Kali Sentiong Tercemar, DKI Harap Ada Regulasi soal Penggunaan Detergen

Kompas.com - 02/01/2019, 22:31 WIB
Busa berwarna putih muncul di Kali Sentiong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (1/1/2019). KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELABusa berwarna putih muncul di Kali Sentiong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (1/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah provinsi (pemprov) DKI Jakarta akan meminta Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia untuk membuat regulasi yang lebih baik terkait penggunaan detergen sehingga lebih ramah lingkungan.

Diketahui, Balai Sertifikasi Industri dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia telah mengeluarkan aturan Standar Nasional Indonesia 4594 tahun 2010 tentang detergen bubuk.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, penggunaan detergen bubuk yang dapat mencemari lingkungan adalah masalah yang ada di seluruh Indonesia.

Namun, masyarakat hanya mengetahui limbah detergen bisa mencemari lingkungan setelah informasi munculnya busa di Kali Sentiong viral di sosial media. Informasi terkait busa di Kali Sentiong pertama kali diunggah oleh akun instagram @jktinfo pada Selasa (1/1/2019).

"Ini problem seluruh Indonesia tapi yang kelihatan hanya di sini (Kali Sentiong) karena ada rumah pompa sehingga airnya diaduk lalu terlihat busanya, sedangkan di daerah-daerah lain yang tidak ada rumah pompa tidak terlihat (busanya)," kata Anies di Kelurahan Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (2/1/2018).

Baca juga: Detergen Cemari Kali Sentiong, Anies Ingin Temui Menteri Perindustrian dan Perdagangan

"Jadi, langkah yang akan kita lakukan adalah saya akan mengatur untuk bisa bicara dengan Menteri Perindustrian dan Menteri Perdagangan agar ada regulasi yang lebih baik menyangkut detergen di Indonesia," lanjut dia.

Anies berharap, regulasi itu bisa mengatur penggunaan detergen pada industri atau pun rumah tangga yang lebih ramah lingkungan.

"Selama produk-produk yang digunakan untuk mencuci, standar pencemaran lingkungannya itu tinggi, ya kita akan selalu mengalami masalah ini. Menurut saya itu penting menyelesaikan masalah di hulunya, kalau enggak kita hanya bekerja di hilirnya," ungkap Anies.

Baca juga: Selain Deterjen, Limbah Domestik Rumah Tangga Turut Cemari Kali Sentiong

Diberitakan sebelumnya, Anies menyebut busa yang muncul di permukaan Kali Sentiong, Kemayoran disebabkan air mengandung kadar limbah detergen yang tinggi.

Limbah detergen itu berasal dari masyarakat yang tinggal di sekitar Danau Sunter. Kemudian, air itu dipompa untuk dialirkan menuju Kali Sentiong.

"Terkait dengan Kali Sentiong tadi kita lihat bahwa limbah detergen dari berbagai sumber khususnya rumah tangga itu sangat luar biasa tinggi," kata Anies.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Penangkapan Satu Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan, Dikejar hingga Sumsel

Kronologi Penangkapan Satu Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan, Dikejar hingga Sumsel

Megapolitan
Underpass Ghandi Kemayoran Masih Banjir, Arus Lalu Lintas Dialihkan

Underpass Ghandi Kemayoran Masih Banjir, Arus Lalu Lintas Dialihkan

Megapolitan
Kabur ke Sumsel, Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan Sudah Ditangkap

Kabur ke Sumsel, Pelaku Penodongan di Warteg Pesanggrahan Sudah Ditangkap

Megapolitan
Di Balik Tegaknya Masjid Lautze, Ada Peran BJ Habibie...

Di Balik Tegaknya Masjid Lautze, Ada Peran BJ Habibie...

Megapolitan
Tradisi Bagi-bagi Angpau untuk Warga Kurang Mampu di Wihara Dharma Bhakti

Tradisi Bagi-bagi Angpau untuk Warga Kurang Mampu di Wihara Dharma Bhakti

Megapolitan
Sejak Pagi, Kelenteng Tertua di Tangerang Boen Tek Bio Dipadati Umat

Sejak Pagi, Kelenteng Tertua di Tangerang Boen Tek Bio Dipadati Umat

Megapolitan
Kisah Rumah Tua Pondok Cina, Jejak Etnis Tionghoa di Depok

Kisah Rumah Tua Pondok Cina, Jejak Etnis Tionghoa di Depok

Megapolitan
Ketika Masyarakat Tionghoa di Wihara Dharma Bakti Berdoa Lebih Lama pada Tahun Tikus Logam

Ketika Masyarakat Tionghoa di Wihara Dharma Bakti Berdoa Lebih Lama pada Tahun Tikus Logam

Megapolitan
Fakta tentang Virus Corona, Gejalanya Sangat Umum, Satu Orang Diduga Terinfeksi

Fakta tentang Virus Corona, Gejalanya Sangat Umum, Satu Orang Diduga Terinfeksi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Jakarta Banjir Lagi | Suspect Virus Corona di Jakarta Utara

[POPULER JABODETABEK] Jakarta Banjir Lagi | Suspect Virus Corona di Jakarta Utara

Megapolitan
Cerita Singkat tentang Masjid Lautze yang Dibangun oleh Warga Keturunan Tionghoa

Cerita Singkat tentang Masjid Lautze yang Dibangun oleh Warga Keturunan Tionghoa

Megapolitan
Revitalisasi Monas Terhambat Legalitas, Apa yang Dilakukan Pemprov DKI?

Revitalisasi Monas Terhambat Legalitas, Apa yang Dilakukan Pemprov DKI?

Megapolitan
Melihat Sembahyang Imlek di Wihara Dharma Bakti Petak Sembilan

Melihat Sembahyang Imlek di Wihara Dharma Bakti Petak Sembilan

Megapolitan
Ini Lokasi dan Rangkaian Acara Perayaan Imlek di Jakarta

Ini Lokasi dan Rangkaian Acara Perayaan Imlek di Jakarta

Megapolitan
Jejak Orang Tionghoa dalam Roti Gambang dan Es Teler

Jejak Orang Tionghoa dalam Roti Gambang dan Es Teler

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X