Pro Kontra Masyarakat tentang "Pelican Crossing" Pengganti JPO Tosari

Kompas.com - 16/12/2018, 15:53 WIB
Pelican crossing pengganti JPO Tosari sudah dapat dilintasi. Foto diambil Jumat (14/12/2018) malam. KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELAPelican crossing pengganti JPO Tosari sudah dapat dilintasi. Foto diambil Jumat (14/12/2018) malam.

JAKARTA, KOMPAS.com - Keberadaan pelican crossing Tosari yang menggantikan fungsi jembatan penyeberangan orang ( JPO) Tosari menuai tanggapan pro dan kontra dari masyarakat.

Pelican crossing dibangun di depan kantor Kedutaan Besar Jerman di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat yang bisa digunakan sebagai akses menuju Halte Transjakarta Tosari.

Salah satu warga bernama Fransiscus Mario (28) mengatakan, keberadaan pelican crossing membuat jarak tempuh dari Halte Transjakarta Tosari menuju Stasiun Sudirman menjadi lebih jauh. Menurut Mario, ia harus berjalan sedikit lebih jauh menuju pelican crossing terlebih dahulu dan berbelok ke arah Stasiun Sudirman.

"Dulu aku cuma tinggal naik ke JPO, turun dan jalan sedikit sudah sampai stasiun. Tapi, sekarang harus jalan dulu sampai Kedubes Jerman, terus belok dan jalan lurus ke stasiun. Menurut aku sih, jalannya makin jauh dari halte ini," kata Mario kepada Kompas.com, Minggu (16/12/2018).

Baca juga: Melihat JPO Tosari yang Akan Dibongkar dan Digantikan Pelican Crossing...

Mario berpendapat, seharusnya pelican crossing dibangun tepat di lokasi bekas JPO.

"Kalau ini dibangun untuk mengganti JPO, seharusnya dibangun di tempat yang sama dengan JPO. Faktanya, sekarang makin jauh kan dari JPO," tutur Mario.

Kendati demikian, pejalan kaki lainnya bernama Ariana Indrawati (35) mengungkapkan, pelican crossing memudahkan para pejalan kaki yang akan menuju mal Grand Indonesia.

Selain itu, keberadaan pelican crossing juga efektif untuk mengurangi rasa capek saat naik ke JPO.

"Saya kan dari Halte Tosari mau ke GI (Grand Indonesia) jadi lebih dekat. Enggak capek juga kan, enggak harus naik turun, cuma tinggal jalan lurus saja dari halte," kata Ariana.

Ia terkadang merasa takut untuk melintas di pelican crossing itu lantaran arus lalu lintas sekitar yang cukup ramai. Oleh karena itu, ia mengapresiasi keberadaan petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang memang ditempatkan di sana untuk membantu penyeberang jalan.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aliran Sungai Ciliwung Jakarta Sudah Bersih dari Sampah Banjir

Aliran Sungai Ciliwung Jakarta Sudah Bersih dari Sampah Banjir

Megapolitan
Bentrok Kelompok Pemuda di Tebet, Ada yang Bawa Senjata Tajam

Bentrok Kelompok Pemuda di Tebet, Ada yang Bawa Senjata Tajam

Megapolitan
Bakal Pasangan Calon Tak Dihadirkan saat Penetapan Kandidat Pilkada Tangsel 2020

Bakal Pasangan Calon Tak Dihadirkan saat Penetapan Kandidat Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
Jelang Penetapan Paslon, KPU Tangsel Cek Ulang Keabsahan Syarat Pendaftaran

Jelang Penetapan Paslon, KPU Tangsel Cek Ulang Keabsahan Syarat Pendaftaran

Megapolitan
Panti Pijat yang Ketahuan Buka di Kelapa Gading Tutup Pintu Depan untuk Kelabui Satgas Covid-19

Panti Pijat yang Ketahuan Buka di Kelapa Gading Tutup Pintu Depan untuk Kelabui Satgas Covid-19

Megapolitan
57 Kamera ETLE Dipasang Awasi Pelanggar Jakarta, Ini Titik Lokasinya

57 Kamera ETLE Dipasang Awasi Pelanggar Jakarta, Ini Titik Lokasinya

Megapolitan
Wisma Makara UI Akan Jadi Tempat Isolasi Warga Depok yang Positif Covid-19

Wisma Makara UI Akan Jadi Tempat Isolasi Warga Depok yang Positif Covid-19

Megapolitan
Apindo Sebut Butuh Kesadaran Karyawan untuk Kendalikan Kasus Covid-19 di Kawasan Industri

Apindo Sebut Butuh Kesadaran Karyawan untuk Kendalikan Kasus Covid-19 di Kawasan Industri

Megapolitan
UPDATE 22 September: Tambah 17 Kasus, 137 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

UPDATE 22 September: Tambah 17 Kasus, 137 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

Megapolitan
Tetap Buka Saat PSBB, Pengelola Panti Pijat Plus-plus di Kelapa Gading Jadi Tersangka

Tetap Buka Saat PSBB, Pengelola Panti Pijat Plus-plus di Kelapa Gading Jadi Tersangka

Megapolitan
Petugas Rapid Test yang Diduga Peras dan Lecehkan Penumpang di Bandara Soetta Jadi Tersangka

Petugas Rapid Test yang Diduga Peras dan Lecehkan Penumpang di Bandara Soetta Jadi Tersangka

Megapolitan
Saat Ditangkap di Tanjung Priok, Pengedar Sabu Sempat Buang Barang Bukti

Saat Ditangkap di Tanjung Priok, Pengedar Sabu Sempat Buang Barang Bukti

Megapolitan
Tak Pakai Masker, 46 Warga Ciracas Dikenakan Sanksi Kerja Sosial dan Denda

Tak Pakai Masker, 46 Warga Ciracas Dikenakan Sanksi Kerja Sosial dan Denda

Megapolitan
UPDATE 22 September: Tambah 1.122 Kasus Covid-19 Jakarta, 1.624 Pasien Meninggal

UPDATE 22 September: Tambah 1.122 Kasus Covid-19 Jakarta, 1.624 Pasien Meninggal

Megapolitan
Angkutan Umum Telat Bayar Denda Saat Operasi Yustisi, Izin Usahanya Akan Dicabut

Angkutan Umum Telat Bayar Denda Saat Operasi Yustisi, Izin Usahanya Akan Dicabut

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X