113 Kawasan di Jakarta Rawan Narkoba, Didominasi Tempat Hiburan Malam

Kompas.com - 20/12/2018, 19:36 WIB
Kepala BNN Provinsi DKI Jakarta Brigadir Jenderal (Pol) Johny P Latupeirissa di kantornya, Jumat (12/5/2017). KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERAKepala BNN Provinsi DKI Jakarta Brigadir Jenderal (Pol) Johny P Latupeirissa di kantornya, Jumat (12/5/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta Johny Latupeirissa menyebut ada 113 kawasan di DKI Jakarta yang menjadi tempat peredaran narkoba

Kawasan tersebut adalah kawasan padat penduduk dan tempat-tempat hiburan yang ada di Jakarta.

Adapun para pengedar didominasi oleh orang yang tidak bekerja alias pengangguran

“Ada 113 kawasan yang rawan narkoba, dari perkampungan sampai tempat hiburan, khususnya daerah kumuh di sana yang banyak pengangguran,” ucap Johny di kantor BNNP DKI Jakarta, Kuningan, Kamis (20/12/2018).

Baca juga: Polisi: Narkoba yang Diselundupkan di Speaker untuk Perayaan Tahun Baru

Menurut Johny, kawasan-kawasan inilah yang diawasi oleh BNNP sepanjang tahun 2018. Ia mengatakan, biasanya para pengangguran ini banyak ditemukan sebagai kurir sekaligus pengguna.

“Biasanya pintar para pengedar ini, cari orang yang enggak kerja atau pengangguran. Ini momen yang bagus bagi kurir, kan dia jualnya satu kemudian dia bisa beli lima dari hasil penjualan itu,” ucap Johny.

Ia mengatakan, para pengedar ini menyasar ke tempat-tempat hiburan malam di DKI Jakarta.

Kepala Bidang Pemberantasan BNN DKI Maria Sorlury mengatakan, adanya peredaran itu dibuktikan dari hasil operasi BNN ke sejumlah tempat hiburan malam yang ada di Jakarta.

Saat melakukan tes urine, beberapa pengunjung dari tempat hiburan seperti Exotic dan Old City terbukti positif memakai narkoba. 

Maria mengatakan, operasi itu untuk menekan prevalensi penggunaan narkoba di tempat hiburan malam.

“Rata-rata itu tamatan SLTA dengan kisaran umur 18-25 tahun yang disinyalir sebagai pengedar dan pengguna saat kami lakukan operasi di tempat hiburan tersebut,” ucap Maria.

Ia mengatakan, saat melakukan operasi dadakan ke tempat hiburan Exotic, pihaknya menemukan pengunjung yang disinyalir over dosis dan meninggal dunia di tempat hiburan malam tersebut. 

Kendati demikian, Pemprov DKI dan BNNP DKI berkomitmen untuk menindak tegas para pengedar tersebut jika terbukti memiliki, mengedarkan, atau menyimpan narkoba. Salah satunya, dengan merekomendasikan tempat tersebut untuk ditutup.

Baca juga: Polisi Tangkap Pengedar yang Simpan Narkoba di Speaker Mobil Mewah

“Kalau Exotic kan sudah ditutup ya, sementara Old City telah kami rekomendasikan untuk tutup sementara,” tutur Maria.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Beredar Video Pria Diborgol di KRL, PT KCI Sebut Itu Copet yang Ditangkap

Beredar Video Pria Diborgol di KRL, PT KCI Sebut Itu Copet yang Ditangkap

Megapolitan
Dapur Nasi Murah Hadir di Kalibata Timur untuk Bantu Warga Terdampak Covid-19

Dapur Nasi Murah Hadir di Kalibata Timur untuk Bantu Warga Terdampak Covid-19

Megapolitan
Kompas Gramedia Raih Penghargaan Gedung Perkantoran Ramah Pesepeda

Kompas Gramedia Raih Penghargaan Gedung Perkantoran Ramah Pesepeda

Megapolitan
UPDATE 29 September: RSD Stadion Patriot Chandrabaga Rawat 28 Pasien Covid-19 OTG

UPDATE 29 September: RSD Stadion Patriot Chandrabaga Rawat 28 Pasien Covid-19 OTG

Megapolitan
Antisipasi Banjir, Kota Tangerang Siagakan 273 Pompa Air

Antisipasi Banjir, Kota Tangerang Siagakan 273 Pompa Air

Megapolitan
Diprotes PHRI, Ini Alasan Pemprov DKI Larang Restoran Layani Dine-In

Diprotes PHRI, Ini Alasan Pemprov DKI Larang Restoran Layani Dine-In

Megapolitan
Polisi Masih Cari Tahu Identitas Jenazah yang Ditemukan di Dalam Bajaj

Polisi Masih Cari Tahu Identitas Jenazah yang Ditemukan di Dalam Bajaj

Megapolitan
Pemprov DKI Pakai Tanah Kerukan Setu untuk Meninggikan Area Pemakaman Covid-19

Pemprov DKI Pakai Tanah Kerukan Setu untuk Meninggikan Area Pemakaman Covid-19

Megapolitan
Setelah Kecelakaan Motor, Seorang Pria Kabur ke Kali Bekasi dan Menghilang

Setelah Kecelakaan Motor, Seorang Pria Kabur ke Kali Bekasi dan Menghilang

Megapolitan
Harapan Korban Pelecehan di Bandara Soetta, Pelaku Dihukum Sesuai Perbuatannya

Harapan Korban Pelecehan di Bandara Soetta, Pelaku Dihukum Sesuai Perbuatannya

Megapolitan
45 Persen Pasien Covid-19 di DKI Jakarta Tak Ada Gejala

45 Persen Pasien Covid-19 di DKI Jakarta Tak Ada Gejala

Megapolitan
Pemprov DKI: 113 Perusahaan Ditutup Selama PSBB Ketat di Jakarta

Pemprov DKI: 113 Perusahaan Ditutup Selama PSBB Ketat di Jakarta

Megapolitan
100 Petugas Avsec di Bandara Soekarno-Hatta Jalani Tes Narkoba

100 Petugas Avsec di Bandara Soekarno-Hatta Jalani Tes Narkoba

Megapolitan
Lumpuh gara-gara Minum Boba, Ini Kisah Penderita Diabetes dan Penjelasan Dokter

Lumpuh gara-gara Minum Boba, Ini Kisah Penderita Diabetes dan Penjelasan Dokter

Megapolitan
Minta Anies Izinkan Restoran di Mal dan Hotel Beroperasi, PHRI: Kita Sudah Ikuti Protokol Kesehatan

Minta Anies Izinkan Restoran di Mal dan Hotel Beroperasi, PHRI: Kita Sudah Ikuti Protokol Kesehatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X