Tersangka Pengeroyokan di Diskotek Bandara Kabur ke Rumah Orangtuanya

Kompas.com - 03/01/2019, 16:26 WIB
Sejumlah barang bukti kasus pengeroyokan di Diskotek Bandara yang diamankan oleh polisi, Selasa (20/11/2018). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DSejumlah barang bukti kasus pengeroyokan di Diskotek Bandara yang diamankan oleh polisi, Selasa (20/11/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kanit Reskrim Kebon Jeruk AKP Irwandy Idrus mengatakan, pelaku pengeroyokan di depan diskotek Bandara, Jakarta Barat dengan inisial ZK alias U melarikan diri ke Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur karena ingin bertemu orangtuanya.

Tersangka ZK telah ditangkap di salah satu rumah saudaranya pada Senin (31/12/2018) kemarin. 

"Yang bersangkutan menyadari perbuatannya, karena dia melarikan diri ke Kabupaten Alor dengan alasan orangtuanya sakit dan ini kesempatan terakhir yang bersangkutan sebelum dilakukan penangkapan," kata Irwandy di Mapolsek Kebon Jeruk, Kamis (3/1/2019).

Baca juga: Ada Keributan di Depan Diskotek Bandara, 1 Orang Tewas

ZK terlibat pengeroyokan bersama pelaku lainnya yang menyebabkan dua orang tewas dan empat orang luka berat.

Irwandy mengatakan, pengejaran ZK dilakukan selama satu bulan setelah penyidik mendapatkan informasi.

Pihaknya kemudian bekerja sama dengan Polda Nusa Tenggara Timur dan Polres Alor untuk mengidentifikasi tempat persembunyian pelaku.

Selanjutnya, penangkapan langsung dilakukan dan tidak ada perlawanan dari tersangka.

"Kami temukan fakta bahwa yang tersangka adalah salah satu pelaku yang memicu adanya perkelahian. Pelaku bersama teman-temannya yang pertama kali melakukan pemukulan terhadap kelompok lainnya," kata Irwandy.

Adapun ZK adalah tersangka keempat yang ditangkap.

Sebelumnya, polisi telah menangkap Berto, Engky, dan Bobi yang kini mendekam di tahanan Polres Metro Jakarta Barat.

Baca juga: Keributan Depan Diskotek Bandara yang Makan Korban Dipicu Senggolan Saat Berjoget

Engky dan Bobi ditangkap di Pangkal Pinang pada Minggu (18/11/2018) lalu. Mereka merupakan residivis dari kasus penganiayaan.

Sebagai konsekuensi dari tindakannya, mereka dikenakan Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan juncto Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan dengan ancaman pidana maksimal lima tahun penjara.

Sampai saat ini, polisi masih mengejar pelaku lainnya yang diperkirakan berjumlah 11 orang dalam keributan dan penyeroyokan yang terjadi pada Rabu (17/10/2018).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Fakta Ledakan karena Kebocoran Gas Melon di Bekasi

5 Fakta Ledakan karena Kebocoran Gas Melon di Bekasi

Megapolitan
205 Pohon di Monas yang Akan Dipindahkan Menghilang, Ada Di Mana?

205 Pohon di Monas yang Akan Dipindahkan Menghilang, Ada Di Mana?

Megapolitan
Duduk Perkara Pernyataan Menteri Yasonna hingga Didemo Warga Tanjung Priok

Duduk Perkara Pernyataan Menteri Yasonna hingga Didemo Warga Tanjung Priok

Megapolitan
Kelenteng Boen Tek Bio, Simbol Toleransi di Tengah Pasar Lama Kota Tangerang

Kelenteng Boen Tek Bio, Simbol Toleransi di Tengah Pasar Lama Kota Tangerang

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Yasonna Vs Warga Tanjung Priok | Aksi Heroik Sopir Truk Kejar Perampok

[POPULER JABODETABEK] Yasonna Vs Warga Tanjung Priok | Aksi Heroik Sopir Truk Kejar Perampok

Megapolitan
BMKG: Mayoritas Jabodetabek Hujan Kamis Siang

BMKG: Mayoritas Jabodetabek Hujan Kamis Siang

Megapolitan
Kemacetan di Depan Stasiun Poris Kota Tangerang Bikin Pengendara Emosi

Kemacetan di Depan Stasiun Poris Kota Tangerang Bikin Pengendara Emosi

Megapolitan
Terjebak Macet Saat Kabur, Jambret di Depok Ditangkap Polisi

Terjebak Macet Saat Kabur, Jambret di Depok Ditangkap Polisi

Megapolitan
Diimingi Peran Figuran, Seorang Remaja Jadi Korban Pencabulan Agensi Gadungan

Diimingi Peran Figuran, Seorang Remaja Jadi Korban Pencabulan Agensi Gadungan

Megapolitan
Petugas Sudinhub Jaksel Tolong Ibu Hamil Muda dengan Mobil Derek

Petugas Sudinhub Jaksel Tolong Ibu Hamil Muda dengan Mobil Derek

Megapolitan
Ladang Ganja 5 Hektar di Mandailing Natal Ditemukan, Polisi Sempat Jatuh ke Jurang

Ladang Ganja 5 Hektar di Mandailing Natal Ditemukan, Polisi Sempat Jatuh ke Jurang

Megapolitan
Pengelola Belum Tahu Nasib Taman Rusa dalam Revitalisasi Monas

Pengelola Belum Tahu Nasib Taman Rusa dalam Revitalisasi Monas

Megapolitan
Pemkot Tangsel Berkeberatan dengan Wacana Pencabutan Subsidi Gas 3 Kg

Pemkot Tangsel Berkeberatan dengan Wacana Pencabutan Subsidi Gas 3 Kg

Megapolitan
Wakil Wali Kota Tangsel Harap Gaji Pegawai Honorer yang Jadi PPPK Ditanggung APBN

Wakil Wali Kota Tangsel Harap Gaji Pegawai Honorer yang Jadi PPPK Ditanggung APBN

Megapolitan
Simpan Sabu di Setang Motor, Pria Ini Diciduk Tim Rajawali di Jatinegara

Simpan Sabu di Setang Motor, Pria Ini Diciduk Tim Rajawali di Jatinegara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X