Kompas.com - 12/12/2018, 18:31 WIB
Pengacara dari Ribbeck Law Chartered, Manuel von Ribbeck (berjas putih), saat konfersi pers di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta Selatan, Rabu (12/12/2018). KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELAPengacara dari Ribbeck Law Chartered, Manuel von Ribbeck (berjas putih), saat konfersi pers di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta Selatan, Rabu (12/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengacara dari firma hukum Ribbeck Law Chartered, Manuel von Ribbeck mengatakan, pihaknya akan melampirkan hasil investigasi timnya sendiri dan testimoni keluarga korban pesawat Lion Air JT  610 dalam menggungat Boeing Company.

Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 yang  jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, pada 29 Oktober lalu itu merupakan Boeing 737 MAX 8. Pesawat yang membawa 189 penumpang dan kru itu jatuh 13 menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.

"Kami akan menggabungkan testimoni keluarga dan hasil investigasi. Nanti, hakim akan mendengar hasil (investigasi) dari pihak kami dan Boeing. Hakim akan memutuskan kesalahan Boeing berapa persen dan harus mengeluarkan uang berapa untuk keluarga," kata Manuel saat jumpa pers di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta Selatan, Rabu (12/12/2018).

Baca juga: Keluarga Korban Lion Air JT 610 Imbau agar Kompak Tempuh Jalur Hukum

Ribbeck Law Chartered tidak akan melampirkan hasil investigasi yang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

"Hasil investigasi Indonesia memang tidak bisa dipakai dalam proses pengadilan, harus investigasi sendiri. Sejauh ini, kami sudah ada tim ahli yang melakukan investigasi. Berdasarkan investigasi sementara, kecelakaan terjadi bukan karena cuaca, bukan karena training pilot. Kami yakin pesawat memang dalam keadaan tidak baik. Hasil investigasi itu akan digabung dengan testimoni keluarga korban tentang pesawat. Kami menggabungkan opini-opini ini," kata Manuel.

Sebanyak 25 keluarga korban pesawat Lion Air JT 610 resmi menggugat Boeing di Amerika Serikat melalui Ribbeck Law Chartered. Sidang pertama kasus itu akan digelar di Circuit Court of Cook County, Illinois, Amerika Serikat pada 17 Januari 2019. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Manuel akan memperjuangkan para keluarga korban bisa mendapatkan uang ganti rugi dari  Boeing senilai total 100 juta dolar AS. Masing-masing keluarga yang diwakili akan mendapatkan uang senilai 400.000 dolar.

Jumlah tersebut ditetapkan berdasarkan keputusan bersama dengan pihak keluarga korban. Nantinya, kata Manuel, jumlah uang ganti rugi bisa berubah sesuai keputusan hakim dalam persidangan.

Manuel tidak dapat memprediksi kapan proses gugatan akan selesai.

"Kami tidak dapat memprediksi berapa lama kasus ini akan berlangsung. Kasus yang pernah kami pegang paling cepat selesai dalam empat bulan," kata Manuel.

Baca juga: 5 Fakta Baru Pasca-kecelakaan Lion Air JT 610, KNKT Gelar Pertemuan Tertutup hingga Sewa Kapal untuk Cari CVR



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER JABODETABEK] Commitment Fee Formula E Mahal | Pria Gantung Diri saat Live di TikTok

[POPULER JABODETABEK] Commitment Fee Formula E Mahal | Pria Gantung Diri saat Live di TikTok

Megapolitan
Munculnya Dugaan Pembunuhan dalam Kasus Pria Gantung Diri Saat 'Live' di TikTok hingga Jawaban Polisi

Munculnya Dugaan Pembunuhan dalam Kasus Pria Gantung Diri Saat "Live" di TikTok hingga Jawaban Polisi

Megapolitan
Tambah 19 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 217 Pasien Dirawat

Tambah 19 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 217 Pasien Dirawat

Megapolitan
Asap Tebal Mengepul di Area TPU Pondok Kelapa, Berasal dari Pembakaran Sampah

Asap Tebal Mengepul di Area TPU Pondok Kelapa, Berasal dari Pembakaran Sampah

Megapolitan
Kasus Covid-19 Turun, Wagub DKI Klaim Tak Ada Lagi Antrean Pasien di IGD RS di Jakarta

Kasus Covid-19 Turun, Wagub DKI Klaim Tak Ada Lagi Antrean Pasien di IGD RS di Jakarta

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Dosis Dua di Tangsel Baru 38,7 Persen dari Target

Vaksinasi Covid-19 Dosis Dua di Tangsel Baru 38,7 Persen dari Target

Megapolitan
Pabrik Sablon di Cengkareng Dilanda Kebakaran, 14 Unit Damkar Dikerahkan

Pabrik Sablon di Cengkareng Dilanda Kebakaran, 14 Unit Damkar Dikerahkan

Megapolitan
Aksi Pembegalan Terjadi Lagi di Bintaro, Dua Pengemudi Ojol Dibacok

Aksi Pembegalan Terjadi Lagi di Bintaro, Dua Pengemudi Ojol Dibacok

Megapolitan
Tangsel Catat Penambahan 12 Kasus Covid-19, 13 Pasien Sembuh

Tangsel Catat Penambahan 12 Kasus Covid-19, 13 Pasien Sembuh

Megapolitan
Pemuda yang Tenggelam di Kali Hitam Ditemukan Tewas, Diduga Tercebur karena Mabuk

Pemuda yang Tenggelam di Kali Hitam Ditemukan Tewas, Diduga Tercebur karena Mabuk

Megapolitan
Jakarta Tambah 155 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,2 Persen

Jakarta Tambah 155 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,2 Persen

Megapolitan
Soal 'Commitment Fee' Formula E di Jakarta yang Mahal, Wagub DKI Sebut Itu Sesuai Aturan

Soal "Commitment Fee" Formula E di Jakarta yang Mahal, Wagub DKI Sebut Itu Sesuai Aturan

Megapolitan
Polisi: Korban Penembakan di Pinang Tangerang Ahli Pengobatan Alternatif dan Ketua Majelis Taklim

Polisi: Korban Penembakan di Pinang Tangerang Ahli Pengobatan Alternatif dan Ketua Majelis Taklim

Megapolitan
Tersangka pada Kasus Korupsi Damkar Depok Diharapkan Bukan sebagai Tumbal

Tersangka pada Kasus Korupsi Damkar Depok Diharapkan Bukan sebagai Tumbal

Megapolitan
Polisi Uji Proyektil pada Kasus Penembakan di Pinang, Kota Tangerang

Polisi Uji Proyektil pada Kasus Penembakan di Pinang, Kota Tangerang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.