Kompas.com - 31/12/2018, 08:42 WIB
Warga lesehan menikmati pertunjukan musik di trotoar sudirman, Rabu (29/8/2018) KOMPAS.com/ RYANA ARYADITA UMASUGI Warga lesehan menikmati pertunjukan musik di trotoar sudirman, Rabu (29/8/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Tahun 2018 akan dicatat sebagai tahun saat ruas jalan utama Ibu Kota, yakni Jalan Jenderal Sudirman-Jalan MH Thamrin, tampil dengan rupa baru.

Dipersoleknya Sudirman-Thamrin oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, tak lepas dari momentum Asian Games 2018.

DKI mendapat tugas untuk merapikan koridor Sudirman-Thamrin, yang selama ini terganggu dengan proyek pembangunan moda raya terpadu (MRT).

Konsep penataan trotoar Jalan Sudirman dan Jalan MH Thamrin yang diumumkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Selasa (6/3/2018). Dok. Pemprov DKI Jakarta Konsep penataan trotoar Jalan Sudirman dan Jalan MH Thamrin yang diumumkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Selasa (6/3/2018).

Jalan dan trotoar rapi

Perbaikan awal dimulai dari lajur dan trotoar. Konsep revitalisasinya diluncurkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada 6 Maret 2018.

Trotoar yang ada dilebarkan antara 8-10 meter. Selain bentuknya yang lebih modern, trotoar ini juga rapi dan ramah penyandang disabilitas. Tak hanya itu, ada pojok-pojok untuk bersantai dan berkesenian.

Anies mengatakan, area Sudirman-Thamrin harus menjadi tempat munculnya ruang ekspresi. Ia ingin kawasan Sudirman-Thamrin menjadi ruang interaksi warga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Upaya Anies Hadirkan Kesetaraan Melalui Penataan Trotoar Sudirman-Thamrin...

"Jadi yang membuat Sudirman-Thamrin itu hidup bukan gedung pencakar langitnya, tetapi orang yang berinteraksi di wilayah itu. Karena itu, penataan ini adalah rencana membangun interaksi," ujarnya 6 Maret lalu.

Para pekerja tampak membersihkan ubin di Trotoar sepanjang Jalan Sudirman - Thamrin, Selasa (31/7/2018)KOMPAS.com/ RINDI NURIS VELAROSDELA Para pekerja tampak membersihkan ubin di Trotoar sepanjang Jalan Sudirman - Thamrin, Selasa (31/7/2018)

Untuk ruas jalan, pemisah jalur cepat dan lambat dibongkar dengan memindahkan 3.000 pohon. Tersisa empat lajur di tiap jalur untuk kendaraan selain transjakarta.

Baca juga: Ini 5 Spot Budaya di Sepanjang Trotoar Sudirman-Thamrin

Proyek ini didanai dari sisa kompensasi koefisien lantai bangunan (KLB) Simpang Susun Semanggi. Anies, meminta kontraktor mengebut pekerjannya dan harus selesai sebelum Asian Games 2018.

Sebagian besar pekerjaan selesai sebelum pembukaan Asian Games pada 18 Agustus 2018. Namun hingga akhir tahun, masih ada beberapa ruas yang belum diselesaikan di Jalan MH Thamrin dan Taman Semanggi.

JPO Polda, JPO Gelora Bung Karno dan JPO Bundara Senayan akan direvitalisasi pada 1 Novmeber-31 Desember 2018RIMA WAHYUNINGRUM JPO Polda, JPO Gelora Bung Karno dan JPO Bundara Senayan akan direvitalisasi pada 1 Novmeber-31 Desember 2018

JPO lama dan baru

Bersamaan dengan perbaikan trotoar dan jalan, Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Bundaran Hotel Indonesia (HI) dibongkar pada hari 30 Juli 2018. Anies mengatakan, JPO di samping Bundaran HI dibongkar karena menghalangi pandangan ke arah Patung Selamat Datang yang berada di tengah bundaran HI.

Tak hanya Bundaran HI, JPO Tosari juga dibongkar sejak 14 Desember 2018.

