Siang Ini, Polisi Rekonstruksi Kasus Pengeroyokan Anggota TNI di Ciracas

Kompas.com - 17/12/2018, 11:37 WIB
Kawasan Pertokoan Arundina yang jadi lokasi pengeroyokan anggota TNI oleh juru parkir, Jalan Lapangan Tembak, Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur. Foto diambil pada Rabu (12/12/2018). KOMPAS.com/DEAN PAHREVIKawasan Pertokoan Arundina yang jadi lokasi pengeroyokan anggota TNI oleh juru parkir, Jalan Lapangan Tembak, Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur. Foto diambil pada Rabu (12/12/2018).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi akan menggelar rekonstruksi kasus pengeroyokan anggota TNI AL Kapten Komaruddin dan anggota TNI AD Pratu Rivonanda di Ciracas, Jakarta Timur pada Senin (10/12/2018).

"Iya, silakan diikuti (rekonstruksi kasus pengeroyokan anggota TNI)," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Senin (17/12/2018).

Menurut agenda yang diterima Kompas.com dari kepolisian, giat rekonstruksi akan digelar di area parkir Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada pukul 13.30 WIB.

Baca juga: Penjelasan Polri soal Penangkapan Lima Pelaku Pengeroyokan Anggota TNI


Dihubungi terpisah, Kanit I Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Malvino mengatakan, lima tersangka akan dihadirkan dalam rekonstruksi ini.

Lima tersangka pengeroyok dua anggota TNI tersebut adalah Depi, Agus Pryantara, Herianto Panjaitan, Iwan, dan Istri Iwan bernama Suci Ramdhani.

Adapun Depi ditangkap di Cawang, Jakarta Timur pada Jumat (14/12/2018) malam.

Baca juga: Cerita Tetangga Saat Pengeroyok Anggota TNI di Ciracas Ditangkap

Sebelum menangkap Depi, polisi menangkap Agus di kediamannya di kawasan Ciracas, Jakarta Timur pada Rabu (12/12/2018).

Kemudian polisi menangkap Herianto yang juga tinggal di kawasan Ciracas pada Rabu malam.

Kemudian Iwan dan istrinya ditangkap di kediamannya di kawasan Depok pada Kamis siang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jumat Pagi, Kualitas Udara Bekasi dan Depok Lebih Buruk daripada Jakarta

Jumat Pagi, Kualitas Udara Bekasi dan Depok Lebih Buruk daripada Jakarta

Megapolitan
Keterlibatan Dokter dalam Penganiayaan Ninoy, Disebut Tak Obati dan Ikut Interogasi...

Keterlibatan Dokter dalam Penganiayaan Ninoy, Disebut Tak Obati dan Ikut Interogasi...

Megapolitan
Ulah Djeni Si Penggelap Mobil, Bikin Repot Keluarga hingga Jadi Target Kemarahan Para Korban

Ulah Djeni Si Penggelap Mobil, Bikin Repot Keluarga hingga Jadi Target Kemarahan Para Korban

Megapolitan
Kisah di Balik Nama Kampung Apung, Berawal dari Kekompakan Warga Hadapi Musibah...

Kisah di Balik Nama Kampung Apung, Berawal dari Kekompakan Warga Hadapi Musibah...

Megapolitan
Aksi Mahasiswa Tuntut Perppu KPK, Hanya 2,5 Jam dan Tak Bisa Sampai ke Depan Istana

Aksi Mahasiswa Tuntut Perppu KPK, Hanya 2,5 Jam dan Tak Bisa Sampai ke Depan Istana

Megapolitan
BMKG: Jakarta Cerah Berawan Sepanjang Hari

BMKG: Jakarta Cerah Berawan Sepanjang Hari

Megapolitan
Teman Tewas Dalam Tawuran, Pelajar di Depok Balas Dendam Rusak Sekolah Pelakunya

Teman Tewas Dalam Tawuran, Pelajar di Depok Balas Dendam Rusak Sekolah Pelakunya

Megapolitan
Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

Megapolitan
Rumah 4 Lantai Dibongkar Satpol PP Jaksel karena Langgar Peraturan Perizinan

Rumah 4 Lantai Dibongkar Satpol PP Jaksel karena Langgar Peraturan Perizinan

Megapolitan
30 Pelajar Diamankan Terkait Perusakan SMK di Depok, 5 Orang Jadi Tersangka

30 Pelajar Diamankan Terkait Perusakan SMK di Depok, 5 Orang Jadi Tersangka

Megapolitan
Raup Rp 2,5 Miliar dari Gelapkan 62 Mobil, Djeni Terlilit Utang

Raup Rp 2,5 Miliar dari Gelapkan 62 Mobil, Djeni Terlilit Utang

Megapolitan
Dishub DKI: Kami Tidak Bisa Larang Penggunaan Bus Zhong Tong

Dishub DKI: Kami Tidak Bisa Larang Penggunaan Bus Zhong Tong

Megapolitan
Pengasuh Aniaya Bocah, Orangtua Korban Penasaran Apa Motifnya

Pengasuh Aniaya Bocah, Orangtua Korban Penasaran Apa Motifnya

Megapolitan
1 November, 59 Bus Zhongtong Beroperasi di Jakarta

1 November, 59 Bus Zhongtong Beroperasi di Jakarta

Megapolitan
Orang Tua YM Curiga karena Pengasuh Mengurung Diri 2 Malam Bersama Anaknya

Orang Tua YM Curiga karena Pengasuh Mengurung Diri 2 Malam Bersama Anaknya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X