Marak Mafia Tanah, BPN DKI Jakarta Minta Pemilik Jangan Biarkan Lahan Kosong

Kompas.com - 19/12/2018, 13:11 WIB
Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) DKI Jakarta Jaya dalam acara upaya apresiasi pengungkapan mafia tanah di Hotel Mega Anggrek,  Tanjung Duren,  Grogol Petamburan pada Rabu (19/12/2018). Kompas.com/RIMA WAHYUNINGRUMKepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) DKI Jakarta Jaya dalam acara upaya apresiasi pengungkapan mafia tanah di Hotel Mega Anggrek, Tanjung Duren, Grogol Petamburan pada Rabu (19/12/2018).

JAKARTA,KOMPAS.com - Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) DKI Jakarta Jaya meminta para pemilik lahan di Jakarta untuk tidak membiarkan lahannya yang kosong. Sebab, saat ini marak munculnya mafia tanah yang menguasai lahan.

"Jangan beli tanah lalu tidak dimanfaatkan, potensi itu untuk disalahgunakan. Dibangun sementara, kemudian semi permanen nantinya permanen, banyak lah (caranya)," kata Jaya di Grogol Petamburan, Rabu (19/12/2018)

Jaya menilai saat ini masalah pertanahan di ibu kota sedang rumit karena keterbasan lahan, sementara masyarakat yang menginginkan lahan bertambah. Hal ini membuat beberapa orang memilih cara ilegal dan munculnya mafia tanah.

Baca juga: Sengketa Tanah Antar-perorangan Tembus 6.071 Kasus


"Saya kira rumit karena ibu kota Jakarta tanah mahal dan terbatas, itu tadi kebutuhan tanah luar biasa, jadi orang kadang-kadang karena cara legalnya sulit maka lakukan cara ilegal. Makanya ada mafia, itu kan begitu," terangnya.

Adapun modus yang dilakukan beragam, lanjut Jaya, seperti dari pembuatan surat tanah bodong, penguasaan tanah kosong dan menempatinya. Maka dari itu, pihaknya menyarankan pemilih lahan untuk menandakan tanahnya agar tidak dimanfaatkan oleh para mafia tanah.

"Jadi kalau lahan kosong, sering dibikin tenda dulu kemudian dibangun. Bagi pemilik tanah kita sarankan punya kewajiban yaitu batas tanah dan dipelihara, dikuasai," katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Formula E 2020 Jakarta: Lapangan Monas Diaspal untuk Trek Balap, Nanti Dikupas Lagi

Formula E 2020 Jakarta: Lapangan Monas Diaspal untuk Trek Balap, Nanti Dikupas Lagi

Megapolitan
Hasil Autopsi Jenazah Anak Karen Idol Akan Keluar 2 Minggu Lagi

Hasil Autopsi Jenazah Anak Karen Idol Akan Keluar 2 Minggu Lagi

Megapolitan
Gelontorkan Rp 1 Triliun Lebih, Jakarta Bakal Jadi Tuan Rumah Formula E hingga 2024

Gelontorkan Rp 1 Triliun Lebih, Jakarta Bakal Jadi Tuan Rumah Formula E hingga 2024

Megapolitan
Jubir: Formula E Ingin Tingkatkan Kepedulian Masyarakat pada Lingkungan

Jubir: Formula E Ingin Tingkatkan Kepedulian Masyarakat pada Lingkungan

Megapolitan
Tiga Penumpang KRL Jadi Korban Pelemparan Batu

Tiga Penumpang KRL Jadi Korban Pelemparan Batu

Megapolitan
Polisi Musnahkan Narkoba Senilai Rp 1 Triliun

Polisi Musnahkan Narkoba Senilai Rp 1 Triliun

Megapolitan
Rahasiakan Rekomendasi Formula E di Monas, Kadisbud DKI Dicecar DPRD

Rahasiakan Rekomendasi Formula E di Monas, Kadisbud DKI Dicecar DPRD

Megapolitan
Wakil Wali Kota Bekasi Lebih Sreg Tiap Sekolah Pasang CCTV daripada Guru Menginap Antisipasi Maling

Wakil Wali Kota Bekasi Lebih Sreg Tiap Sekolah Pasang CCTV daripada Guru Menginap Antisipasi Maling

Megapolitan
Mobil Rubicon Sitaan dari Koruptor Terjual Rp 682 Juta Saat Lelang

Mobil Rubicon Sitaan dari Koruptor Terjual Rp 682 Juta Saat Lelang

Megapolitan
Begini Cara Membuat Kartu Kuning Pencari Kerja

Begini Cara Membuat Kartu Kuning Pencari Kerja

Megapolitan
Lucinta Luna Konsumsi Narkoba karena Depresi, Polisi: Alasan Klasik

Lucinta Luna Konsumsi Narkoba karena Depresi, Polisi: Alasan Klasik

Megapolitan
35 Karyawan di Bekasi Diduga Keracunan Makanan Usai Makan Nasi Katering

35 Karyawan di Bekasi Diduga Keracunan Makanan Usai Makan Nasi Katering

Megapolitan
Benyamin Sesalkan Aksi Protes yang Libatkan Pelajar Terhadap Pembangunan Rusunami di Ciputat

Benyamin Sesalkan Aksi Protes yang Libatkan Pelajar Terhadap Pembangunan Rusunami di Ciputat

Megapolitan
Kena Protes Sekolah, Pihak Rusunami di Ciputat Akan Minimalisasi Debu dari Proyek

Kena Protes Sekolah, Pihak Rusunami di Ciputat Akan Minimalisasi Debu dari Proyek

Megapolitan
Dukung Bayar SPP Pakai Go-Pay, Wakil Wali Kota Bekasi: Jadi Lebih Praktis dan Transparan

Dukung Bayar SPP Pakai Go-Pay, Wakil Wali Kota Bekasi: Jadi Lebih Praktis dan Transparan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X