan, 25 keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 registrasi PK-LQP menolak pemberian uang santunan senilai Rp 1,25 miliar dari pihak Lion Air.

Mereka menolak pemberian uang santunan itu lantaran mereka tidak ingin tanda tangan surat kontrak yang menyatakan tidak akan menggugat perusahaan Boeing di Amerika Serikat.

"Ketika keluarga menerima kompensasi dari Lion Air, mereka harus menandatangani surat perjanjian tidak akan menggugat pihak-pihak terkait yang berhubungan dengan Lion Air, salah satunya The Boeing (perusahaan Boeing)," kata Manuel di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta Selatan, Rabu (12/12/2018).

Manuel mengaku, pihaknya mempunyai bukti surat kontrak dari Lion Air bertanda tangan salah satu keluarga korban yang telah menerima uang santunan itu.

Baca juga: Lion Air Makin Yakin Batalkan Pesanan Pesawat ke Boeing

Dalam surat kontrak itu, terlampir 800 nama perusahaan yang berkaitan dengan Lion Air, salah satunya adalah perusahaan Boeing yang memproduksi pesawat Boeing 737 MAX 8.

"Halaman terakhir surat kontrak Lion Air, keluarga tidak perlu menggugat 800 perusahaan. Itu sangat buruk. Harusnya Lion Air memberikan perhatian lebih pada keluarga korban," ujar Manuel.

Oleh karena itu, Manuel bersama firma hukumnya mewakili 25 keluarga korban akan menggugat perusahaan Boeing di Amerika Serikat untuk mendapat uang ganti rugi yang dinilai lebih sesuai.

Ia akan menuntut Boeing untuk membayar ganti rugi senilai 100 juta dollar AS, sehingga masing-masing keluarga akan mendapatkan uang senilai 400.000 dollar AS.

Selain menuntut ganti rugi, pengajuan gugatan di Pengadilan Amerika Serikat juga bertujuan untuk mengetahui penyebab jatuhnya pesawat. Investigasi yang dilakukan pengadilan itu tidak akan terpengaruh dari hasil investigasi yang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Baca juga: 25 Keluarga Korban Lion Air Gugat Boeing di Amerika

Sidang pertama dari 25 penggugat akan digelar di Circuit Court of Cook County, Illinois, Amerika Serikat, 17 Januari 2019.

Sebelumnya, pesawat Lion Air JT-610 dengan registrasi PK-LQP jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018).

Pesawat yang membawa 189 penumpang dan awak kabin itu jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, sekitar 13 menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.



Terkini Lainnya

7 Fakta Pengemudi BMW Todongkan Pistol Saat Terjebak Macet di Gambir

7 Fakta Pengemudi BMW Todongkan Pistol Saat Terjebak Macet di Gambir

Megapolitan
Jaringan Pipa Gas 1.732 Kilometer Akan Dibangun di Trans Kalimantan

Jaringan Pipa Gas 1.732 Kilometer Akan Dibangun di Trans Kalimantan

Megapolitan
Sebuah Rumah di Kemayoran Dilalap Si Jago Merah, 1 Orang Meninggal

Sebuah Rumah di Kemayoran Dilalap Si Jago Merah, 1 Orang Meninggal

Megapolitan
Sudinhub Jakpus Pastikan Lokasi Pengendara BMW yang Todongkan Pistol di Gambir adalah Satu Arah

Sudinhub Jakpus Pastikan Lokasi Pengendara BMW yang Todongkan Pistol di Gambir adalah Satu Arah

Megapolitan
Revitalisasi Trotoar Cikini-Kramat Ditargetkan Rampung Desember 2019

Revitalisasi Trotoar Cikini-Kramat Ditargetkan Rampung Desember 2019

Megapolitan
Bisa Curi Tujuh Motor Sehari, Komplotan Ini Jual Motor Curian Seharga Rp 2 Juta

Bisa Curi Tujuh Motor Sehari, Komplotan Ini Jual Motor Curian Seharga Rp 2 Juta

Megapolitan
Setahun Beroperasi, Komplotan Curanmor Ini Gondol 100-an Motor di Bekasi dan Jaktim

Setahun Beroperasi, Komplotan Curanmor Ini Gondol 100-an Motor di Bekasi dan Jaktim

Megapolitan
Polisi Ringkus Komplotan Curanmor Bekasi dan Jaktim Asal Lampung, Pimpinannya Tewas Didor

Polisi Ringkus Komplotan Curanmor Bekasi dan Jaktim Asal Lampung, Pimpinannya Tewas Didor

Megapolitan
Andi Wibowo, Pengemudi BMW yang Todongkan Pistol di Gambir adalah Seorang Direktur

Andi Wibowo, Pengemudi BMW yang Todongkan Pistol di Gambir adalah Seorang Direktur

Megapolitan
 Sambil Menangis, Pengemudi BMW yang Todongkan Pistol di Gambir Mengaku Salah dan Minta Maaf

Sambil Menangis, Pengemudi BMW yang Todongkan Pistol di Gambir Mengaku Salah dan Minta Maaf

Megapolitan
Kivlan Zen Diperiksa Terkait Uang 15.000 Dolar Singapura dari Habil Marati

Kivlan Zen Diperiksa Terkait Uang 15.000 Dolar Singapura dari Habil Marati

Megapolitan
Pengemudi BMW Todongkan Pistol di Gambir karena Tersulut Emosi

Pengemudi BMW Todongkan Pistol di Gambir karena Tersulut Emosi

Megapolitan
Komplotan Bersenjata Api di Tangerang Rampok Emas Senilai Rp 1,6 M, Aksinya Terekam CCTV

Komplotan Bersenjata Api di Tangerang Rampok Emas Senilai Rp 1,6 M, Aksinya Terekam CCTV

Megapolitan
Ini Kronologi Pengendara BMW Keluarkan Pistol Saat Macet di Gambir

Ini Kronologi Pengendara BMW Keluarkan Pistol Saat Macet di Gambir

Megapolitan
Polisi Tangkap Pengemudi BMW yang Keluarkan Pistol di Gambir

Polisi Tangkap Pengemudi BMW yang Keluarkan Pistol di Gambir

Megapolitan

Close Ads X