Polisi yang Dikirimi SMS "Maaf" oleh Bripka Matheus Diperiksa Polda

Kompas.com - 03/01/2019, 13:12 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (22/12/2018). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DKabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (22/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com — Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, sebelum tewas Bripka Matheus mengirim pesan kepada temannya yang merupakan sesama polisi.

Pesan tersebut berisi permintaan maaf Matheus kepada temannya yang juga sesama polisi.

"Iya (pesan ke polisi)," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Kamis (3/1/2019).

Baca juga: Anggota Polres Depok Bripka Matheus Tewas dengan Luka Tembak di Kepala


Argo mengatakan, pihaknya telah memeriksa rekan Matheus yang menerima pesan itu.

Namun, rekan Matheus menjelaskan bahwa dia hanya mendapatkan pesan tanpa mengetahui maksud pesan tersebut.

"Ya cuma itu saja," ujar Argo.

Bripka Matheus selaku anggota Polresta Depok ditemukan tewas dengan luka tembak di kepala di kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Mutiara, Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, Senin (31/12/2018) sore.

Dari hasil penyelidikan, di tangan Matheus ditemukan bekas mesiu.

Sementara senjata api milik Matheus ditemukan berada sangat dekat dengan jenazahnya.

Di ponsel Matheus juga ditemukan sebuah pesan singkat yang dikirim ke temannya berisi permintaan maaf.

Baca juga: Polisi Tak Temukan Peluru di Lokasi Penembakan Anggota Polres Depok

Namun, saat itu Argo belum mau menyebutkan apakah penerima pesan merupakan rekannya sesama polisi atau teman di luar instansi tempat Matheus bekerja.

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Senin malam, tapi belum dapat menemukan bukti bekas peluru dari luka tembak yang dialami korban.

Polisi akan kembali menyelidiki lebih lanjut dengan melakukan olah TKP pada Kamis ini.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ninoy Karundeng Bantah Diobati Dokter Insani Saat Dianiaya

Ninoy Karundeng Bantah Diobati Dokter Insani Saat Dianiaya

Megapolitan
Tolak Berhubungan Badan, Wanita di Cikupa Dianiaya Pacarnya

Tolak Berhubungan Badan, Wanita di Cikupa Dianiaya Pacarnya

Megapolitan
Dishub DKI Sedang Kaji 3 Hal Terkait Pengoperasian Skuter Elektrik

Dishub DKI Sedang Kaji 3 Hal Terkait Pengoperasian Skuter Elektrik

Megapolitan
Pengoperasian Becak Listrik di Jakarta Terganjal Perda

Pengoperasian Becak Listrik di Jakarta Terganjal Perda

Megapolitan
Polda Metro Jaya Nyatakan Tak Buat Pesan Berantai soal Pengamanan Ibadat di Gereja

Polda Metro Jaya Nyatakan Tak Buat Pesan Berantai soal Pengamanan Ibadat di Gereja

Megapolitan
Viral, Seorang Pria Dikeroyok di Stasiun Jurangmangu

Viral, Seorang Pria Dikeroyok di Stasiun Jurangmangu

Megapolitan
Ditinggal Pergi Ibu, Balita Tewas Setelah Terjatuh dari Lantai 7 Rusunawa Tambora

Ditinggal Pergi Ibu, Balita Tewas Setelah Terjatuh dari Lantai 7 Rusunawa Tambora

Megapolitan
Ketua RT Tugu Selatan Kerepotan Atur Penerangan Jembatan Kerang Hijau

Ketua RT Tugu Selatan Kerepotan Atur Penerangan Jembatan Kerang Hijau

Megapolitan
Hari-hari Terakhir Affan, Bocah 10 Tahun yang Tewas Ditabrak Kereta Api

Hari-hari Terakhir Affan, Bocah 10 Tahun yang Tewas Ditabrak Kereta Api

Megapolitan
Setelah Nenek Buta Huruf Ditipu, Kini Rumahnya Berdiri di Atas Tanah dengan 2 Pemilik Berbeda

Setelah Nenek Buta Huruf Ditipu, Kini Rumahnya Berdiri di Atas Tanah dengan 2 Pemilik Berbeda

Megapolitan
Polisi: Bom Rakitan yang Disita Bersama Abdul Basith Berdaya Ledak Radius 30 Meter

Polisi: Bom Rakitan yang Disita Bersama Abdul Basith Berdaya Ledak Radius 30 Meter

Megapolitan
Meski Dipasangi Pagar, Pelintasan Sebidang Dekat Stasiun Palmerah Tetap Bisa Dilalui Kendaraan

Meski Dipasangi Pagar, Pelintasan Sebidang Dekat Stasiun Palmerah Tetap Bisa Dilalui Kendaraan

Megapolitan
Cerita soal Jembatan Kerang Hijau, Iseng Ajukan ke Pemkot Hingga Terkejut dengan Desainnya

Cerita soal Jembatan Kerang Hijau, Iseng Ajukan ke Pemkot Hingga Terkejut dengan Desainnya

Megapolitan
Polisi: Abdul Basith Rencanakan Peledakan untuk Gagalkan Pelantikan Presiden-Wapres

Polisi: Abdul Basith Rencanakan Peledakan untuk Gagalkan Pelantikan Presiden-Wapres

Megapolitan
Pemkot Tangsel Akan Tambah Personel untuk Awasi Truk

Pemkot Tangsel Akan Tambah Personel untuk Awasi Truk

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X