Pemprov DKI Tanggung Biaya Pengobatan dan Pemakaman Warga DKI Korban Tsunami Anyer

Kompas.com - 23/12/2018, 23:20 WIB
Sejumlah warga yang selamat akibat gelombang tsunami yang melanda pantai carita mengungsi di salah satu Masjid Kampung Tenjolahang Timur, Caringin Pandeglang, Banten, Minggu (23/12/2018). Informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) data terkini korban hingga pukul 16.00 WIB, yaitu 222 orang meninggal dunia, 843 orang luka-luka dan 28 orang belum ditemukan.KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI Sejumlah warga yang selamat akibat gelombang tsunami yang melanda pantai carita mengungsi di salah satu Masjid Kampung Tenjolahang Timur, Caringin Pandeglang, Banten, Minggu (23/12/2018). Informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) data terkini korban hingga pukul 16.00 WIB, yaitu 222 orang meninggal dunia, 843 orang luka-luka dan 28 orang belum ditemukan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menanggung semua biaya pengobatan maupun biaya pemakaman warga Jakarta yang menjadi peristiwa tsunami di Anyer, Banten.

"Semua yang menjadi korban biaya RS nanti kami bereskan. Insya Allah Pemprov DKI Jakarta yang akan membereskan semuanya," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, Cideng, Jakarta Pusat, Minggu (23/12/2018).

Ia meminta agar keluarga tak khawatir jika menyangkut biaya.

Baca juga: 10 Karyawan Koperasi RSUD Tarakan Jadi Korban Tewas Tsunami di Anyer

"Semua kami tanggung, kami bereskan, keluarga jangan khawatir soal biaya," kata dia.

Hingga saat ini ada 56 warga DKI Jakarta yang menjadi korban tsunami. Sebanyak 54 diantaranya adalah karyawan Koperasi RSUD Tarakan.

"Yang luka sekarang dirawat ada 11, yang sedang dalam perjalanan kesini ada 18 yang meninggal 10, serta sisanya masih dalam pencarian. Lima jenazahnya sudah dibawa keluarga, lima masih disini," lanjut dia.

Anies menambahkan, saat ini pihaknya sudah mengirimkan beberapa ambulans dan menunggu permintaan keperluan bantuan lainnya dari lokasi kejadian.

"Dari pagi kami sudah kirimkan ambulans ke sana, saat ini ada tim dari BPBD dan dari Damkar yang membantu di dalam rehabilitasi di sana," ujar Anies.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa gelombang yang menerjang sejumlah wilayah di kawasan sekitar Selat Sunda itu merupakan tsunami. 




Close Ads X