Penyandang Disabilitas, Lansia, Pemegang KJP Gratis Masuk Ragunan dan Monas

Kompas.com - 27/12/2018, 17:53 WIB
Antrean masuk area tugu Monas Jakarta Pusat tersendat akibat kepadatan pengunjung pada libur Natal pada Selasa (25/12/2018) Kompas.com/RIMA WAHYUNINGRUMAntrean masuk area tugu Monas Jakarta Pusat tersendat akibat kepadatan pengunjung pada libur Natal pada Selasa (25/12/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyandang disabilitas, warga lanjut usia ( lansia), dan siswa-siswi pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP) diberikan fasilitas gratis masuk Taman Margasatwa Ragunan, Tugu Monumen Nasional ( Monas), dan tiga museum di Jakarta pada hari biasa.

Tiga museum yang dimaksud yakni Museum Seni Rupa, Museum Kebaharian Jakarta, dan Museum Kesejarahan Jakarta.

Ketentuan layanan fasilitas gratis itu tercantum dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2017 tentang Layanan Gratis Masuk Taman Margasatwa Ragunan, Tugu Monumen Nasional, dan Museum pada Hari Biasa bagi Masyarakat Tertentu.

Baca juga: Libur Natal, Monas Dipadati Pengunjung

"Layanan gratis masuk Taman Margasatwa Ragunan, Tugu Monumen Nasional dan Museum pada hari biasa diberikan kepada masyarakat tertentu, yaitu penyandang disabilitas, penduduk lanjut usia, dan peserta didik penerima KJP," demikian bunyi Pasal 3 Ayat 1 Pergub tersebut.

Pasal 4 Pergub itu menyatakan, layanan gratis hanya berlaku untuk tarif masuk Taman Margasatwa Ragunan, retribusi masuk museum dan pelataran cawan pada Tugu Monas, serta tiga museum yang telah disebutkan.

Layanan gratis tidak berlaku untuk masuk pelataran puncak Monas, Pusat Primata Schmutzer dan taman satwa anak Ragunan, fasilitas wahana dan permainan lainnya, pemakaian lokasi dan gedung, pendamping, dan fasilitas parkir.

Baca juga: Area Tugu Monas Padat, Pengunjung Sempat Tertahan di Pintu Masuk

Sementara Pasal 3 Pergub itu menyebutkan, penyandang disabilitas dan/atau lansia yang berhak menerima layanan gratis itu harus memiliki KTP DKI.

Penyandang disabilitas dan lansia yang merupakan warga binaan sosial (WBS) dapat memperoleh layanan gratis dengan menggunakan surat rekomendasi dari kepala panti.

Sementara siswa-siswi penerima KJP yang boleh menggunakan layanan gratis itu harus merupakan peserta didik yang terdata dalam data program perlindungan sosial.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masker Ilegal di Cakung Tak Dilengkapi Lapisan Antivirus

Masker Ilegal di Cakung Tak Dilengkapi Lapisan Antivirus

Megapolitan
WNI yang Dievakuasi dari Jepang Akan Tiba di Indonesia 1 Maret 2020

WNI yang Dievakuasi dari Jepang Akan Tiba di Indonesia 1 Maret 2020

Megapolitan
Ojol Dipaksa Tidak Narik Saat Demo, Penumpang Geram

Ojol Dipaksa Tidak Narik Saat Demo, Penumpang Geram

Megapolitan
Berkat Rekaman CCTV, Polisi Berhasil Tangkap Pencuri Tas Berisi Emas di Marunda

Berkat Rekaman CCTV, Polisi Berhasil Tangkap Pencuri Tas Berisi Emas di Marunda

Megapolitan
Dari Atas Mobil Komando, Sufmi Dasco Kesal Orasinya Diinterupsi Pengemudi Ojol

Dari Atas Mobil Komando, Sufmi Dasco Kesal Orasinya Diinterupsi Pengemudi Ojol

Megapolitan
188 WNI Mulai Mendekati Pulau Sebaru Disertai Pengwalan Ketat Aparat

188 WNI Mulai Mendekati Pulau Sebaru Disertai Pengwalan Ketat Aparat

Megapolitan
Pelanggan Tak Luput Kena Sweeping Saat Demo Ojol di DPR

Pelanggan Tak Luput Kena Sweeping Saat Demo Ojol di DPR

Megapolitan
Ada Demo Ojek Online, Driver yang Bawa Penumpang Kena Sweeping Sesama Ojol

Ada Demo Ojek Online, Driver yang Bawa Penumpang Kena Sweeping Sesama Ojol

Megapolitan
Menlu Lepas Keberangkatan Tim Evakuasi WNI di Yokohama Jepang

Menlu Lepas Keberangkatan Tim Evakuasi WNI di Yokohama Jepang

Megapolitan
Santri yang Ditemukan di Sawah Tewas karena Tersedak Lumpur dan Air

Santri yang Ditemukan di Sawah Tewas karena Tersedak Lumpur dan Air

Megapolitan
Polisi Tembak Dua Penipu dan Skimming ATM

Polisi Tembak Dua Penipu dan Skimming ATM

Megapolitan
Gudang Penimbunan dan Produksi Masker Ilegal di Cakung-Cilincing Kantongi Izin Penyimpanan Alat Kesehatan

Gudang Penimbunan dan Produksi Masker Ilegal di Cakung-Cilincing Kantongi Izin Penyimpanan Alat Kesehatan

Megapolitan
Polisi Buru Pembuat Kartu ATM BRI Link yang Digunakan untuk Skimming

Polisi Buru Pembuat Kartu ATM BRI Link yang Digunakan untuk Skimming

Megapolitan
Manfaatkan Isu Corona, Produsen Masker Ilegal di Cakung Cilincing Gunakan Mesin dari China

Manfaatkan Isu Corona, Produsen Masker Ilegal di Cakung Cilincing Gunakan Mesin dari China

Megapolitan
Guru SMAN 12 yang Pukul Muridnya Dipindah Mengajar ke Kabupaten Bekasi

Guru SMAN 12 yang Pukul Muridnya Dipindah Mengajar ke Kabupaten Bekasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X