Resmikan Bus Sekolah, Wali Kota Bekasi Menyetir Bus Lintasi Sejumlah Sekolah

Kompas.com - 10/01/2019, 12:45 WIB
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi saat menyetir bus sekolah, Kamis (10/1/2019). KOMPAS.com/DEAN PAHREVIWali Kota Bekasi Rahmat Effendi saat menyetir bus sekolah, Kamis (10/1/2019).

BEKASI, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, resmi meluncurkan bus sekolah untuk para pelajar, Kamis (10/1/2019). Peresmian itu ditandai dengan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyopiri bus sekolah itu melewati SMPN 1, SMPN 3, dan SMPN 18 Kota Bekasi.

"Jaman Bapak dulu, sekolah itu masih jalan kaki. Saat ini alhamdulillah, pada hari ini Pemerintah Kota Bekasi luncurkan bus sekolah. Ini merupakan jawaban terkait larangan pelajar membawa kendaraan ke sekolah," kata Rahmat sambil menyetir bus sekolah, Kamis.

Rahmat mengatakan, bus sekolah belum akan beroperasi dalam waktu dekat. Pihaknya terlebih dulu harus membentuk UPT (Unit Pelaksana Teknis) operasional sekolah yang nanti mengoperasikan bus tersebut.

Baca juga: Pemkot Bekasi Janji Operasikan Bus Sekolah Gratis

Dia juga memerintahkan Dinas Perhubungan segera menyusun trayek bus sekolah.

Saat ini bus baru ada satu unit. Jumlahnya akan ditambah 20 unit yang merupakan bus hibah dari Kementerian Perhubungan.

"Bus satu (unit dulu). Kami akan lihat nanti setelah trayek disusun Dishub (Dinas Perhubungan) dan kami bentuk UPT. Insya Allah tahun depan tambah lagi," kata Rahmat.

Kepala Dishub Kota Bekasi Yayan Yuliana mengatakan, pelajar tidak akan dikenakan biaya saat menaiki bus sekolah itu.

"Ya akan kami bahas, prioritas kan sebenarnya pagi, kalau pulang sekolah kan jam gak tentu. Mungkin ada ekstrakurikuler, ada kegiatan yang lain kan bisa. Makanya prioritas pagi," kata Yayan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

FPI Belum Pastikan Rizieq Bisa Penuhi Panggilan Polisi Senin Depan

FPI Belum Pastikan Rizieq Bisa Penuhi Panggilan Polisi Senin Depan

Megapolitan
Usia Jemaat Dibatasi, Pembagian Hadiah Natal untuk Anak-anak di Gereja Katedral Ditiadakan

Usia Jemaat Dibatasi, Pembagian Hadiah Natal untuk Anak-anak di Gereja Katedral Ditiadakan

Megapolitan
Sederet Fakta Penangkapan Penyebar Video Ajakan Jihad dalam Azan

Sederet Fakta Penangkapan Penyebar Video Ajakan Jihad dalam Azan

Megapolitan
Dampak Pelesiran Guru MAN 22: 30 Orang Positif Covid-19, Sekolah Ditutup, dan KBM Tatap Muka Ditunda

Dampak Pelesiran Guru MAN 22: 30 Orang Positif Covid-19, Sekolah Ditutup, dan KBM Tatap Muka Ditunda

Megapolitan
Fakta Kasus Narkoba Mantan Artis Cilik IBS, Positif Sabu meski Polisi Tak Temukan Obatnya

Fakta Kasus Narkoba Mantan Artis Cilik IBS, Positif Sabu meski Polisi Tak Temukan Obatnya

Megapolitan
Tiga Momen Saling Serang Pradi-Afifah dan Idris-Imam di Debat Pamungkas Pilkada Depok

Tiga Momen Saling Serang Pradi-Afifah dan Idris-Imam di Debat Pamungkas Pilkada Depok

Megapolitan
Rahayu Saraswati Tak Dampingi Muhamad saat Pencoblosan Pilkada Tangsel 2020

Rahayu Saraswati Tak Dampingi Muhamad saat Pencoblosan Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
BMKG: Jakarta dan Bodebek Diguyur Hujan Hari Ini

BMKG: Jakarta dan Bodebek Diguyur Hujan Hari Ini

Megapolitan
Alasan Polisi Tak Juga Tangkap Pelaku Pencabulan Bocah di Rumah Ibadah

Alasan Polisi Tak Juga Tangkap Pelaku Pencabulan Bocah di Rumah Ibadah

Megapolitan
Rusun Rawa Buaya Dipersiapkan Jadi Tempat Pengungsian Banjir

Rusun Rawa Buaya Dipersiapkan Jadi Tempat Pengungsian Banjir

Megapolitan
Jakarta Utara Disebut Masuk Zona Oranye, Peningkatan Kasus Landai

Jakarta Utara Disebut Masuk Zona Oranye, Peningkatan Kasus Landai

Megapolitan
Selama Januari-November, 49 WNA di Jaksel Dideportasi karena Langgar Keimigrasian

Selama Januari-November, 49 WNA di Jaksel Dideportasi karena Langgar Keimigrasian

Megapolitan
Tim Pemburu Covid-19 Lakukan Tracing dari Laporan Warga dan Data Covid-19

Tim Pemburu Covid-19 Lakukan Tracing dari Laporan Warga dan Data Covid-19

Megapolitan
Jelang Natal dan Tahun Baru, Satpol PP Antisipasi Titik Rawan Kerumunan di Jaktim

Jelang Natal dan Tahun Baru, Satpol PP Antisipasi Titik Rawan Kerumunan di Jaktim

Megapolitan
Debat Pilkada Kota Depok, Idris Sindir Paslon Nomor 1 Tak Suka Ditanya Singkatan

Debat Pilkada Kota Depok, Idris Sindir Paslon Nomor 1 Tak Suka Ditanya Singkatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X