Kompas.com - 10/01/2019, 21:10 WIB
Ramp jembatan penyebrangan multiguna (JPM) atau skybridge Tanah Abang, Rabu (12/12/2018). KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELARamp jembatan penyebrangan multiguna (JPM) atau skybridge Tanah Abang, Rabu (12/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Koalisi Pejalan Kaki Alfred Sitorus mengkritik rencana pembangunan pagar yang dapat menghalangi pejalan kaki menyeberang di sekitar Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Alfred meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak memaksa pejalan kaki melewati skybridge atau jembatan penyeberangan multiguna (JPM) Tanah Abang.

"Ketika orang keluar dari stasiun (Tanah Abang) dan dari mana pun ya jangan dibatasi untuk lewat atas atau bawah karena yang menjadi akses pertamanya itu adalah trotoar di bawah," kata Alfred ketika dihubungi, Kamis (10/1/2019).

Baca juga: Pedagang Puas Berjualan di Skybridge Tanah Abang

Alfred mengatakan, akses awal dan utama pejalan kaki di kawasan itu adalah trotoar dan zebra cross.

Ia meminta keberadaan skybridge tidak menghilangkan aktivitas menyeberang di jalan yang menyusahkan pejalan kaki.

"Jadi jangan sampai dipikir JPM sudah selesai dibangun, semua akses semua lewat atas. Itu salah," ujar dia. 

Baca juga: PKL Masih Kucing-kucingan dengan Satpol PP di Skybridge Tanah Abang

Alfred menilai skybridge dibangun untuk menampung pedagang kaki lima (PKL) yang biasa mengokupasi trotoar.

Ia meminta Pemprov DKI mengedepankan pejalan kaki. Ia mengusulkan pembangunan pelican crossing atau zebra cross yang memudahkan pejalan kaki.

"Namanya berjalan di dalam kota itu untuk menyeberang ya, kita jangan selalu melulu JPO untuk pejalan kaki, untuk menyeberang. Nah kita harus mengedepankan bagaimana sesuai dengan apa di aturan lalu lintas itu memprioritaskan pejalan kaki," kata Alfred.

Baca juga: Skybridge Tanah Abang Diresmikan Setelah Masa Uji Coba

Sebelumnya, banyak pejalan kaki yang masih menyeberang di Jalan Jatibaru, Jakarta Pusat. Mereka melompati movable concrete barrier atau pembatas beton.

Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi mengatakan, pihaknya telah meminta PD Pembangunan Sarana Jaya membangun pagar pembatas setinggi satu meter di tengah Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

"MCB akan diganti pagar yang permanen. Tingginya sekitar satu meter," kata Irwandi di kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Kamis (10/1/2019).

Nantinya, lanjut Irwandi, pihaknya berharap tidak ada lagi pejalan kaki yang nekat menyeberang melintasi Jalan Jatibaru Raya untuk menuju Stasiun Tanah Abang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Melonjak, Kasus Aktif Covid-19 di Kota Bekasi Bertambah 654 dalam Sepekan

Melonjak, Kasus Aktif Covid-19 di Kota Bekasi Bertambah 654 dalam Sepekan

Megapolitan
Ditemukan Kasus Covid-19, 7 SMA di Kota Tangerang Batalkan PTM

Ditemukan Kasus Covid-19, 7 SMA di Kota Tangerang Batalkan PTM

Megapolitan
Dirut Jakpro Sebut Tender Pembangunan Sirkuit Formula E Tak Gagal tapi Diulang

Dirut Jakpro Sebut Tender Pembangunan Sirkuit Formula E Tak Gagal tapi Diulang

Megapolitan
Beberapa Pengeroyok Kakek 89 Tahun di Cakung Belum Tertangkap, Polisi Pegang Data Kendaraan

Beberapa Pengeroyok Kakek 89 Tahun di Cakung Belum Tertangkap, Polisi Pegang Data Kendaraan

Megapolitan
Rumah Jaelani di Pegangsaan Dua Jadi Pilot Project 'Bedah Rumah' oleh Polsek Wilayah Jakarta Utara

Rumah Jaelani di Pegangsaan Dua Jadi Pilot Project "Bedah Rumah" oleh Polsek Wilayah Jakarta Utara

Megapolitan
Dua Siswanya Terpapar Covid-19, SMPN 77 Cempaka Putih Tetap PTM

Dua Siswanya Terpapar Covid-19, SMPN 77 Cempaka Putih Tetap PTM

Megapolitan
18 Sekolah di 4 Kecamatan Jakpus Ditutup Sementara akibat Siswa Positif Covid-19

18 Sekolah di 4 Kecamatan Jakpus Ditutup Sementara akibat Siswa Positif Covid-19

Megapolitan
Formula E Gagal Tender dan Belum Dapat Sponsor, Pemprov DKI Diminta Terbuka

Formula E Gagal Tender dan Belum Dapat Sponsor, Pemprov DKI Diminta Terbuka

Megapolitan
Makam Terduga Korban Pembunuhan oleh Temannya Sendiri di Jatiwaringin Dibongkar untuk Keperluan Otopsi

Makam Terduga Korban Pembunuhan oleh Temannya Sendiri di Jatiwaringin Dibongkar untuk Keperluan Otopsi

Megapolitan
Kronologi Pengeroyokan Kakek 89 Tahun hingga Tewas, Awalnya Serempetan dan Ada Provokasi Pemotor

Kronologi Pengeroyokan Kakek 89 Tahun hingga Tewas, Awalnya Serempetan dan Ada Provokasi Pemotor

Megapolitan
Saat Kasus Covid-19 di Tangsel Melonjak Drastis dan RLC Mulai Dipenuhi Pasien

Saat Kasus Covid-19 di Tangsel Melonjak Drastis dan RLC Mulai Dipenuhi Pasien

Megapolitan
PPKM Level 2 Diperpanjang, Jakarta Tetap Bisa Gelar PTM 100 Persen

PPKM Level 2 Diperpanjang, Jakarta Tetap Bisa Gelar PTM 100 Persen

Megapolitan
Mediator Berhalangan Hadir, Sidang Mediasi Yusuf Mansur Kasus Tabung Tanah Ditunda

Mediator Berhalangan Hadir, Sidang Mediasi Yusuf Mansur Kasus Tabung Tanah Ditunda

Megapolitan
Sekolah Tatap Muka di Jakarta Akan Ditutup jika Ada Kondisi Ini...

Sekolah Tatap Muka di Jakarta Akan Ditutup jika Ada Kondisi Ini...

Megapolitan
5 Orang yang Terlibat Pengeroyokan Kakek 89 Tahun di Cakung Ditetapkan sebagai Tersangka, Berikut Peran-perannya...

5 Orang yang Terlibat Pengeroyokan Kakek 89 Tahun di Cakung Ditetapkan sebagai Tersangka, Berikut Peran-perannya...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.