Jaksa Sebut Terdakwa Teroris Asal Blitar Latihan Fisik di Pantai

Kompas.com - 08/01/2019, 22:04 WIB
Terdakwa terorisme anggota JAD Heru Widajanto menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada Selasa (8/1/2019). Kompas.com/RIMA WAHYUNINGRUMTerdakwa terorisme anggota JAD Heru Widajanto menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada Selasa (8/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Terdakwa kasus terorisme yang merupakan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) asal Blitas Jawa Timur, Heru Widajanto, menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan surat dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada Selasa (8/1/2019).

Dalam sidang, jaksa penuntut umum (JPU) mengatakan, kelompok teroris yang diikuti terdakwa melakukan latihan fisik di pinggir Pantai Lodoyo Blitar berupa lari dan senam yang disebut dengan sebutan "idad".

"Idad berupa lari dan senam di tepi laut Lodoyo, kabupaten Blitar. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Joko. Sesaat sebelum melakukan idad, dengan cara berlari tersebut diadakan tausiah yang disampaikan oleh Mihanan," kata jaksa dalam bacaan dakwaan di ruang Sidang 4, Selasa.

Baca juga: Sukseskan Pemilu, Jokowi Minta Jajarannya Lawan Hoaks hingga Cegah Terorisme


Latihan fisik tersebut dilakukan oleh terdakwa bersama anggota lainnya untuk latihan perang atau yang mereka sebut "askariyah".

Adapun anggota yang terlibat yaitu Muhanan alias Abu Rizal, Joko, Adi, Abu Umar, Putut, Galih, Heru Subagio, dan dr Dayat.

Berdasarkan surat dakwaan, selain berlari dan senam di pinggir pantai, anggota JAD tersebut mengikuti latihan renang pada 2017. Mereka latihan renang di kolam Tirta Kanigoro Blitar.

Dalam kasus ini, Heru diamankan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror di Kabupaten Blitar, Jawa Timur pada Rabu (13/6/2018) dan kemudian dibawa ke Mako Brimob Polda Jatim keesokan harinya.

Baca juga: Polisi Mesir Bunuh 40 Teroris Pasca-insiden Ledakan Bom di Giza

Ia diamankan bersama empat terduga tersangka rencana penyerangan sejumlah bank saat itu.

"Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana menurut Pasal 13 huruf C Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2003 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tidak Pidana Terorisme," kata jaksa.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

DPRD DKI Lantik 1 Anggota yang Sebelumnya Tak Hadir

DPRD DKI Lantik 1 Anggota yang Sebelumnya Tak Hadir

Megapolitan
Ibu yang Aniaya Anaknya hingga Tewas Dikenal Sering Cekcok dengan Suami di Kontrakan

Ibu yang Aniaya Anaknya hingga Tewas Dikenal Sering Cekcok dengan Suami di Kontrakan

Megapolitan
Kantor Walikota Jakarta Utara Tidak Punya Anggaran untuk Ganti Foto Presiden dan Wakil Presiden

Kantor Walikota Jakarta Utara Tidak Punya Anggaran untuk Ganti Foto Presiden dan Wakil Presiden

Megapolitan
Pegawai Pos Indonesia di Bekasi Mengaku Jadi Korban Penggelapan Uang Simpanan di Koperasi

Pegawai Pos Indonesia di Bekasi Mengaku Jadi Korban Penggelapan Uang Simpanan di Koperasi

Megapolitan
Ombudsman: Apjatel Harus Turunkan Kabel Udara di 27 Lokasi Sebelum Dipotong Pemprov DKI

Ombudsman: Apjatel Harus Turunkan Kabel Udara di 27 Lokasi Sebelum Dipotong Pemprov DKI

Megapolitan
Jelang Demo Mahasiswa, Jalan Sekitar Istana Negara Ditutup

Jelang Demo Mahasiswa, Jalan Sekitar Istana Negara Ditutup

Megapolitan
Motto Ora Et Labora August Parengkuan yang Selalu Dikenang

Motto Ora Et Labora August Parengkuan yang Selalu Dikenang

Megapolitan
Masih Dicetak, Pemkot Jakut Baru Akan Pasang Foto Jokowi-Ma'ruf Tiga Hari Lagi

Masih Dicetak, Pemkot Jakut Baru Akan Pasang Foto Jokowi-Ma'ruf Tiga Hari Lagi

Megapolitan
Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan pada Mayat Bayi yang Ditemukan di Kali

Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan pada Mayat Bayi yang Ditemukan di Kali

Megapolitan
Taruna Politeknik Negeri Imigrasi Depok Tewas saat Latihan Drumband

Taruna Politeknik Negeri Imigrasi Depok Tewas saat Latihan Drumband

Megapolitan
Marah Pacarnya Digoda, Pemuda Ini Ajak Teman-temannya Keroyok Pelaku

Marah Pacarnya Digoda, Pemuda Ini Ajak Teman-temannya Keroyok Pelaku

Megapolitan
Viral Keberadaan Cross Hijaber, DMI Jakarta Utara Imbau Pengurus Masjid Lebih Waspada

Viral Keberadaan Cross Hijaber, DMI Jakarta Utara Imbau Pengurus Masjid Lebih Waspada

Megapolitan
Mimpi Ridwan Kamil Menyulap Wajah Kalimalang

Mimpi Ridwan Kamil Menyulap Wajah Kalimalang

Megapolitan
Pesepeda Tewas Ditabrak Bus Damri di Bandara Soekarno-Hatta

Pesepeda Tewas Ditabrak Bus Damri di Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Operasi Zebra Jaya Dimulai 23 Oktober, Ada 12 Jenis Pelanggaran yang Akan Ditindak

Operasi Zebra Jaya Dimulai 23 Oktober, Ada 12 Jenis Pelanggaran yang Akan Ditindak

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X