Dishub Depok Minta Pengendara Tak Menyelonong Saat Pejalan Kaki Lewat Pelican Crossing

Kompas.com - 08/01/2019, 10:19 WIB
Pelican Crossing di Pondok Cina,  Jalan Margonda,  Depok,  Senin (7/1/2019). KOMPAS. COM/CYNTHIA LOVAPelican Crossing di Pondok Cina, Jalan Margonda, Depok, Senin (7/1/2019).
Penulis Cynthia Lova
|

DEPOK, KOMPAS.com- Kepala Dinas Perhubungan Depok Dadang Wihana menanggapi banyaknya para pengendara yang menyelonong melewati pelican crossing meski traffic light sudah menandakan waktunya berhenti.

Menurut Dadang, pengendara belum terbiasa dengan adanya pelican crossing.

“Saat ini pelican crossing masih dalam proses edukasi para penggunanya baik pengendara atau pun pejalan kaki,” ucap Dadang melalui pesan singkat, Selasa (8/1/2019).

Pelican crossing ini dibangun karena intensitas penyeberangan di lokasi tersebut dinilai sangat tinggi, terutama pada saat jam-jam sibuk atau office hours. Saat ini, pelican crossing masih dalam tahap uji coba.

“Uji coba dimaksudkan untuk melihat berapa banyak dampak antrean atau kemacetan ketika adanya pelican crossing ini,” ucap Dadang.

Baca juga: Warga Melintas di Pelican Crossing Depok, Mobil dan Motor Tetap Ngebut

Selama masa uji coba, pengendara juga diharapkan mematuhi aturan lalu lintas pelican crossing. Saat pejalan kaki akan menyeberang, pengendara mobil maupun motor harus berhenti sebelum garis putih.

Dadang mengatakan, pihaknya tengah mengatur waktu siklus pergantian traffic light antara pengendara dan pejalan kaki.

Saat ini waktu lampu hijau untuk pejalan kaki berdurasi 28 detik, ke depannya akan diubah menjadi 30 detik.

“Sekarang kita lagi atur waktu siklus, hal ini agar tidak terjadi antrean. Rencananya setiap 3 menit, jadi ketika orang pertama tekan tombol dan menyeberang, nanti baru bisa ditekan nyala lagi 3 menit kemudian,” ucap Dadang.

Ia berharap dengan adanya pelican crossing ini, para pejalan kaki akan merasa nyaman ketika menyebrang.

Baca juga: Pelican Crossing di Jalan Margonda Dijaga Petugas pada Jam Sibuk

“Ya berharapnya para pejalan kaki tidak lagi khawatir apabila hendak menyebrang. Kita bisa melihat contoh pelican crossing di Universitas Pancasila yang tertib dan teratur,” tutur Dadang.

Sebelumnya, Sejumlah warga mengeluhkan sulitnya menyeberang di Pondok Cina, Jalan Margonda, Depok meski telah menggunakan pelican crossing.

Pasalnya, kendaraan mobil maupun motor tetap melintas meski giliran pejalan kaki yang menyeberang jalan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Patroli Iklan Aborsi Ilegal di Internet, Polda Metro Jaya Gandeng Kemenkominfo

Patroli Iklan Aborsi Ilegal di Internet, Polda Metro Jaya Gandeng Kemenkominfo

Megapolitan
Tempat Hiburan Malam Disebut Klaster Penyebaran Covid-19, DPRD Minta Pemprov DKI Kroscek

Tempat Hiburan Malam Disebut Klaster Penyebaran Covid-19, DPRD Minta Pemprov DKI Kroscek

Megapolitan
Tempat Isolasi Pasien Covid-19 OTG Penuh, Pemkab Bekasi Siapkan 3 Hotel

Tempat Isolasi Pasien Covid-19 OTG Penuh, Pemkab Bekasi Siapkan 3 Hotel

Megapolitan
Usai Berkelahi karena Sepeda Motor Bersenggolan, Seorang Pria Tewas

Usai Berkelahi karena Sepeda Motor Bersenggolan, Seorang Pria Tewas

Megapolitan
Pasien OTG di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi Jalani Swab Test 2-3 Hari Sekali

Pasien OTG di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi Jalani Swab Test 2-3 Hari Sekali

Megapolitan
Lagi Mandi, Tauhid Panik Lihat Kepala Ular Sanca Melongok dari Atap

Lagi Mandi, Tauhid Panik Lihat Kepala Ular Sanca Melongok dari Atap

Megapolitan
Dua Ormas Hendak Bentrok Gara-gara Rebutan Lapak di Bekasi, Polisi Menembak ke Udara

Dua Ormas Hendak Bentrok Gara-gara Rebutan Lapak di Bekasi, Polisi Menembak ke Udara

Megapolitan
Ingar Bingar Bianglala hingga Cafe di Cengkareng Timur, Zona Merah Covid-19 Jakarta

Ingar Bingar Bianglala hingga Cafe di Cengkareng Timur, Zona Merah Covid-19 Jakarta

Megapolitan
Tempat Hiburan Malam Dinyatakan sebagai Klaster Baru, Asphija Bereaksi

Tempat Hiburan Malam Dinyatakan sebagai Klaster Baru, Asphija Bereaksi

Megapolitan
Pemkot Bekasi Akan Tes Swab Keluarga Karyawan Pabrik Epson yang Positif Covid-19

Pemkot Bekasi Akan Tes Swab Keluarga Karyawan Pabrik Epson yang Positif Covid-19

Megapolitan
Dapat Nomor Urut Dua di Pilkada Tangsel, Azizah-Ruhamaben Sebut Sesuai Harapan

Dapat Nomor Urut Dua di Pilkada Tangsel, Azizah-Ruhamaben Sebut Sesuai Harapan

Megapolitan
Pemprov DKI Gandeng 26 Rumah Sakit Swasta untuk Tangani Covid-19

Pemprov DKI Gandeng 26 Rumah Sakit Swasta untuk Tangani Covid-19

Megapolitan
Pemkot Tangerang Salurkan Bantuan Sosial Covid-19 Tahap 2 ke 2.800 KK

Pemkot Tangerang Salurkan Bantuan Sosial Covid-19 Tahap 2 ke 2.800 KK

Megapolitan
Anies: Minimal 60 Persen Warga Harus Diam di Rumah Agar Wabah Covid-19 Melandai

Anies: Minimal 60 Persen Warga Harus Diam di Rumah Agar Wabah Covid-19 Melandai

Megapolitan
Dua Balita Jadi Pasien Anak Pertama yang Isolasi di RSD Stadion Patriot

Dua Balita Jadi Pasien Anak Pertama yang Isolasi di RSD Stadion Patriot

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X