Kompas.com - 07/01/2019, 14:41 WIB
Ade Raihan (kiri), tersangka kepemilikan senjata api tanpa hak yang menembak dirinya sendiri ketika sedang mabuk berhasil ditangkap Polres Tangerang Selatan (7/1/2019). KOMPAS.com/ ANANDITA GETAR REZHAAde Raihan (kiri), tersangka kepemilikan senjata api tanpa hak yang menembak dirinya sendiri ketika sedang mabuk berhasil ditangkap Polres Tangerang Selatan (7/1/2019).

TANGERANG, KOMPAS.com - Kapolres Tangerang Selatan AKBP Ferdy Irawan mengatakan, jajarannya baru saja mengungkap kasus kepemilikan senjata api rakitan pada 2 Januari 2019.

Kasus itu berawal dari laporan pihak RS Sari Asih Ciledug pada Senin (31/12/2018) yang mendapati pasien luka tembak atas nama Ade Raihan (19).

"Atas informasi dari RS, keterangan dari orangtua korban dan teman-teman korban saat kejadian, kami melakukan pengembangan di TKP awal di Jalan Raya Bintaro," kata Ferdy di depan lobi Mapolres Tangerang Selatan, Senin (7/1/2019).

Baca juga: Dua Kasus Penembakan terhadap Aparat TNI dan Polri Jelang Tahun Baru

Ia menjelaskan, saat dilakukan pengembangan di TKP dan pemeriksaan terhadap saksi dari para warga, tidak ditemukan adanya perkelahian yang terjadi.

"Dari para warga yang ditanya, warga tidak tahu dan tidak mendengar adanya perkelahian di wilayah tersebut," ujarnya.

Dari pengembangan penyelidikan, ternyata diketahui bahwa korban penembakan sendiri lah yang membawa senjata api rakitan tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Setelah itu kami lakukan penggeledahan juga di rumah korban, dari rumah korban ditemukan juga satu pucuk senjata api rakitan," jelas Ferdy.

Ade Raihan, korban penembakan dirinya sendiri bersama teman-temannya ternyata hanya mengarang cerita adanya penembakan.

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Alexander Yurikho mengatakan, Ade menembak dirinya sendiri saat sedang mengkonsumsi minuman keras pada Minggu (30/12/2018) pukul 02.00 WIB di Jalan Raya Bintaro, di depan Apartemen ALTIZ, Pondok Betung, Tangsel.

"Mereka sedang mabuk, saat itu pelaku membawa senjata api rakitan untuk gagah-gagahan, tapi justru menembak kakinya sendiri," jelasnya.

Baca juga: Dua Kasus Penembakan terhadap Aparat TNI dan Polri Jelang Tahun Baru

Ade Raihan mengaku belajar membuat senjata api secara otodidak melalui internet.

Polres Tangsel mengamankan satu buah proyektil yang didapat dari pelaku, empat buah peluru modifikasi, dan dua buah senjata api rakitan.

Pelaku dikenakan Pasal 1 ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Api Tanpa Hak dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hujan Deras dan Angin Kencang di Cipete Selatan, Pohon Mangga Tumbang Timpa Mobil

Hujan Deras dan Angin Kencang di Cipete Selatan, Pohon Mangga Tumbang Timpa Mobil

Megapolitan
41 RT di Kota Bekasi Masuk Zona Kuning

41 RT di Kota Bekasi Masuk Zona Kuning

Megapolitan
Sidang Lanjutan Perkara Hoaks Babi Ngepet di Depok Ditunda

Sidang Lanjutan Perkara Hoaks Babi Ngepet di Depok Ditunda

Megapolitan
Asosiasi Pilot Garuda Minta Pemerintah Tinjau Ulang Syarat Penumpang Wajib Tes PCR

Asosiasi Pilot Garuda Minta Pemerintah Tinjau Ulang Syarat Penumpang Wajib Tes PCR

Megapolitan
Seluruh RT di DKI Jakarta Bebas dari Zona Merah dan Oranye Penyebaran Covid-19

Seluruh RT di DKI Jakarta Bebas dari Zona Merah dan Oranye Penyebaran Covid-19

Megapolitan
PT KCI: Sepeda Motor yang Tertabrak KRL di Tanah Abang Lewati Pelintasan Liar

PT KCI: Sepeda Motor yang Tertabrak KRL di Tanah Abang Lewati Pelintasan Liar

Megapolitan
Pemkot Bekasi Catat Ada 27 Kasus Baru Covid-19 dalam Sepekan

Pemkot Bekasi Catat Ada 27 Kasus Baru Covid-19 dalam Sepekan

Megapolitan
Antisipasi Fenomena La Nina,  Warga Kota Tangerang Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Antisipasi Fenomena La Nina, Warga Kota Tangerang Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Megapolitan
Kronologi Motor Terlindas KRL di Tanah Abang: Pemotor Selamat, Para Penumpang Dievakuasi

Kronologi Motor Terlindas KRL di Tanah Abang: Pemotor Selamat, Para Penumpang Dievakuasi

Megapolitan
Rachel Vennya Sempat Nunggak Pajak Mobil Alphard 2 Bulan, Dibayar Setelah Viral

Rachel Vennya Sempat Nunggak Pajak Mobil Alphard 2 Bulan, Dibayar Setelah Viral

Megapolitan
Ini Hasil Tes Darah Sopir Korban Tewas dalam Kecelakaan Transjakarta di Cawang

Ini Hasil Tes Darah Sopir Korban Tewas dalam Kecelakaan Transjakarta di Cawang

Megapolitan
Upaya Mengurangi Sampah lewat “Jakarta Sadar Sampah”

Upaya Mengurangi Sampah lewat “Jakarta Sadar Sampah”

Megapolitan
Nopol Kendaraan Tak Sesuai Data, Rachel Vennya Disebut Ubah Warna Mobil dari Putih ke Hitam

Nopol Kendaraan Tak Sesuai Data, Rachel Vennya Disebut Ubah Warna Mobil dari Putih ke Hitam

Megapolitan
KRL Tabrak Motor di Tanah Abang, Jadwal Perjalanan Commuter Line Terganggu

KRL Tabrak Motor di Tanah Abang, Jadwal Perjalanan Commuter Line Terganggu

Megapolitan
Update Korban Kecelakaan Bus Transjakarta di Cawang: Penumpang Luka Jadi 31 Orang

Update Korban Kecelakaan Bus Transjakarta di Cawang: Penumpang Luka Jadi 31 Orang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.