Skybridge Tanah Abang Diresmikan Setelah Masa Uji Coba

Kompas.com - 03/01/2019, 16:44 WIB
Sejumlah pedagang mulai menempati kios berukuran 2x1,5 meter di jembatan multiguna atau skybridge, Tanah Abang, Senin (10/12/2018). KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELA Sejumlah pedagang mulai menempati kios berukuran 2x1,5 meter di jembatan multiguna atau skybridge, Tanah Abang, Senin (10/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya Yoory C Pinontoan mengatakan, saat ini jembatan penyeberangan multiguna (JPM) atau skybridge Tanah Abang, Jakarta Pusat masih diuji coba.

Ia menyebut, uji coba dilakukan mulai Desember lalu hingga pertengahan Januari 2019.

"Masih uji coba sampai 15 Januari," kata Yoory kepada Kompas.com, Kamis (3/1/2019).

Dalam masa uji coba, pejalan kaki sudah bisa melalui skybridge dan 446 pedagang kaki lima (PKL) sudah menempati kios yang telah disediakan.


Baca juga: Toilet dan Petugas Keamanan Skybridge Tanah Abang Akan Ditambah

Uji coba dilakukan untuk mengevaluasi lintasan pemakaian skybridge termasuk lintasan Jalan Jatibaru Raya yang ada di bawahnya.

Nantinya, lanjut Yoory, peresmian skybridge rencananya dilakukan setelah masa uji coba.

"(Peresmian) diharapkan setelah tanggal 15 Januari itu," lanjut Yoory.

Seperti diketahui, pembangunan skybridge Tanah Abang rampung dibangun 100 persen pada 30 November. PT KAI juga telah membuat sebuah pintu penghubung antara Stasiun Tanah Abang dan skybridge.

Baca juga: Pejalan Kaki Keluhkan Kondisi Skybridge Tanah Abang yang Licin

Sementara, para PKL yang menempati kios diwajibkan membayar biaya retribusi senilai Rp 500.000 per bulan atau Rp 16.000 per hari.

Retribusi digunakan untuk merawat fasilitas sarana dan prasarana di skybridge seperti penerangan, CCTV, dan kebersihan.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Sebuah Gudang Daging di Pulogadung Terbakar

Sebuah Gudang Daging di Pulogadung Terbakar

Megapolitan
DKI Akan Larang Plastik Sekali Pakai, kecuali Jenis Rol Pembungkus

DKI Akan Larang Plastik Sekali Pakai, kecuali Jenis Rol Pembungkus

Megapolitan
Warga Keluhkan Pengolahan Semen, PT Adhimix Precast Indonesia Klaim Punya Amdal

Warga Keluhkan Pengolahan Semen, PT Adhimix Precast Indonesia Klaim Punya Amdal

Megapolitan
Hari Anak Nasional, Anies Ingin Wujudkan Jakarta sebagai Kota Ramah Anak

Hari Anak Nasional, Anies Ingin Wujudkan Jakarta sebagai Kota Ramah Anak

Megapolitan
Gantikan Pak Ogah, Pemkot Bekasi Tarik Retribusi Parkir Minimarket Rp 2.000

Gantikan Pak Ogah, Pemkot Bekasi Tarik Retribusi Parkir Minimarket Rp 2.000

Megapolitan
Larang Plastik Sekali Pakai, DKI Bisa Kurangi 3 Juta Lembar Sampah Per Tahun

Larang Plastik Sekali Pakai, DKI Bisa Kurangi 3 Juta Lembar Sampah Per Tahun

Megapolitan
Camat Fauzi Sebut Warga Tidak Perlu Khawatir soal Pengolahan Semen di Gambir

Camat Fauzi Sebut Warga Tidak Perlu Khawatir soal Pengolahan Semen di Gambir

Megapolitan
Pengelola Islamic Centre Bekasi Sepakat 4.986 Meter Lahannya untuk Tol Becakayu

Pengelola Islamic Centre Bekasi Sepakat 4.986 Meter Lahannya untuk Tol Becakayu

Megapolitan
Ini Kiat Kopral Jaga Perlintasan Kereta di Bekasi Selain Pakai Jurus Silat

Ini Kiat Kopral Jaga Perlintasan Kereta di Bekasi Selain Pakai Jurus Silat

Megapolitan
DKI Belum Atur Penggunaan Plastik Sekali Pakai di Warung-warung Kecil

DKI Belum Atur Penggunaan Plastik Sekali Pakai di Warung-warung Kecil

Megapolitan
Jefri Nichol Ditangkap dengan Barang Bukti 6 Gram Ganja

Jefri Nichol Ditangkap dengan Barang Bukti 6 Gram Ganja

Megapolitan
Dengan Kereta Cepat, Waktu Jakarta-Karawang Kurang dari 15 Menit

Dengan Kereta Cepat, Waktu Jakarta-Karawang Kurang dari 15 Menit

Megapolitan
Mengapa Kopral Jaga Pelintasan Kereta Sambil Bergaya Silat?

Mengapa Kopral Jaga Pelintasan Kereta Sambil Bergaya Silat?

Megapolitan
DKI Siapkan Insentif bagi Pusat Perbelanjaan yang Tak Sediakan Plastik Sekali Pakai

DKI Siapkan Insentif bagi Pusat Perbelanjaan yang Tak Sediakan Plastik Sekali Pakai

Megapolitan
Tolak Ganti Rugi Korban Salah Tangkap, Kemenkeu Sebut Pengamen Dilarang di Jakarta

Tolak Ganti Rugi Korban Salah Tangkap, Kemenkeu Sebut Pengamen Dilarang di Jakarta

Megapolitan
Close Ads X