Area Stasiun Bekasi Sering Macet, Dishub Sebut Ojek "Online" Sulit Diatur

Kompas.com - 08/01/2019, 11:07 WIB
Tampak pengemudi Ojek Online di Jalan Raya Perjuangan dekat Stasiun Bekasi berjajar memarkirkan kendaraannya di badan Trotoar, Minggu (16/9/2018). KOMPAS.com/-DEAN PAHREVITampak pengemudi Ojek Online di Jalan Raya Perjuangan dekat Stasiun Bekasi berjajar memarkirkan kendaraannya di badan Trotoar, Minggu (16/9/2018).
Penulis Dean Pahrevi
|

BEKASI, KOMPAS.com - Kabid Lalu Lintas pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi Johan Budi mengatakan, pihaknya sulit mengatur pengemudi ojek online (ojol) yang kerap mangkal di area Stasiun Bekasi.

Johan mengatakan, keberadaan ojek online yang menaikkan atau menurunkan penumpang sembarangan menjadi salah satu penyebab kemacetan di area Stasiun Bekasi.

"Para pengumudi ojol susah sekali kita atur. Walau petugas kita pasang sampai 8 orang, tetap saja (ojol mangkal sembarangan)," kata Johan saat dihubungi Kompas.com, Senin (7/1/2019).

Baca juga: Ini 3 Titik Rawan Macet di Kota Bekasi

Johan menambahkan, pihaknya pun sudah memanggil dan membicarakan permasalahan ini ke paguyuban ojol Kota Bekasi. Namun, hal itu belum menyelesaikan permasalahan ojol yang mangkal sembarangan hingga menyebabkan kemacetan di area Stasiun Bekasi.

Dishub Kota Bekasi juga sudah menyediakan pangkalan khusus ojol untuk menunggu penumpang atau sebagai titik penjemputan.

Salah satu pangkalan transportasi online di Sekitar Stasiun Bekasi, Kota Bekasi yang disediakan Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Minggu (14/10/2018).KOMPAS.com/-DEAN PAHREVI Salah satu pangkalan transportasi online di Sekitar Stasiun Bekasi, Kota Bekasi yang disediakan Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Minggu (14/10/2018).

Untuk di Stasiun Bekasi terdapat lima titik pangkalan yang disediakan Dishub. Titik tersebut yakni, berada di pangkalan Jalan Baru Kemakmuran di Jalan Ir. H. Juanda, pangkalan Ex. Pool Batubara di Jalan Ir. H. Juanda, belakang pos Polisi Bulan-bulan di Jalan Ir. H. Juanda, pangkalan Jalan Diklat Kereta Api di Jalan Perjuangan, dan di depan Gedung KORPRI di Jalan Veteran. Namun pangkalan tersebut masih belum dimaksimalkan ojol.

"Ojol ini angkutan umum yang sifatnya tidak melihat batas wilayah. Artinya, ojol kabupaten (Bekasi) dan DKI Jakarta bisa masuk ke sini," ujar Johan.

Dishub mencatat kemacetan dengan panjang hingga 200 meter kerap terjadi di area Stasiun Bekasi pada jam-jam sibuk seperti pagi dan sore hari. Kemacetan itu timbul karena ojol yang kerap mangkal sembarangan.

Baca juga: Dishub Kesulitan Tertibkan Ojek Online yang Mangkal di Trotoar Stasiun Bekasi

"Kalau mereka mau tertib, sebenarnya bisa diurai. Contoh saat perlintasan kereta api ditutup, seharusnya mereka ambil dua lajur, mereka ambil lajur yang berlawanan. Bisa kebayang, bentrok," ujarnya.

Johan menjelaskan, pihaknya berharap Kementerian Perhubungan bisa segera cepat membuat aturan yang membatasi alokasi operasional ojol. Agar keberadaan ojol tidak semrawut seperti saat ini.