Baca juga: Halte Bundaran HI akan Dibangun Lagi, jadi Halte yang Paling Ideal

Namun, ada juga JPO baru yakni di Dukuh Atas,  Bundaran Senayan, Gelora Bung Karno, dan Polda Metro Jaya.

JPO di Dukuh Atas sisi Timur direlokasi agak mundur ke arah selatan.

Kemudian untuk JPO Bundaran Senayan, Gelora Bung Karno, dan Polda Metro Jaya, yang kondisinya memprihatinkan, akan dibuat "kekinian". Bakal ada lift dan lampu pencahayaan. JPO dirombak sejak 1 November 2018 dengan merobohkannya.

JPO itu ditargetkan rampung akhir Desember 2018.

Pelican crossing Jalan Jenderal Sudirman yang menyambungkan kawasan Senayan dengan Halte Bundaran Senayan sudah bisa dilintasi seperti pada Rabu (21/11/2018) sore. Kompas.com/RIMA WAHYUNINGRUM Pelican crossing Jalan Jenderal Sudirman yang menyambungkan kawasan Senayan dengan Halte Bundaran Senayan sudah bisa dilintasi seperti pada Rabu (21/11/2018) sore.

Pelican crossing

Untuk menggantikan JPO yang dihapus di Bundaran HI dan Tosari, Pemprov DKI menyediakan pelican crossing atau zebra cross dengan tombol pengendali.

Keberadaan pelican crossing sebenarnya bukan hal baru di Ibu Kota. Beberapa ruas jalan memang menggunakan teknologi ini untuk membuat pejalan kaki lebih aman.

Baca juga: Ada Pelican Crossing, Kaum Difabel Tak Perlu Naik JPO ke Halte BI

Namun, di ruas jalan utama seperti Jalan MH Thamrin, pelican crossing menjadi hal baru lantaran kini juga dilengkapi dengan petugas Dinas Perhubungan yang membantu warga menyeberang.

Pelican crossing juga dibuat di Bundaran Senayan dan GBK sebagai sarana penyeberangan selama JPO masih dalam pengerjaan.

Kawasan tilang E-TLE di Sudriman-Thamrin- Kawasan tilang E-TLE di Sudriman-Thamrin

E-TLE

Ruas Sudirman-Thamrin yang rapi, boleh jadi akan diikuti pengendara yang lebih tertib. Hal ini dikarenakan adanya teknologi electronic traffic law enforcement (E-TLE) yang dipasang di sejumlah persimpangan.

E-TLE adalah kamera pengawas atau CCTV yang bisa mencatat pelanggaran lalu lintas.

"CCTV tersebut bisa merekam, meng-capture pelanggaran, pelat nomor kendaraan di lapangan kemudian terkoneksi di back office TMC Polda Metro Jaya. Nanti dari back office ada petugas dari Gakkum dan Regident yang akan mengecek database tersebut," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf, 1 Oktober 2018 lalu.

Baca juga: Penindakan Belum Dilakukan Saat Uji Coba Tilang Elektronik E-TLE

Jenis-jenis pelanggaran yang dapat terdeteksi sistem itu adalah pelanggaran ganjil-genap, pelanggaran marka dan rambu jalan, pelanggaran batas kecepatan, kesalahan jalur, kelebihan daya angkut dan dimensi, menerobos lampu merah, melawan arus, mengemudi dengan kecepatan melebihi batas, tidak menggunakan helm, tidak menggunakan sabuk pengaman, dan menggunakan ponsel saat berkendara.

Surat tilang akan dikirimkan ke kediaman masing-masing pelanggar dan denda tilang dibayarkan melalui bank.

Baca juga: Sehari CCTV ETLE Rekam 232 Pelanggaran Lalin di Sudirman-Thamrin

E-TLE mulai diuji coba pada 1 Oktober 2018 lalu di simpang Sarinah, simpang Patung Kuda, dan Simpang Kebon Sirih.

