Strategi PD Pasar Jaya Hilangkan Penggunaan Kantong Plastik dari Pasar

Kompas.com - 18/12/2018, 16:29 WIB
Direktur PD Pasar Jaya Arief Nasrudin di Pasar Kramatjati, Jakarta Timur, Selasa (18/12/2018) dalam rangka sosialisasi larangan penggunaan kantong plastik KOMPAS.com/Ryana AryaditaDirektur PD Pasar Jaya Arief Nasrudin di Pasar Kramatjati, Jakarta Timur, Selasa (18/12/2018) dalam rangka sosialisasi larangan penggunaan kantong plastik

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur PD Pasar Jaya Arief Nasrudin mengungkapkan pihaknya menyiapkan tiga strategi untuk diterapkan kepada para pedagang di pasar terkait larangan penggunaan kantong plastik

Ia mengatakan, saat ini pihaknya sudah mulai melakukan sosialisasi ke pasar-pasar yang berada di bawah pengelolaan PD Pasar Jaya.

"Tahap pertama sebelum itu kami sudah lakukan sosialisasi di pasar-pasar, cuma memang tantangan di pasar tradisional ini karena memang pengunjungnya kan berbagai macam, jadi kami perlu melihat tata caranya supaya kemudian pedagang paham dan pengunjungnya juga paham," ujar Arief di Pasar Kramatjati, Jakarta Timur, Selasa (18/12/2018).

Strategi kedua sebagai langkah konkret, PD Pasar Jaya meminta seluruh penggunaan kantong plastik di 153 pasar untuk ditiadakan atau dijual dengan harga tinggi.

Baca juga: Larangan Kantong Plastik, Pembeli di Pasar Diimbau Bawa Kantong Sendiri

"Yang kedua, melakukan penyeragaman, misalkan kantong plastik yang ada di seluruh pedagang pasar itu ditiadakan atau diberikan harga. Tapi, itu harus seragam semua, enggak boleh ada satu kios misalkan, dia memberlakukannya beda, itu enggak boleh," jelasnya.

Agar kantong plastik tak lagi digunakan baik untuk pedagang maupun konsumen, sanksi yang sama yang dibuat oleh Pemprov DKI Jakarta akan diterapkan di pasar.

Sanksi ini berupa denda Rp 5 juta hingga Rp 25 juta bagi pedagang masih menggunakan kantong plastik sekali pakai.

"Yang ketiga, sanksi keras, jadi sanksinya sampai sedemikian kerasnya sehingga kemudian akhirnya pedagang dan konsumen itu sebenarnya by rule terpaksa harus diubah," ungkap Arief.

Ia berharap, dalam waktu sosialisasi enam bulan ke depan dari Januari 2019, tingkat kesadaran penggunaan kantong plastik di pasar akan berkurang.

"Cuma harapan saya dari bentuk sosialisasi yang nanti kami lakukan bersama enam bulan ini, ke depan kesadaran itu yang timbul karena bahayanya luar biasa dari kantong plastik," ujarnya.

Pemprov DKI Jakarta saat ini tengah menyiapkan peraturan gubernur (pergub) tentang larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji mengungkapkan, pergub ini sudah siap dalam bentuk draf dan akan ditandatangani oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada akhir Desember 2018.

Baca juga: DKI Imbau Produsen Kantong Plastik Produksi Kantong Ramah Lingkungan

"Kami sedang menyiapkan pergub tentang pelarangan kantong plastik sekali pakai," ujar Isnawa.

Adapun sosialisasi larangan penggunaan kantong plastik, baik di pasar dan ritel, akan dilakukan dalam kurun waktu Januari 2019 hingga Juni 2019.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ramai Pemohon SKCK, Polres Jakarta Barat Dijaga Ketat Pasca Bom di Polres Medan

Ramai Pemohon SKCK, Polres Jakarta Barat Dijaga Ketat Pasca Bom di Polres Medan

Megapolitan
Berlagak Menilang dan Minta Uang ke Pengendara, Polisi Gadungan di Ciputat Ditangkap

Berlagak Menilang dan Minta Uang ke Pengendara, Polisi Gadungan di Ciputat Ditangkap

Megapolitan
Pengguna GrabWheels Tewas Ditabrak, Skuter Listrik Hanya Boleh Melintas di Jalur Sepeda

Pengguna GrabWheels Tewas Ditabrak, Skuter Listrik Hanya Boleh Melintas di Jalur Sepeda

Megapolitan
Dinas PU Sempat Kesulitan Evakuasi Truk Molen yang Tercebur di Kali Pamulang

Dinas PU Sempat Kesulitan Evakuasi Truk Molen yang Tercebur di Kali Pamulang

Megapolitan
Pascabom Medan, Polres Metro Bekasi Dijaga Aparat Bersenjata Laras Panjang

Pascabom Medan, Polres Metro Bekasi Dijaga Aparat Bersenjata Laras Panjang

Megapolitan
Pengangkatan Truk Molen Selesai Setelah Dua Pekan Tercebur di Kali Pamulang

Pengangkatan Truk Molen Selesai Setelah Dua Pekan Tercebur di Kali Pamulang

Megapolitan
Kronologi Tewasnya Pengguna Skuter Listrik, Terlempar Setelah Ditabrak Mobil dari Belakang

Kronologi Tewasnya Pengguna Skuter Listrik, Terlempar Setelah Ditabrak Mobil dari Belakang

Megapolitan
Koalisi Pejalan Kaki Desak Pemprov DKI Keluarkan Regulasi Penggunaan Skuter Listrik

Koalisi Pejalan Kaki Desak Pemprov DKI Keluarkan Regulasi Penggunaan Skuter Listrik

Megapolitan
Pascabom Bunuh Diri di Medan, Polisi Sebut Situasi di Jakarta Masih Kondusif

Pascabom Bunuh Diri di Medan, Polisi Sebut Situasi di Jakarta Masih Kondusif

Megapolitan
Polisi Tangkap Seorang Terduga Teroris di Depok yang Pernah Berkunjung ke Suriah

Polisi Tangkap Seorang Terduga Teroris di Depok yang Pernah Berkunjung ke Suriah

Megapolitan
Sewa GrabWheels Dini Hari, Dua Pengguna Skuter Listrik Tewas Ditabrak Mobil

Sewa GrabWheels Dini Hari, Dua Pengguna Skuter Listrik Tewas Ditabrak Mobil

Megapolitan
Video Tak Senonoh Diputar di Dalam Bus, Transjakarta Minta Maaf

Video Tak Senonoh Diputar di Dalam Bus, Transjakarta Minta Maaf

Megapolitan
Sepekan Lalu Berjalan Pincang, Nunung Kini Siap Jalani Sidang Tuntutan

Sepekan Lalu Berjalan Pincang, Nunung Kini Siap Jalani Sidang Tuntutan

Megapolitan
Baju Bekas di Pasar Baru Tetap Eksis di Tengah Menjamurnya Online Shop

Baju Bekas di Pasar Baru Tetap Eksis di Tengah Menjamurnya Online Shop

Megapolitan
Polisi Gelar Rekonstruksi Perencanaan Bom Molotov oleh Dosen IPB

Polisi Gelar Rekonstruksi Perencanaan Bom Molotov oleh Dosen IPB

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X