Polisi Lakukan Olah TKP Kematian Bripka Matheus di TPU Mutiara

Kompas.com - 03/01/2019, 12:04 WIB
Polisi lakukan olah TKP lanjutan terkait kematian Bripka Matheus di TPU Mutiara Pancoran Mas, Depok, Kamis (3/1/2019). KOMPAS.COM/CYNTHIA LOVAPolisi lakukan olah TKP lanjutan terkait kematian Bripka Matheus di TPU Mutiara Pancoran Mas, Depok, Kamis (3/1/2019).

DEPOK, KOMPAS.com - Tim Puslabfor Polri terus melakukan penyelidikan penyebab kematian anggota Polres Depok, Bripka Matheus. Tim Puslabfor melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan di TPU Mutiara, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, Kamis (3/12/2018).

Anggota kepolisian lakukan pra rekonstruksi ulang kematian Bripka Matheus. Seorang polisi memeragakan posisi terakhir Matheus saat jenazahnya ditemukan warga. Ia tampak terlentang dengan posisi senjata api semi otomatis berada di sisi kiri korban.

Sementara sepeda motor milik Matheus ada di sebelah kiri jenazah Matheus dengan kunci yang menggantung.

Baca juga: Fakta Tewasnya Bripka Matheus, dari Minta Maaf hingga Bertemu Anak

Polisi masih menyisir lokasi kejadian untuk mencari selongsong peluru yang digunakan untuk melengkapi berkas perkara.

Sejumlah warga memenuhi lokasi tersebut, sementara polisi berjaga di lokasi .

Bripka Matheus ditemukan tewas dengan luka tembak di kepala di kawasan TPU Mutiara, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, Senin lalu. Saat melakukan olah TKP pada Senin malam, polisi belum menemukan selonsong peluru yang telah menyebabkan luka tembak pada korban.

Polisi telah memeriksa tujuh saksi untuk mengungkap misteri tewasnya Bripka Matheus. Tujuh saksi yang telah diperiksa merupakan warga yang ada di lokasi penemuan korban dan tetangga korban.

Sebelum tewas, Matheus mengirim pesan singkat kepada salah satu temannya. Pesan tersebut berisi permintaan maaf Matheus kepada temannya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polres Jakbar Amankan 254 Kilogram Ganja di Sumatera Utara

Polres Jakbar Amankan 254 Kilogram Ganja di Sumatera Utara

Megapolitan
Detik-detik Aksi Penodongan di Warteg, Pelaku Awalnya Memesan Makanan

Detik-detik Aksi Penodongan di Warteg, Pelaku Awalnya Memesan Makanan

Megapolitan
KA Tawang Jaya Anjlok, Sejumlah Perjalanan KRL Terganggu

KA Tawang Jaya Anjlok, Sejumlah Perjalanan KRL Terganggu

Megapolitan
Kereta Api Tawang Jaya Anjlok di Perlintasan Pasar Senen

Kereta Api Tawang Jaya Anjlok di Perlintasan Pasar Senen

Megapolitan
Korban Meninggal akibat Kecelakaan Bus Pariwiasata di Subang Bertambah Satu

Korban Meninggal akibat Kecelakaan Bus Pariwiasata di Subang Bertambah Satu

Megapolitan
Pemerintah Hapus Tenaga Honorer, Pemkot Tangsel Prihatin akan Nasib Pegawai

Pemerintah Hapus Tenaga Honorer, Pemkot Tangsel Prihatin akan Nasib Pegawai

Megapolitan
Kejar Tersangka hingga ke Sumatera, Polres Jakbar Ungkap Peredaran Ganja Lintas Provinsi

Kejar Tersangka hingga ke Sumatera, Polres Jakbar Ungkap Peredaran Ganja Lintas Provinsi

Megapolitan
Diduga Peras PNS, Oknum Wartawan di Bogor Ditangkap Polisi

Diduga Peras PNS, Oknum Wartawan di Bogor Ditangkap Polisi

Megapolitan
Modus Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal, Bagikan Karcis dengan Nama Polisi Fiktif

Modus Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal, Bagikan Karcis dengan Nama Polisi Fiktif

Megapolitan
Mulai Februari, Tilang Elektronik Berlaku untuk Pengendara Sepeda Motor di Jakarta

Mulai Februari, Tilang Elektronik Berlaku untuk Pengendara Sepeda Motor di Jakarta

Megapolitan
Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal Ditangkap Setelah Video Pemalakan Viral

Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal Ditangkap Setelah Video Pemalakan Viral

Megapolitan
Warga Was-was dengan Keberadaan Sarang Tawon Vespa di Bintaro

Warga Was-was dengan Keberadaan Sarang Tawon Vespa di Bintaro

Megapolitan
Dugaan Penyiksaan Lutfi, IPW Sebut Oknum Polisi Lakukan Cara Nazi

Dugaan Penyiksaan Lutfi, IPW Sebut Oknum Polisi Lakukan Cara Nazi

Megapolitan
PKS DKI Sebut Nama Baru Cawagub Tak Perlu Lewati Fit And Proper Test

PKS DKI Sebut Nama Baru Cawagub Tak Perlu Lewati Fit And Proper Test

Megapolitan
Polisi Tembak Polisi di Depok Dituntut Hukuman 13 Tahun Penjara

Polisi Tembak Polisi di Depok Dituntut Hukuman 13 Tahun Penjara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X