Kapolda Metro Jaya: Kasus Novel adalah Utang Kami

Kompas.com - 28/12/2018, 11:46 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjend Idham Azis saat memberikan keterangan pers di Mapolda Metro Jaya, Senin (24/9/2018).Kompas.com/Sherly Puspita Kapolda Metro Jaya Irjend Idham Azis saat memberikan keterangan pers di Mapolda Metro Jaya, Senin (24/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis mengatakan, kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan merupakan utang bagi pihak kepolisian.

Idham menyatakan, penyidik dari Polda Metro Jaya masih terus melakukan penyidikan terkait kasus yang terjadi pada 11 April 2018 silam.

"Kami terus juga berkomitmen untuk terus, ini merupakan utang yang harus kami kerjakan terus," kata Idham dalam Jumpa Pers Akhir Tahun Polda Metro Jaya, Jumat (28/12/2018).

Baca juga: Soal Rekomendasi Komnas HAM Bentuk Tim Gabungan Kasus Novel Baswedan, ini Kata Polri

Idham menuturkan, pihaknya secara rutin menyampaikan perkembangan proses penyidikan kepada sejumlah lembaga seperti Ombudsman, Komnas HAM, dan KPK.

Namun, Idham mengakui bahwa setiap kasus mempunyai kesulitan dan karakteristik berbeda, termasuk kasus penyiraman Novel.

"Kami sadari tidak semua kasus itu mudah dan mempunyai spesifikasi pengungkapan yang berbeda-beda, itu sudah alami," ujar Idham.

Ia mencontohkan, ada sejumlah kasus yang belum terungkap namun penyidikannya masih terus berjalan, antara lain kasus kematian Akseyna dan pelemparan bom molotov di Kedubes Myanmar.

"Saya mengatakan bahwa kami terus bekerja, kami terus melakukan analisa dan evaluasi karena ini merupakan bagian utang dari Polda Metro Jaya untuk menuntaskan semua kasus-kasus," kata Idham.

Pada 11 April 2017, Novel disiram air keras oleh orang tak dikenal setelah menunaikan salat subuh di Masjid Al Ihsan, tak jauh dari rumahnya di bilangan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Akibatnya, Novel mengalami luka pada mata kiri dan harus berobat di Singapura sejak 12 April 2017.

Baca juga: Novel Baswedan Pernah Sebut Keterlibatan Jenderal Polisi, Ini Kata Komnas HAM

Hingga kini, pelaku penyerangan Novel masih belum terungkap. Setelah menjalani perawatan di Singapura, Novel diizinkan pulang ke Indonesia pada 22 Februari 2018.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya


Close Ads X