Golkar Bisa Saja Tolak Cawagub DKI dari PKS, jika...

Kompas.com - 08/01/2019, 17:00 WIB
Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta Ashraf Ali di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (10/10/2018). KOMPAS.com/JESSI CARINA Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta Ashraf Ali di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (10/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta Ashraf Ali mengatakan, pihaknya bisa saja menolak tiga calon wakil gubernur DKI Jakarta untuk menggantikan Sandiaga Uno yang akan diajukan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Keputusan menolak cawagub dari PKS akan diambil jika para kandidat tidak memenuhi kriteria sesuai keinginan Golkar, yakni memiliki kapasitas dan kemampuan mumpuni untuk memimpin Jakarta.

"Bisa saja Golkar menolak kalau ternyata tidak sesuai dengan kriteria yang diinginkan Golkar. Ini kan bukan wagubnya PKS atau Gerindra, tapi menjadi wagubnya rakyat Jakarta. Kami bisa saja menolak kalau tidak sesuai dengan kapasitasnya," kata Ashraf saat dihubungi, Selasa (8/1/2019).

Baca juga: Cawagub DKI Ditolak Fraksi DPRD, Gerindra Minta PKS Aktif Sosialisasi

PKS berencana akan mengajukan tiga kadernya ke DPRD DKI sebagai cawagub DKI, yaitu Ahmad Syaikhu, Agung Yulianto, dan Abdurrahman Suhaimi.

Ashraf menyampaikan, Fraksi Gerindra tidak akan buru-buru dalam menilai tiga kandidat wagub dari PKS.

Dari tiga kandidat wagub itu, Fraksi Gerindra hanya mengenal sosok Suhaimi. Sebab, Suhaimi merupakan anggota DPRD DKI Jakarta.

"Kami enggak bisa melakukan penilaian, terutama kepada Pak Syaikhu dan Pak Agung, karena kami enggak kenal, enggak tahu siapa, bagaimana track record-nya, enggak ngerti. Kalau Pak Suhaimi kan dia berpengalaman di DPRD, itu saja yang kami tahu," kata Ashraf.

Menurut rencana, tiga kandidat wagub pengganti Sandiaga Uno itu akan bersilaturahmi ke Fraksi Golkar pada Rabu besok. Fraksi Golkar akan menggunakan kesempatan itu untuk melihat kemampuan tiga cawagub yang merupakan kader PKS itu, sebelum akhirnya mengambil keputusan.

"Kami belum bisa menilai ketiganya ini sesuai dengan kapasitas yang kami tawarkan sebelum kami tahu lebih banyak nanti," ujar Ashraf.

Baca juga: Besok, PKS dan Gerindra Bertemu Bahas Fit and Proper Test Cawagub DKI

Tiga kandidat wagub dari PKS saat ini sedang menanti proses fit and proper test yang akan diselenggarakan oleh PKS dan Gerindra. Dua nama yang lolos tes tersebut bakal diajukan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Anies akan menyerahkan dua nama itu ke DPRD dan wagub DKI akan dipilih oleh anggota Dewan melalui rapat paripurna.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bima Arya Akan Minta Kepastian Penyelesaian TPST Nambo ke Ridwan Kamil

Bima Arya Akan Minta Kepastian Penyelesaian TPST Nambo ke Ridwan Kamil

Megapolitan
Pemprov DKI Dorong GrabWheel Beroperasi di Kawasan Tertentu seperti GBK atau Ancol

Pemprov DKI Dorong GrabWheel Beroperasi di Kawasan Tertentu seperti GBK atau Ancol

Megapolitan
Pengusaha Akan Sampaikan Keberatan ke Gubernur Terkait UMK Bekasi 2020

Pengusaha Akan Sampaikan Keberatan ke Gubernur Terkait UMK Bekasi 2020

Megapolitan
Pemprov DKI Dinilai Lemah dalam Mengawasi Pengoperasian Skuter Listrik

Pemprov DKI Dinilai Lemah dalam Mengawasi Pengoperasian Skuter Listrik

Megapolitan
Pemerintah Dinilai Lalai, Apindo Kota Bekasi Tak Setuju UMK 2020

Pemerintah Dinilai Lalai, Apindo Kota Bekasi Tak Setuju UMK 2020

Megapolitan
Proses Perizinan Panjang, Bus Listrik Transjakarta Belum Bisa Angkut Penumpang

Proses Perizinan Panjang, Bus Listrik Transjakarta Belum Bisa Angkut Penumpang

Megapolitan
Penetapan UMK Bekasi 2020 Alot karena Pengusaha Tak Ingin Ada UMK

Penetapan UMK Bekasi 2020 Alot karena Pengusaha Tak Ingin Ada UMK

Megapolitan
Serikat Buruh dan Pemkot Bekasi Sepakat UMK 2020 Sebesar Rp 4,589 Juta

Serikat Buruh dan Pemkot Bekasi Sepakat UMK 2020 Sebesar Rp 4,589 Juta

Megapolitan
Pembangunan Skatepark di Kolong Flyover Pasar Rebo Hampir Kelar

Pembangunan Skatepark di Kolong Flyover Pasar Rebo Hampir Kelar

Megapolitan
Tas Mencurigakan di Depok, Isinya Ternyata Jas Hujan

Tas Mencurigakan di Depok, Isinya Ternyata Jas Hujan

Megapolitan
Polisi Selidiki Kasus Penyiraman Air Keras di Jakbar yang Terjadi Dua Kali dalam Seminggu

Polisi Selidiki Kasus Penyiraman Air Keras di Jakbar yang Terjadi Dua Kali dalam Seminggu

Megapolitan
Sirkus hingga Cosplay Bakal Meriahkan Jakarta Akhir Pekan Ini

Sirkus hingga Cosplay Bakal Meriahkan Jakarta Akhir Pekan Ini

Megapolitan
Iuran BPJS Naik, DKI Usul Anggaran Rp 2,5 T untuk Subsidi 5,1 Juta Warga

Iuran BPJS Naik, DKI Usul Anggaran Rp 2,5 T untuk Subsidi 5,1 Juta Warga

Megapolitan
Flyover Tanjung Barat di Depan IISIP Akan Selesai Akhir 2020

Flyover Tanjung Barat di Depan IISIP Akan Selesai Akhir 2020

Megapolitan
Mengulik Cikal Bakal Keberadaan Bangunan Belanda di Pinggir Jalan TB Simatupang

Mengulik Cikal Bakal Keberadaan Bangunan Belanda di Pinggir Jalan TB Simatupang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X