Ratusan Orang Belum Rekam e-KTP di Jakpus, Dukcapil Sebut karena Cuek

Kompas.com - 04/01/2019, 16:45 WIB
Ilustrasi e-KTP KOMPAS/WISNU WIDIANTOROIlustrasi e-KTP

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jakarta Pusat Remon Mastadian mengatakan, ada 130 orang yang belum melakukan perekaman e-KTP atau KTP elektronik di wilayah Jakarta Pusat.

Ia mencatat, jumlah wajib e-KTP yang terekam seharusnya mencapai 853.041 orang.

"Namanya masyarakat tidak bisa 100 persen semuanya terekam, pasti ada hambatan-hambatan. Menurut data, tinggal 130 lagi yang belum terekam," kata Remon kepada Kompas.com, Jumat (4/1/2019).

Baca juga: Kejar Perekaman E-KTP 100 Persen, Mendagri Imbau Masyarakat Proaktif

Remon mengungkapkan, hambatan yang dihadapi saat melakukan perekaman e-KTP adalah masyarakat tidak merespons surat pemberitahuan dari lurah setempat.

Sebagian besar masyarakat beralasan sedang berada di luar Jakarta untuk urusan tertentu atau pindah lokasi kependudukan.

"Pak lurah sudah mengirim surat ke alamat-alamat yang belum merekam. Kalau mereka ada di tempat, mereka ya akan merespons dan langsung datang ke kelurahan untuk perekaman," ungkap Remon.

"Sementara yang belum merekam, ada yang di luar negeri lagi sekolah atau kerja, ada juga yang pindah dan enggak lapor. Kami juga enggak tahu posisinya sudah di mana," lanjut dia.

Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri ( Kemendagri) memberi waktu perekaman e-KTP kepada penduduk dewasa dengan usia di atas 23 tahun hingga 31 Desember 2018.

Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil ( Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh bakal memberikan tindakan tegas berupa pemblokiran bagi mereka yang belum merekam e-KTP.

"Apabila sampai 31 Desember 2018 belum merekam, maka akan kami sisihkan datanya, akan kami blokir," ujarnya dalam konferensi pers di kantor Kemendagri, Jakarta, September 2018 lalu.

Baca juga: Usahakan Warga Ikut Pemilu, Petugas Disdukcapil Rekam E-KTP di Tengah Ladang

Meski nanti ada pemblokiran, Kemendagri bisa membuka kembali akses data kependudukan tersebut.

Syaratnya, yakni penduduk dewasa tersebut datang ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil setempat serta melakukan perekaman e-KTP.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mungkinkah DKI Terapkan Urban Renewal yang Dijanjikan Anies di Lokasi Penggusuran di Sunter Agung?

Mungkinkah DKI Terapkan Urban Renewal yang Dijanjikan Anies di Lokasi Penggusuran di Sunter Agung?

Megapolitan
Pelaku Pencurian di Kantor Katadata Ambil Decorder CCTV

Pelaku Pencurian di Kantor Katadata Ambil Decorder CCTV

Megapolitan
Sanksi bagi Penyerobot Jalur Sepeda Diterapkan Mulai Hari Ini

Sanksi bagi Penyerobot Jalur Sepeda Diterapkan Mulai Hari Ini

Megapolitan
[POPULER MEGAPOLITAN} Anggota Satpol PP DKI Bobol ATM I Mengapa 10 Pabrik Sepatu Pindah dari Banten I Kusni Kasdut, Pejuang Kemerdekaan yang Jadi Penjahat

[POPULER MEGAPOLITAN} Anggota Satpol PP DKI Bobol ATM I Mengapa 10 Pabrik Sepatu Pindah dari Banten I Kusni Kasdut, Pejuang Kemerdekaan yang Jadi Penjahat

Megapolitan
Awas Kena Tilang, Ini Informasi Lengkap Seputar Jalur Sepeda di Jakarta

Awas Kena Tilang, Ini Informasi Lengkap Seputar Jalur Sepeda di Jakarta

Megapolitan
7 Fakta Seputar Kebakaran di SMK Yadika 6 Pondok Gede, Bekasi

7 Fakta Seputar Kebakaran di SMK Yadika 6 Pondok Gede, Bekasi

Megapolitan
BMKG: Sebagian Besar Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini

BMKG: Sebagian Besar Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini

Megapolitan
Menikmati Sore di Setu Sawangan, Depok yang 'Diselimuti' Azolla Pinnata...

Menikmati Sore di Setu Sawangan, Depok yang "Diselimuti" Azolla Pinnata...

Megapolitan
Seorang Pria Babak Belur Dipukuli Preman Saat Antar Kekasih Pulang

Seorang Pria Babak Belur Dipukuli Preman Saat Antar Kekasih Pulang

Megapolitan
Nasib 12 Anggota Satpol PP yang Bobol ATM Ditentukan Setelah Pemeriksaan

Nasib 12 Anggota Satpol PP yang Bobol ATM Ditentukan Setelah Pemeriksaan

Megapolitan
Gaji PNS DKI Capai 28 Juta, Lulusan IPDN Berbondong-bondong Incar Posisi di Jakarta

Gaji PNS DKI Capai 28 Juta, Lulusan IPDN Berbondong-bondong Incar Posisi di Jakarta

Megapolitan
54 Raperda Diusulkan pada 2020, Ketua DPRD DKI Minta Dipangkas

54 Raperda Diusulkan pada 2020, Ketua DPRD DKI Minta Dipangkas

Megapolitan
228 Mobil Mewah di Jakarta Barat Tunggak Pajak

228 Mobil Mewah di Jakarta Barat Tunggak Pajak

Megapolitan
Gudang Kayu di Bekasi Ludes Dilalap Api Pembakaran Sampah

Gudang Kayu di Bekasi Ludes Dilalap Api Pembakaran Sampah

Megapolitan
Detik-detik Api Kepung SMK Yadika 6: Siswa Terjebak, Dievakuasi Pakai Gorden hingga Ring Basket

Detik-detik Api Kepung SMK Yadika 6: Siswa Terjebak, Dievakuasi Pakai Gorden hingga Ring Basket

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X