10 Karyawan Koperasi RSUD Tarakan Jadi Korban Tewas Tsunami di Anyer

Kompas.com - 23/12/2018, 23:09 WIB
Tampak sejumlah warung dan rumah di pinggir pantai, Jalan Raya Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten rusak pasca diterjang tsunami, Minggu (23/12/2018). KOMPAS.com/DEAN PAHREVITampak sejumlah warung dan rumah di pinggir pantai, Jalan Raya Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten rusak pasca diterjang tsunami, Minggu (23/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan Jakarta, Dian Ekowati menyebutkan, 10 karyawan dan keluarga karyawan Koperasi RS Tarakan tewas dalam bencana tsunami yang melanda wilayah Anyer, Banten, Sabtu (22/12/2018) kemarin.

Ia mengemukakan, total ada 54 orang rombongan karyawan beserta keluarga karyawan Koperasi RS Tarakan yang menjadi korban tsunami Anyer. Dari jumlah itu 20 orang merupakan karyawan koperasi dan 34 lainnya adalah keluarga karyawan.

"Yang berangkat sekitar 54 orang karyawan Koperasi Tarakan beserta keluarga yang berangkat (ke Anyer)," kata Dian di RS Tarakan, Cideng, Jakarta Pusat, Minggu.

Baca juga: Pasca-tsunami Selat Sunda, Polisi Kebut Pulihkan Akses Jalan Raya Carita

Saat ini, 10 orang dinyatakan telah meninggal dunia, sembilan masih dirawat di RSUD Tarakan, 18 masih dalam perjalanan menuju Jakarta, dan 17 masih dalam percarian oleh tim evakuasi.

"Itu keluarga karyawan koperasi tarakan dan keluarga. Dan ada dua korban yang dibawa bukan karyawan tarakan tapi memang warga dki dibawa evakuasi," kata dia.

Karyawan koperasi RSUD Tarakan dan keluarga mereka berangkat ke Pantai Carita, Anyer, pada Sabtu pagi kemarin sekitar pukul 08.00 WIB dan berencana kembali hari Minggu ini.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa gelombang yang menerjang sejumlah wilayah di kawasan sekitar Selat Sunda itu merupakan tsunami. 

Hingga, korban meninggal dunia akibat tsunami yang melanda wilayah pantai Selat Sunda telah menjadi 222 orang. Sementara korban luka-luka menjadi 843 orang. Kemudian korban yang belum ditemukan 28 orang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rekonstruksi Penyiraman Air Keras di Jakbar Jadi Tontonan Warga

Rekonstruksi Penyiraman Air Keras di Jakbar Jadi Tontonan Warga

Megapolitan
Sering Diberitakan karena Gugatan Orangtua Murid, SMA Kolese Gonzaga: Itu Iklan Gratis

Sering Diberitakan karena Gugatan Orangtua Murid, SMA Kolese Gonzaga: Itu Iklan Gratis

Megapolitan
Malam Tahun Baru, Jam Operasional KRL Diperpanjang hingga Pukul 02.00 WIB

Malam Tahun Baru, Jam Operasional KRL Diperpanjang hingga Pukul 02.00 WIB

Megapolitan
Kusni Kasdut Penjahat yang Fenomenal: Tobat Setelah Empat Vonis Hakim (4)

Kusni Kasdut Penjahat yang Fenomenal: Tobat Setelah Empat Vonis Hakim (4)

Megapolitan
Kapasitas Jakarta International Stadium 82.000 Penonton

Kapasitas Jakarta International Stadium 82.000 Penonton

Megapolitan
PT KAI Beri Kompensasi atas Keterlambatan Kereta Api Antarkota

PT KAI Beri Kompensasi atas Keterlambatan Kereta Api Antarkota

Megapolitan
Jalani Adegan Rekonstruksi, Begini Cara Tersangka Siram Korban dengan Air Keras

Jalani Adegan Rekonstruksi, Begini Cara Tersangka Siram Korban dengan Air Keras

Megapolitan
Mengenal Dua Jenis Marka di Jalur Sepeda

Mengenal Dua Jenis Marka di Jalur Sepeda

Megapolitan
Sejumlah Rumah di Tangsel Retak, Warga Diminta Mengungsi

Sejumlah Rumah di Tangsel Retak, Warga Diminta Mengungsi

Megapolitan
BPBD Tangsel Buat Serapan Air untuk Cegah Longsor karena Pergeseran Tanah

BPBD Tangsel Buat Serapan Air untuk Cegah Longsor karena Pergeseran Tanah

Megapolitan
Ditegur karena Tak Sopan, Anggota Ormas Pukuli Kuli Bangunan di Pondok Aren

Ditegur karena Tak Sopan, Anggota Ormas Pukuli Kuli Bangunan di Pondok Aren

Megapolitan
Orangtua Ungkap Alasan Mau Berdamai dengan SMA Gonzaga Terkait Murid Tinggal Kelas

Orangtua Ungkap Alasan Mau Berdamai dengan SMA Gonzaga Terkait Murid Tinggal Kelas

Megapolitan
Ini Tiga Poin Kesepakatan Damai SMA Kolese Gonzaga dan Orangtua Murid

Ini Tiga Poin Kesepakatan Damai SMA Kolese Gonzaga dan Orangtua Murid

Megapolitan
Diduga Bobol ATM, 10 Oknum Satpol PP Resmi Dipecat

Diduga Bobol ATM, 10 Oknum Satpol PP Resmi Dipecat

Megapolitan
Sumber Air Kering, Tiga RT di Kawasan Munjul, Cipayung, Krisis Air Bersih

Sumber Air Kering, Tiga RT di Kawasan Munjul, Cipayung, Krisis Air Bersih

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X