Naik Bus PPD Kini Bisa Bayar Pakai Seluruh Kartu Uang Elektronik

Kompas.com - 31/12/2018, 18:40 WIB
Bus PPD lawas dipamerkan pada Indonesia Classic & Unique] Bus yang menjadi bagian dari International Trade Exhibition for Auto Parts, Accessories, and Vehicle Equip (INAPA), berlangsung hingga 1 April 2017, di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (30/3/2017). KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGBus PPD lawas dipamerkan pada Indonesia Classic & Unique] Bus yang menjadi bagian dari International Trade Exhibition for Auto Parts, Accessories, and Vehicle Equip (INAPA), berlangsung hingga 1 April 2017, di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (30/3/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan Umum Pengangkut Penumpang Djakarta ( Perum PPD) telah memperbarui sistem pembayaran e-ticketing mereka yang membuat transaksi pembayaran lebih leluasa.

Direktur Operasional dan Pemasaran Perum PPD Bambang Suryo Susakti mengatakan, jika sebelumnya sistem yang dimiliki hanya mampu membaca kartu bank tertentu saat transaksi, di sistem yang baru ini seluruh kartu bank atau e-money dapat digunakan.

Sistem tersebut mulai diuji coba pada Senin (31/12/2018).

Baca juga: Terapkan E-Ticketing, Damri Gandeng Telkom

"Di sistem kami ini, di satu sistem bisa membaca semua uang elektronik," ujar Bambang saat ditemui di Stasiun Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (31/12/12/2018)

Bambang mengatakan, uji coba dilakukan di 50 bus milik PPD, termasuk Transjabodetabek Premium dan Reguler. Rencananya, uji coba berlangsung selama sebulan.

Bambang menuturkan, sedikitnya pilihan kartu yang digunakan membuat sejumlah penumpang sebelumnya masih menggunakan pembayaran secara tunai.

Namun setelah uji coba berakhir, penumpang diharuskan melakukan pembayaran menggunakan kartu uang elektronik.

Seluruh armada PPD juga akan dilengkapi dengan sistem e-ticketing tersebut.

Bambang mengatakan, penerapan sistem e-ticketing untuk mencegah ada kebocoran keuangan.

Dengan penerapan sistem itu, juga diharapkan mempermudah masyarakat dalam sistem pembayaran yang berkaitan dengan transaksi.

Selain e-money, rencananya penumpang bus PPD bakal bisa menggunakan Kartu Multi Trip (KMT) milik PT KCI.

Baca juga: PT KCI: Pembaruan E-Ticketing Akan Memudahkan Integrasi Transportasi

VP Komunikasi PT KCI Eva Chairunisa mengatakan, KMT milik KCI rencananya dapat digunakan di seluruh bus PPD pada triwulan pertama 2019.

Saat ini, PPD dan KCI masih menunggu persetujuan dari Bank Indonesia.

"(bisa digunakan) setelah proses perizinan kartu KMT sebagai e-money sudah keluar. Saat ini masih proses perizinan di BI," ujar Eva.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Upaya RW 009 Kelurahan Grogol yang Berhasil Ubah Zona Merah Covid-19 Jadi Zona Hijau

Upaya RW 009 Kelurahan Grogol yang Berhasil Ubah Zona Merah Covid-19 Jadi Zona Hijau

Megapolitan
Jajaran Polres Jakpus Mulai Divaksin Covid-19

Jajaran Polres Jakpus Mulai Divaksin Covid-19

Megapolitan
Pemkot Tangsel Bahas Teknis Pembuangan Sampah ke TPA Cilowong Serang

Pemkot Tangsel Bahas Teknis Pembuangan Sampah ke TPA Cilowong Serang

Megapolitan
Sudinhub Jakpus: Pesepeda Sudah Dibuatkan Jalur Permanen, Kok Tidak Dipakai?

Sudinhub Jakpus: Pesepeda Sudah Dibuatkan Jalur Permanen, Kok Tidak Dipakai?

Megapolitan
Ratusan Lansia di Pondok Kopi Divaksinasi Covid-19 di Permukiman Warga

Ratusan Lansia di Pondok Kopi Divaksinasi Covid-19 di Permukiman Warga

Megapolitan
Ini yang Harus Disiapkan Sekolah di Depok jika Pembelajaran Tatap Muka Diizinkan

Ini yang Harus Disiapkan Sekolah di Depok jika Pembelajaran Tatap Muka Diizinkan

Megapolitan
Kembali Beroperasi, Restoran Milik Rizky Billar Dipantau Ketat Satpol PP

Kembali Beroperasi, Restoran Milik Rizky Billar Dipantau Ketat Satpol PP

Megapolitan
Polisi Akan Periksa Rizky Billar Terkait Pembukaan Restoran yang Langgar Prokes

Polisi Akan Periksa Rizky Billar Terkait Pembukaan Restoran yang Langgar Prokes

Megapolitan
Sejumlah Ruas Jalan di Tangsel Berlubang

Sejumlah Ruas Jalan di Tangsel Berlubang

Megapolitan
Asal Usul Manggarai, Pusat Perbudakan Perempuan di Batavia

Asal Usul Manggarai, Pusat Perbudakan Perempuan di Batavia

Megapolitan
Anies Nonaktifkan Dirut Pembangunan Sarana Jaya yang Jadi Tersangka Korupsi

Anies Nonaktifkan Dirut Pembangunan Sarana Jaya yang Jadi Tersangka Korupsi

Megapolitan
Remaja Jatuh Saat Berusaha Kabur dari Razia Knalpot Bising di Monas

Remaja Jatuh Saat Berusaha Kabur dari Razia Knalpot Bising di Monas

Megapolitan
Banyak Pesepeda Keluar Jalur Khusus Sepeda di Sudirman

Banyak Pesepeda Keluar Jalur Khusus Sepeda di Sudirman

Megapolitan
Jika Diizinkan Sekolah Tatap Muka, Disdik Depok Akan Batasi Murid dan Mata Pelajaran

Jika Diizinkan Sekolah Tatap Muka, Disdik Depok Akan Batasi Murid dan Mata Pelajaran

Megapolitan
Sekolah Tatap Muka di Depok Butuh Persetujuan Satgas Covid-19 dan Orangtua

Sekolah Tatap Muka di Depok Butuh Persetujuan Satgas Covid-19 dan Orangtua

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X