Tahun Ini, Pemkot Depok Akan Bangun 15 Taman Terpadu

Kompas.com - 09/01/2019, 17:17 WIB
Wali Kota Depok, Mohammad Idris di hotel Savero, Jalan Margonda, Depok, Jawa Barat, Kamis (13/12/2018).KOMPAS.COm/CYNTHIA LOVA Wali Kota Depok, Mohammad Idris di hotel Savero, Jalan Margonda, Depok, Jawa Barat, Kamis (13/12/2018).

DEPOK, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Depok berencana membangun 15 taman terpadu di setiap kelurahan pada tahun 2019 dengan nilai anggaran lebih dari Rp 22 miliar.

"Target kami tahun ini jadi 45 taman, karena sebelumnya sudah dibangun 30 taman. Nah tahun ini kami bangun 15 taman terpadu kalau tidak ada penolakan," ujar Wali Kota Depok Mohammad Idris, di Hotel Bumiwiyata, Depok, Jawa Barat, Rabu (9/1/2019).

Menurut rencana, 15 taman terpadu itu akan dibangun di Kelurahan Keuwinanggung, Pondok Petir, Sukamaju, Rangkapan Jaya, Ratu Jaya, Cilodong, Serua, Cinangka, Jatimulya, Cipayung, Sawangan, Kukusan, Meruyung, Bojong Sari, dan Bhakti Jaya.

Baca juga: Minimalkan Bau Tak Sedap, TPS di Taman Tebet Dipindah ke Basement

Pembangunan taman terpadu dilakukan bertahap, mulai dari tahun 2019 hingga 2021. 

"Kami sudah jadwalkan pembangunan taman terpadu tersebut hingga tahun 2021 mendatang," ucap Idris.

Nantinya taman terpadu dibangun di atas lahan seluas 500-1.000 meter persegi. Selain itu, taman terpadu juga akan dilengkapi pendopo dan fasilitas olahraga. 

Baca juga: Anggaran Revitalisasi 5 Taman Rp 140 Miliar, Pemprov DKI Tetap Cari CSR

Meski demikian, lanjut dia, pembangunan taman terpadu masih terkendala pengadaan lahan.

"Saya tegaskan di sini ada sejumlah warga yang menolak dibangunkan taman, padahal taman, tetapi ditolak," ujarnya.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Depok Ridwan mengatakan, hingga tahun 2018 sudah terealisasi 30 taman dan akan dilanjutkan 15 taman pada tahun 2019.

Baca juga: Pemprov DKI Anggarkan Revitalisasi 5 Taman Rp 140 Miliar

“Jumlah seluruhnya yang akan dibangun hingga 2021 ada 63 taman. Pada tahun 2018 sudah ada 45 taman, tahun 2019 akan dibangun 15 taman, sisanya akan dibangun pada tahun 2020 dan tahun 2021," kata Ridwan.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Wali Kota Tidak Ada, Pertemuan BMPS dengan Dinas Pendidikan Kota Bekasi Buntu

Wali Kota Tidak Ada, Pertemuan BMPS dengan Dinas Pendidikan Kota Bekasi Buntu

Megapolitan
Selain yang Dinyanyikan Wali Kota Depok, Dishub Siapkan Lagu Lain untuk di Lampu Merah

Selain yang Dinyanyikan Wali Kota Depok, Dishub Siapkan Lagu Lain untuk di Lampu Merah

Megapolitan
'Seabrek' Tugas Pemadam Kebakaran: Padamkan Api, Tangkap Biawak hingga Melepas Cincin

"Seabrek" Tugas Pemadam Kebakaran: Padamkan Api, Tangkap Biawak hingga Melepas Cincin

Megapolitan
Lagu yang Disetel di Lampu Merah Depok Bukan untuk Atasi Macet atau Hibur Warga

Lagu yang Disetel di Lampu Merah Depok Bukan untuk Atasi Macet atau Hibur Warga

Megapolitan
Penjelasan Dishub Soal Lagu Wali Kota Depok yang Akan Disetel di Lampu Merah

Penjelasan Dishub Soal Lagu Wali Kota Depok yang Akan Disetel di Lampu Merah

Megapolitan
Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

Megapolitan
Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

Megapolitan
Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

Megapolitan
Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

Megapolitan
Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

Megapolitan
SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

Megapolitan
Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

Megapolitan
Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

Megapolitan
Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Megapolitan
Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

Megapolitan
Close Ads X