Ada Titik Terang, Stadion BMW Mulai Dibangun Maret 2019

Kompas.com - 11/01/2019, 09:18 WIB
Kondisi lahan proyek Stadion BMW di Sunter Agung, Jakarta Utara, Kamis (4/10/2018). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DKondisi lahan proyek Stadion BMW di Sunter Agung, Jakarta Utara, Kamis (4/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembangunan Stadion bertaraf internasional di kawasan Taman BMW, Sunter, Jakarta Utara, akan dimulai akhir Maret 2019. Stadion itu nanti akan menjadi markas Persija Jakarta.

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo Dwi Wahyu Daryoto menyatakan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Persija Jakarta dan Jakmania (kelompok pendukung Persija) terkait rencana itu.

"Akhir Maret rencana kami (groundbreaking). Sudah kami komunikasikan ke teman-teman di Persija, Jakmania, mereka tahu kok kalau Maret," kata Dwi di Depo LRT Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (10/1/2019).

Baca juga: Pemprov DKI Tak Hanya Bangun Stadion BMW, tetapi Bangun Kawasan


Dwi menyatakan, desain stadion sudah siap tetapi belum bisa dipublikasikan. Ia menargetkan, pembangunan stadion berkapasitas 80.000 penonton itu rampung pada 2021.

"(Target selesainya) 3 tahun, 2021. Mau groundbreaking-nya Agustus, mau Maret, pokoknya 2021 harus jadi. Kasihan teman-teman Persija," ujar dia.

Ia menjelaskan, kawasan Taman BMW nant tidak hanya dibangun stadion tetapi menjadi sebuah kawasan yang di dalamnya terdapat stadion.

Menurut Dwi, kawasan itu akan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas seperti hotel dan apartemen yang akan dikomersialkan untuk menjadi sumber dana perawatan stadion.

"Membangun kawasan itu untuk save financing-nya membangun stadion itu dari mana, masa tergantung APBD terus?" ujar dia.

Baca juga: Stadion BMW Mulai Dibangun Akhir Maret 2019

Jakpro akan bekerja sama dengan sejumlah pihak dalam membangun kawasan itu. Sementara pembangunan Stadion BMW dibiayai dana Penyertaan Modal Daerah (PMD) yang sudah disetujui DPRD DKI.

Dwi juga menyebutkan, Depo MRT Fase II tidak akan dibangun di lahan bakal berdirinya Stadion BMW seperti yang didengungkan beberapa waktu terakhir. Ia beralasan, Depo MRT Fase II seluas 12 hektar tidak akan cukup bila dibangun bersamaan dengan Stadion BMW di atas lahan seluas 25 hektar.

"Kalau 12 (hektar) itu diambil buat depo, berarti tinggal 13 hektar, cukup enggak untuk stadion dan kawasan lainnya? Kan enggak cukup," ujar dia.

Ia melanjutkan, Depo MRT Fase II tidak dibangun di lahan tersebut karena depo merupakan objek vital yang tidak boleh berada di kawasan yang ramai pengunjung

"Enggak mungkin depo itu dibangun di sana karena depo itu objek vital nasional, gak mungkin dicampur dengan crowd. Nah akhirnya nanti terserah MRT atau JICA mau apakah tetap di Kampung Bandan atau di tempat lain," kata dia

Namun kawasan Stadion BMW tetap membutuhkan fasilitas transportasi berupa stasiun MRT untuk memudahkan akses bagi para pengunjung.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Empat Rancangan Anggaran Fantastis Gulkarmat Akhirnya Disahkan dengan Diwarnai Perdebatan

Empat Rancangan Anggaran Fantastis Gulkarmat Akhirnya Disahkan dengan Diwarnai Perdebatan

Megapolitan
Fraksi PSI Minta Empat Anggaran Fantastis Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Ditangguhkan

Fraksi PSI Minta Empat Anggaran Fantastis Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Ditangguhkan

Megapolitan
Peringati Hari Ibu, Iriana Jokowi Hadiri Acara Jalan Sehat bersama Penyandang Disabilitas

Peringati Hari Ibu, Iriana Jokowi Hadiri Acara Jalan Sehat bersama Penyandang Disabilitas

Megapolitan
Bukan Hanya Nama Jalan, MH Thamrin Juga Pernah Dijadikan Nama Proyek Pembangunan

Bukan Hanya Nama Jalan, MH Thamrin Juga Pernah Dijadikan Nama Proyek Pembangunan

Megapolitan
Polisi Tunggu Hasil Labfor untuk Ungkap Penyebab Kebakaran Mal Lokasari Square

Polisi Tunggu Hasil Labfor untuk Ungkap Penyebab Kebakaran Mal Lokasari Square

Megapolitan
Tercatat 96 Kali Gempa Tektonik di Wilayah Banten pada November 2019

Tercatat 96 Kali Gempa Tektonik di Wilayah Banten pada November 2019

Megapolitan
Begini Cara Petugas PJL Atur Pelintasan KA Tanpa Palang di Stasiun Ancol

Begini Cara Petugas PJL Atur Pelintasan KA Tanpa Palang di Stasiun Ancol

Megapolitan
Berjaga 24 Jam, Mendengar Aktivitas Alam yang Kian Sulit Dipahami

Berjaga 24 Jam, Mendengar Aktivitas Alam yang Kian Sulit Dipahami

Megapolitan
DPRD DKI Soroti Usulan Anggaran Sistem Informasi Potensi Bencana Senilai Rp 8 Miliar

DPRD DKI Soroti Usulan Anggaran Sistem Informasi Potensi Bencana Senilai Rp 8 Miliar

Megapolitan
Sempat Dicoret, Pembangunan SMK 74 Akhirnya Disahkan DPRD DKI sebagai Boarding School

Sempat Dicoret, Pembangunan SMK 74 Akhirnya Disahkan DPRD DKI sebagai Boarding School

Megapolitan
Ketika Komisi E DPRD DKI Terbelah soal Boarding School SMKN 74...

Ketika Komisi E DPRD DKI Terbelah soal Boarding School SMKN 74...

Megapolitan
BPBD DKI Usulkan Anggaran Simulator Bencana Berteknologi Canggih Senilai Rp 12 Miliar

BPBD DKI Usulkan Anggaran Simulator Bencana Berteknologi Canggih Senilai Rp 12 Miliar

Megapolitan
Ketua DPC Hanura Didorong Partainya Ikut Pilkada Tangsel 2020

Ketua DPC Hanura Didorong Partainya Ikut Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
Anggarannya Sempat Dicoret, Disdik DKI Usulkan SMK Pariwisata jadi Sekolah Asrama

Anggarannya Sempat Dicoret, Disdik DKI Usulkan SMK Pariwisata jadi Sekolah Asrama

Megapolitan
Bocah yang Hanyut di Kali Angke Ciputat Ditemukan 13 Meter dari Lokasi Awal

Bocah yang Hanyut di Kali Angke Ciputat Ditemukan 13 Meter dari Lokasi Awal

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X