Pencarian Pelaku Pengeroyokan di Diskotek Bandara Masih Berlanjut

Kompas.com - 04/01/2019, 09:55 WIB
Kanit Reskrim Kebon Jeruk AKP Irwandy Idrus (kiri) bersama Kapolsek Kebon Jeruk Kompol Martsun Marbun (kanan) mengungkap pelaku baru kasus pengeroyokan di depan Diskotek Bandara pada Kamis (3/1/2019) di Mapolsek Kebon Jeruk, Jakarta Barat. KOMPAS.com/ RIMA WAHYUNINGRUMKanit Reskrim Kebon Jeruk AKP Irwandy Idrus (kiri) bersama Kapolsek Kebon Jeruk Kompol Martsun Marbun (kanan) mengungkap pelaku baru kasus pengeroyokan di depan Diskotek Bandara pada Kamis (3/1/2019) di Mapolsek Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Aparat kepolisian dari Polsek Kebon Jeruk terus melanjutkan pencarian sejumlah pelaku pengeroyokan di depan Diskotek Bandara, Jalan Daan Mogot, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Pengeroyokan itu terjadi pada 17 Oktber 2018. Dalam pengeroyokan itu, dua orang tewas dan empat orang lainnya luka berat akibat tusukan senjata tajam. Para korban tewas yaitu HS dan OL, sementara korban luka yaitu SG, LS, ZA dan UK.

Pengeroyokan berawal dari keributan yang disebabkan para pelaku ketika selesai memesan minuman dan hendak pulang. Di parkiran, mereka melihat sekelompok laki-laki berada di dekat mobil mereka.

Baca juga: Tersangka Pengeroyokan di Diskotek Bandara Kabur ke Rumah Orangtuanya


Salah satu korban diserang tiba-tiba saat temannya mencari tahu alasan mereka dihampiri kelompok pelaku. Keributan pun berlanjut dengan penusukan menggunakan senjata tajam dan pengeroyokan.

Para korban mengalami luka pukul dan tusuk di beberapa bagian tubuh sehingga langsung di larikan ke rumah sakit.

Saat polisi tiba di lokasi, para pelaku telah melarikan diri.

Kabur ke luar kota

Setelah selang satu bulan, polisi akhirnya menangkap pelaku pengeroyokan tersebut yang melarikan diri ke Pangkalpinang, Bangka Belitung. Polisi menangkap tersangka pelaku bernama Engky dan Bobi, serta Berto.

Selanjutnya polisi menangkap tersangka pelaku lain yang juga melarikan diri ke luar kota.  Tersangka terbaru yang ditangkap yaitu ZK. Dia ditangkap di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 31 Desember 2018.

"Yang bersangkutan menyadari perbuatannya, karena dia melarikan diri ke Kabupaten Alor dengan alasan orang tuanya sakit dan ini kesempatan terakhir yang bersangkutan sebelum dilakukan penangkapan," kata Kanit Polsek Kebon Jeruk AKP Irwandy Idrus, Kamis (3/1/2019).

Baca juga: Polisi Tangkap Pelaku Baru Pengeroyokan di Depan Diskotek Bandara

Keempat tersangka yang telah diamankan dikenakan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan juncto Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman pidana maksimal lima tahun penjara.

Penangkapan keempat orang tersebut belum menutup pencarian polisi. Hingga saat ini polisi masih mengejar 11 orang lainnya yang terlibat dalam keributan dan pengeroyokan tersebut.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

Megapolitan
Rumah 4 Lantai Dibongkar Satpol PP Jaksel karena Langgar Peraturan Perizinan

Rumah 4 Lantai Dibongkar Satpol PP Jaksel karena Langgar Peraturan Perizinan

Megapolitan
30 Pelajar Diamankan Terkait Perusakan SMK di Depok, 5 Orang Jadi Tersangka

30 Pelajar Diamankan Terkait Perusakan SMK di Depok, 5 Orang Jadi Tersangka

Megapolitan
Raup Rp 2,5 Miliar dari Gelapkan 62 Mobil, Djeni Terlilit Utang

Raup Rp 2,5 Miliar dari Gelapkan 62 Mobil, Djeni Terlilit Utang

Megapolitan
Dishub DKI: Kami Tidak Bisa Larang Penggunaan Bus Zhong Tong

Dishub DKI: Kami Tidak Bisa Larang Penggunaan Bus Zhong Tong

Megapolitan
Pengasuh Aniaya Bocah, Orangtua Korban Penasaran Apa Motifnya

Pengasuh Aniaya Bocah, Orangtua Korban Penasaran Apa Motifnya

Megapolitan
1 November, 59 Bus Zhongtong Beroperasi di Jakarta

1 November, 59 Bus Zhongtong Beroperasi di Jakarta

Megapolitan
Orang Tua YM Curiga karena Pengasuh Mengurung Diri 2 Malam Bersama Anaknya

Orang Tua YM Curiga karena Pengasuh Mengurung Diri 2 Malam Bersama Anaknya

Megapolitan
Kisah Warga Kampung Starling, Demo Bawa Rezeki dan Satpol PP Paling Dihindari

Kisah Warga Kampung Starling, Demo Bawa Rezeki dan Satpol PP Paling Dihindari

Megapolitan
Pemprov DKI Bahas Kenaikan UMP DKI 2020 Sebesar 8 Persen

Pemprov DKI Bahas Kenaikan UMP DKI 2020 Sebesar 8 Persen

Megapolitan
Keluarga Kaget Dengar Djeni Raup Rp 2,5 Miliar dari Penggelapan 62 Mobil

Keluarga Kaget Dengar Djeni Raup Rp 2,5 Miliar dari Penggelapan 62 Mobil

Megapolitan
Sutradara Amir Mirza Gumay Simpan Sabu di Bawah Kitchen Set Rumah

Sutradara Amir Mirza Gumay Simpan Sabu di Bawah Kitchen Set Rumah

Megapolitan
Tujuh Titik Kabel Semrawut di Jakarta Selatan Segera Ditertibkan

Tujuh Titik Kabel Semrawut di Jakarta Selatan Segera Ditertibkan

Megapolitan
Keluarga Djeni Didatangi Banyak Korban Sebelum Penangkapan

Keluarga Djeni Didatangi Banyak Korban Sebelum Penangkapan

Megapolitan
MRT Jakarta Tertibkan Penjualan Benda Tajam di Dalam Stasiun

MRT Jakarta Tertibkan Penjualan Benda Tajam di Dalam Stasiun

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X