Awal November 2018, E-TLE resmi diberlakukan dengan dimulainya penindakan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Level 2 Jakarta, Pengunjung Supermarket-Pasar Maksimal 75 Persen dari Kapasitas

PPKM Level 2 Jakarta, Pengunjung Supermarket-Pasar Maksimal 75 Persen dari Kapasitas

Megapolitan
Pemkot Bogor Siapkan 68 Motor Sampah untuk Angkut Sampah di Wilayah yang Sulit Dijangkau Truk

Pemkot Bogor Siapkan 68 Motor Sampah untuk Angkut Sampah di Wilayah yang Sulit Dijangkau Truk

Megapolitan
Kota Bogor Hadapi Cuaca Ekstrem, Bima Arya Minta Jajarannya Siaga

Kota Bogor Hadapi Cuaca Ekstrem, Bima Arya Minta Jajarannya Siaga

Megapolitan
Pengelola Catat Ada 15.000 Pengunjung pada Hari Pertama Anak Boleh Masuk Ancol

Pengelola Catat Ada 15.000 Pengunjung pada Hari Pertama Anak Boleh Masuk Ancol

Megapolitan
Taman Margasatwa Ragunan Kembali Dibuka pada Sabtu, 23 Oktober

Taman Margasatwa Ragunan Kembali Dibuka pada Sabtu, 23 Oktober

Megapolitan
PPKM Level 2 Jakarta, Kapasitas Pasar yang Jual Non-kebutuhan Sehari-hari Jadi 75 Persen

PPKM Level 2 Jakarta, Kapasitas Pasar yang Jual Non-kebutuhan Sehari-hari Jadi 75 Persen

Megapolitan
Tempat Bermain Anak dan Tempat Hiburan di Mal di Jakarta Boleh Beroperasi Selama PPKM Level 2

Tempat Bermain Anak dan Tempat Hiburan di Mal di Jakarta Boleh Beroperasi Selama PPKM Level 2

Megapolitan
PPKM Level 2 di Jakarta, Kapasitas Gym Naik Jadi Maksimal 50 Persen

PPKM Level 2 di Jakarta, Kapasitas Gym Naik Jadi Maksimal 50 Persen

Megapolitan
Aturan PPKM Level 2, Kantor Non-esensial di Jakarta Bisa Terapkan WFO Maksimal 50 Persen

Aturan PPKM Level 2, Kantor Non-esensial di Jakarta Bisa Terapkan WFO Maksimal 50 Persen

Megapolitan
PPKM Level 2 Jakarta, Jumlah Jemaah Tempat Ibadah Maksimal 75 Persen dari Kapasitas

PPKM Level 2 Jakarta, Jumlah Jemaah Tempat Ibadah Maksimal 75 Persen dari Kapasitas

Megapolitan
Aturan PPKM Level 2 di Jakarta, Anak di Bawah 12 Tahun Diizinkan Masuk Bioskop

Aturan PPKM Level 2 di Jakarta, Anak di Bawah 12 Tahun Diizinkan Masuk Bioskop

Megapolitan
PPKM Level 2 di Jakarta, Kapasitas Restoran yang Beroperasi Malam Naik Jadi 50 Persen

PPKM Level 2 di Jakarta, Kapasitas Restoran yang Beroperasi Malam Naik Jadi 50 Persen

Megapolitan
PPKM Level 2 Jakarta, Transportasi Umum Beroperasi dengan Kapasitas 100 Persen

PPKM Level 2 Jakarta, Transportasi Umum Beroperasi dengan Kapasitas 100 Persen

Megapolitan
Bawa Anak ke Tempat Bermain di Mal, Para Orangtua Bawa Baju Ganti Anak hingga Ingatkan Pakai Hand Sanitizer

Bawa Anak ke Tempat Bermain di Mal, Para Orangtua Bawa Baju Ganti Anak hingga Ingatkan Pakai Hand Sanitizer

Megapolitan
PPKM Level 2, Tempat Wisata dan Taman di Jakarta Dibuka dengan Kapasitas 25 Persen

PPKM Level 2, Tempat Wisata dan Taman di Jakarta Dibuka dengan Kapasitas 25 Persen

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.