Anies Sebut Kerugian Kemacetan di Jabodetabek Capai Rp 100 Triliun Setahun

Kompas.com - 09/01/2019, 17:51 WIB
Presiden Joko Widodo beserta Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan tiba untuk memberikan pengarahan kegiatan Pemodalan Nasional Madani alias PNM di Lapangan Bola Perisma, Kelurahan Kalianyar, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Rabu (8/1/2019). PNM yang akan ditinjau Presiden, yakni PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera). PNM Mekaar menekankan pada sisi membantu ibu-ibu prasejahtera menjadi sejahtera dengan cara memberi modal usaha dengan bantuan pelatihan serta pengembangan usahanya lewat bisnis usaha.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Presiden Joko Widodo beserta Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan tiba untuk memberikan pengarahan kegiatan Pemodalan Nasional Madani alias PNM di Lapangan Bola Perisma, Kelurahan Kalianyar, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Rabu (8/1/2019). PNM yang akan ditinjau Presiden, yakni PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera). PNM Mekaar menekankan pada sisi membantu ibu-ibu prasejahtera menjadi sejahtera dengan cara memberi modal usaha dengan bantuan pelatihan serta pengembangan usahanya lewat bisnis usaha.

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, kerugian yang ditimbulkan akibat kemacetan di Jabodetabek mencapai Rp 100 triliun per tahun.

Anies mengetahui data itu dari Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dia mengoreksi kerugian Rp 65 triliun yang disampaikan Presiden Joko Widodo dalam pembukaan rapat terbatas tentang tata kelola transportasi di Jabodetabek.

Baca juga: Rp 65 Triliun Hilang Per Tahun akibat Kemacetan di Jadebotabek

"Kemarin ketika rapat sudah mulai, tertutup, teman-teman media sudah keluar, angka itu dikoreksi oleh Pak Wakil Presiden, dan kami juga angkanya sama, yaitu Rp 100 triliun, bukan Rp 65 triliun lagi, besar," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (9/1/2019).

Kerugian Rp 100 triliun itu salah satunya disebabkan oleh sulitnya mengatur transportasi umum di Jakarta dan sekitarnya, mengingat kewenangan pengaturan transportasi di Jabodetabek yang tersebar.

"Beliau (Jokowi) menunjukkan kasus-kasus betapa sulitnya mengatur kendaraan umum di Jakarta kalau kewenangannya tersebar, karena itu kewenangan harus dikonsolidasi," kata Anies.

Anies menyampaikan, Pemprov DKI Jakarta siap mengonsolidasikan pengaturan transportasi umum di Jakarta dan sekitarnya. Dengan demikian, kemacetan di Jabodatabek bisa diatasi.

"Arahan kemarin adalah dikonsolidasi ke DKI. Beberapa kali DKI ditanya kesiapannya dan saya sampaikan Jakarta siap dan kami akan bisa untuk melakukan ini di DKI," ucapnya.

Saat membuka rapat terbatas soal tata kelola transportasi di Jabodetabek pada Selasa (8/1/2019), Jokowi menegaskan bahwa pengelolaan sistem transportasi di Jabodetabek mesti sederhana dan terpadu, bukan seperti sekarang yang masih tumpang tindih antara kementerian/lembaga dengan pemerintah daerah.

Baca juga: 4 Titik Kemacetan di Depok Menurut Polisi

Jokowi mengingatkan bahwa setiap tahun, kerugian yang ditimbulkan akibat kemacetan di Jabodetabek adalah sebesar Rp 65 triliun.

"Ini kalau kita jadikan barang, sudah jadi MRT dan LRT ya. Enggak mungkin yang seperti ini kita teruskan. Kita harus berani memulai, harus berani merancang agar Rp 65 triliun betul-betul jadi barang, bukan asap memenuhi kota," ujar Jokowi.


Terkini Lainnya

Seekor Ikan Raksasa Berbentuk Aneh Terdampar di Pantai Australia

Seekor Ikan Raksasa Berbentuk Aneh Terdampar di Pantai Australia

Internasional
Klaim Foto Leluhurnya Dieksploitasi, Perempuan AS Ini Gugat Kampus Harvard

Klaim Foto Leluhurnya Dieksploitasi, Perempuan AS Ini Gugat Kampus Harvard

Internasional
Survei Litbang 'Kompas', Ini Pilihan Capres-Cawapres Berdasarkan Wilayah

Survei Litbang "Kompas", Ini Pilihan Capres-Cawapres Berdasarkan Wilayah

Regional
Pakar: Tantangan UU ITE Juga Masalah Eksistensi

Pakar: Tantangan UU ITE Juga Masalah Eksistensi

Nasional
Lahan BRI di Fatmawati Akan Dijadikan Penampungan Sementara Pedagang Pasar Blok A

Lahan BRI di Fatmawati Akan Dijadikan Penampungan Sementara Pedagang Pasar Blok A

Megapolitan
Trump Kesal Tak Dapat Ucapan Terima Kasih Terkait Pemakaman McCain

Trump Kesal Tak Dapat Ucapan Terima Kasih Terkait Pemakaman McCain

Internasional
Berburu Spot Foto 'Instagramable' di Jakarta? Cek Tempat-tempat Ini...

Berburu Spot Foto "Instagramable" di Jakarta? Cek Tempat-tempat Ini...

Megapolitan
160 Peserta Ikuti Kejuaraan 'Surfing' di Kota Padang

160 Peserta Ikuti Kejuaraan "Surfing" di Kota Padang

Regional
Jaksa: Pemberian Uang ke Eni Tak Mungkin Tanpa Keikutsertaan Idrus Marham

Jaksa: Pemberian Uang ke Eni Tak Mungkin Tanpa Keikutsertaan Idrus Marham

Nasional
Anggota Litbang BPN: Hasil Survei Litbang Kompas Serupa Hasil Survei Internal 4 Bulan Lalu

Anggota Litbang BPN: Hasil Survei Litbang Kompas Serupa Hasil Survei Internal 4 Bulan Lalu

Nasional
Joko Driyono Kembali Mangkir Pemeriksaan Kasus Pengaturan Skor

Joko Driyono Kembali Mangkir Pemeriksaan Kasus Pengaturan Skor

Megapolitan
Elektabilitas Ranking Tiga, Golkar Harus Kerja Keras di Tengah Kasus Korupsi

Elektabilitas Ranking Tiga, Golkar Harus Kerja Keras di Tengah Kasus Korupsi

Nasional
TNI AL Amankan Benih Lobster Senilai Rp 46,1 Miliar yang Hendak Diselundupkan ke Singapura

TNI AL Amankan Benih Lobster Senilai Rp 46,1 Miliar yang Hendak Diselundupkan ke Singapura

Regional
PDI-P Ingin Golkar dan PKB Kalahkan Gerindra dalam Pileg, Ini Alasannya

PDI-P Ingin Golkar dan PKB Kalahkan Gerindra dalam Pileg, Ini Alasannya

Nasional
Di Balik Kemewahan Pemakaman Bos Mafia New York yang Tewas Ditembak

Di Balik Kemewahan Pemakaman Bos Mafia New York yang Tewas Ditembak

Internasional

Close Ads X