"Kita sudah meminta kepada kementerian, informasinya kementerian akan mengeluarkan aturan menyangkut masalah teknis ojol. Ya kita berharap lah masalah alokasi bisa dibatasi lah enggak seperti sekarang," tutur Johan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

JPO di Dekat Kantor Sudinhub Jakarta Utara Banyak Dilintasi Motor

JPO di Dekat Kantor Sudinhub Jakarta Utara Banyak Dilintasi Motor

Megapolitan
Sekda DKI: Kami Gamang, Galau Kuadrat, KUA-PPAS 2020 Belum Disepakati Sampai Sekarang

Sekda DKI: Kami Gamang, Galau Kuadrat, KUA-PPAS 2020 Belum Disepakati Sampai Sekarang

Megapolitan
Meski Dilaporkan ke Polisi, Ade Armando Tetap Bakal Kritik Anies

Meski Dilaporkan ke Polisi, Ade Armando Tetap Bakal Kritik Anies

Megapolitan
Angkot 'Ngetem' di Bawah JPO Halte Busway, Jalan I Gusti Ngurah Rai Kerap Macet

Angkot 'Ngetem' di Bawah JPO Halte Busway, Jalan I Gusti Ngurah Rai Kerap Macet

Megapolitan
Warga Sekitar Setu Sawangan Manfaatkan Paku Air sebagai Pupuk

Warga Sekitar Setu Sawangan Manfaatkan Paku Air sebagai Pupuk

Megapolitan
Damkar Turun Tangan Bantu Ambilkan Ponsel Pengemudi Ojol yang Tercebur ke Selokan

Damkar Turun Tangan Bantu Ambilkan Ponsel Pengemudi Ojol yang Tercebur ke Selokan

Megapolitan
DKI Jakarta Olah Air Laut Jadi Air Bersih di Pulau Payung

DKI Jakarta Olah Air Laut Jadi Air Bersih di Pulau Payung

Megapolitan
12 Anggota Satpol PP yang Bobol ATM Terancam Dipecat

12 Anggota Satpol PP yang Bobol ATM Terancam Dipecat

Megapolitan
Panik Ada Razia Polisi, Pengendara Putar Balik dan Lawan Arus di Jalan I Gusti Ngurah Rai

Panik Ada Razia Polisi, Pengendara Putar Balik dan Lawan Arus di Jalan I Gusti Ngurah Rai

Megapolitan
 52 Usulan Raperda DKI Jakarta Dibahas, Mulai dari Penataan Kawasan BKT hingga Jalan Berbayar

52 Usulan Raperda DKI Jakarta Dibahas, Mulai dari Penataan Kawasan BKT hingga Jalan Berbayar

Megapolitan
Pemprov DKI Anggarkan Rp 100 M Bangun Instalasi Pengolahan Air Laut di Kepulauan Seribu

Pemprov DKI Anggarkan Rp 100 M Bangun Instalasi Pengolahan Air Laut di Kepulauan Seribu

Megapolitan
Dinas Pendidikan Sulit Bujuk Warga yang Terdampak Penggusuran untuk Daftar Sekolah

Dinas Pendidikan Sulit Bujuk Warga yang Terdampak Penggusuran untuk Daftar Sekolah

Megapolitan
Puslabfor Polri Periksa Gedung SMK Yadika 6 yang Terbakar

Puslabfor Polri Periksa Gedung SMK Yadika 6 yang Terbakar

Megapolitan
Beredar Kabar Putaran Poltangan dan Universitas Pancasila Ditutup, Dishub Pastikan Hoaks

Beredar Kabar Putaran Poltangan dan Universitas Pancasila Ditutup, Dishub Pastikan Hoaks

Megapolitan
Ade Armando Dicecar 16 Pertanyaan Terkait Kasus Meme Joker Anies Baswedan

Ade Armando Dicecar 16 Pertanyaan Terkait Kasus Meme Joker Anies Baswedan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X