Pembangunan 10 IPAL Komunal di Kali Sentiong Ditargetkan Rampung Oktober

Kompas.com - 04/01/2019, 15:53 WIB
Kondisi Kali Sentiong atau Kali Item di kawasan Sunter, Jakarta Utara, Selasa (27/11/2018). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DKondisi Kali Sentiong atau Kali Item di kawasan Sunter, Jakarta Utara, Selasa (27/11/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui BUMD PD PAL Jaya akan membangun sepuluh instalasi pengolahan air limbah ( IPAL) komunal di sepanjang Kali Sentiong pada 2019.

Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Teguh Hendarwan mengatakan, sepuluh IPAL tersebut ditargetkan rampung Oktober. 

"Ini progresnya dalam proses untuk pekerjaan, proses lelang, dan diharapkan Oktober ini tuntas pekerjaan itu," ujar Teguh saat dihubungi, Jumat (4/1/2019).

Baca juga: Kurangi Pencemaran Kali Sentiong, DKI Bangun 10 IPAL Komunal Tahun Ini

IPAL itu nantinya bisa menampung dan mengolah limbah yang dihasilkan 250-300 rumah tangga.

Pembangunan IPAL tersebut menjadi prioritas Pemprov DKI untuk meminimalisasi pencemaran Kali Sentiong, seperti yang terjadi baru-baru ini.

"Sentiong tahun ini harus jalan karena Pak Gubernur sudah meminta, ini menjadi prioritas kita semua," kata dia.

Baca juga: Air Sisa Cucian Laundry dan Cuci Mobil Dibuang ke Kali Sentiong

Teguh menyampaikan, pembangunan 10 IPAL di sepanjang Kali Sentiong merupakan pilot project yang dikerjakan Pemprov DKI.

Nantinya, Pemprov DKI akan membangun IPAL di sekitar sungai dan kali di Jakarta.

"Langkah awal pilot project di Kali Sentiong yang nantinya ke depan di 13 kali (dan) sungai akan kamia bangunkan seperti itu, termasuk juga kawasan-kawasan padat permukiman," ucap Teguh.

Baca juga: Kali Sentiong Tercemar, Warga Dinilai Lebih Suka Pakai Detergen Berbusa Banyak

Kemunculan tumpukan busa tebal berwarna putih yang menutupi permukaan Kali Sentiong atau Kali Item di seberang Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, menjadi perbincangan di media sosial pada Selasa (1/1/2019).

Busa itu disebut disebabkan limbah detergen dan limbah rumah tangga yang dibuang langsung ke kali.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usia Jemaat Dibatasi, Pembagian Hadiah Natal untuk Anak-anak di Gereja Katedral Ditiadakan

Usia Jemaat Dibatasi, Pembagian Hadiah Natal untuk Anak-anak di Gereja Katedral Ditiadakan

Megapolitan
Sederet Fakta Penangkapan Penyebar Video Ajakan Jihad dalam Azan

Sederet Fakta Penangkapan Penyebar Video Ajakan Jihad dalam Azan

Megapolitan
Dampak Pelesiran Guru MAN 22: 30 Orang Positif Covid-19, Sekolah Ditutup, dan KBM Tatap Muka Ditunda

Dampak Pelesiran Guru MAN 22: 30 Orang Positif Covid-19, Sekolah Ditutup, dan KBM Tatap Muka Ditunda

Megapolitan
Fakta Kasus Narkoba Mantan Artis Cilik IBS, Positif Sabu meski Polisi Tak Temukan Obatnya

Fakta Kasus Narkoba Mantan Artis Cilik IBS, Positif Sabu meski Polisi Tak Temukan Obatnya

Megapolitan
Tiga Momen Saling Serang Pradi-Afifah dan Idris-Imam di Debat Pamungkas Pilkada Depok

Tiga Momen Saling Serang Pradi-Afifah dan Idris-Imam di Debat Pamungkas Pilkada Depok

Megapolitan
Rahayu Saraswati Tak Dampingi Muhamad saat Pencoblosan Pilkada Tangsel 2020

Rahayu Saraswati Tak Dampingi Muhamad saat Pencoblosan Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
BMKG: Jakarta dan Bodebek Diguyur Hujan Hari Ini

BMKG: Jakarta dan Bodebek Diguyur Hujan Hari Ini

Megapolitan
Alasan Polisi Tak Juga Tangkap Pelaku Pencabulan Bocah di Rumah Ibadah

Alasan Polisi Tak Juga Tangkap Pelaku Pencabulan Bocah di Rumah Ibadah

Megapolitan
Rusun Rawa Buaya Dipersiapkan Jadi Tempat Pengungsian Banjir

Rusun Rawa Buaya Dipersiapkan Jadi Tempat Pengungsian Banjir

Megapolitan
Jakarta Utara Disebut Masuk Zona Oranye, Peningkatan Kasus Landai

Jakarta Utara Disebut Masuk Zona Oranye, Peningkatan Kasus Landai

Megapolitan
Selama Januari-November, 49 WNA di Jaksel Dideportasi karena Langgar Keimigrasian

Selama Januari-November, 49 WNA di Jaksel Dideportasi karena Langgar Keimigrasian

Megapolitan
Tim Pemburu Covid-19 Lakukan Tracing dari Laporan Warga dan Data Covid-19

Tim Pemburu Covid-19 Lakukan Tracing dari Laporan Warga dan Data Covid-19

Megapolitan
Jelang Natal dan Tahun Baru, Satpol PP Antisipasi Titik Rawan Kerumunan di Jaktim

Jelang Natal dan Tahun Baru, Satpol PP Antisipasi Titik Rawan Kerumunan di Jaktim

Megapolitan
Debat Pilkada Kota Depok, Idris Sindir Paslon Nomor 1 Tak Suka Ditanya Singkatan

Debat Pilkada Kota Depok, Idris Sindir Paslon Nomor 1 Tak Suka Ditanya Singkatan

Megapolitan
Debat Pilkada Depok Memanas, Afifah Merasa Dilecehkan oleh Imam Budi Hartono

Debat Pilkada Depok Memanas, Afifah Merasa Dilecehkan oleh Imam Budi Hartono

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X