DKI Anggarkan Rp 217 Miliar untuk Pembebasan Lahan MRT Fase II - Kompas.com

DKI Anggarkan Rp 217 Miliar untuk Pembebasan Lahan MRT Fase II

Kompas.com - 11/01/2019, 13:00 WIB
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Wijatmoko di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Rabu (26/12/2018).KOMPAS.com/NURSITA SARI Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Wijatmoko di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Rabu (26/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menganggarkan Rp 217 miliar untuk pembebasan lahan fase II MRT.

Anggaran itu masuk ke pos Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta.

Baca juga: Tak Cukup Lahan, Depo MRT Fase II Tak Bisa Dibangun di Kawasan Stadion BMW

"Kami mengalokasikan anggaran itu berdasarkan dari data yang dikirimkan MRT (PT MRT Jakarta)," kata Plt Kepala Dinas Perhubungan Sigit Wijatmoko ketika dihubungi, Jumat (11/1/2019).

Sigit mengatakan, pihaknya bersama Badan Pertanahan Negara (BPN) kini bakal menginventarisasi ulang bidang-bidang yang akan dibebaskan.

Bidang-bidang itu terletak di sepanjang rute fase II yang rencananya dari Bundaran HI hingga Stadion BMW.

Lahan yang dibebaskan di sepanjang Jalan MH Thamrin hingga Kampung Bandan rencananya akan digunakan untuk mendirikan cooling tower (CT), ventilation tower (VT), serta entrance stasiun.

Lahan yang akan dibebaskan itu sebagian besar milik gedung komersial dan sebagian kecil dimiliki warga perorangan. Luasnya kurang dari lima hektare.

"Ini kan pembebasan dilakukan panitia pengadaan tanah, dari kami, BPN, nanti bersama wali kota, camat, lurah," ujar Sigit.

Anggaran ini nyaris dibatalkan lantaran sempat ditolak Badan Anggaran DPRD DKI Jakarta dalam rapat 21 November 2018 lalu.

Baca juga: Pembongkaran Dekat Stasiun MRT, Ada Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Dr Satrio dan Sudirman

Pasalnya, mata anggaran itu baru diusulkan dan tidak ada di Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) yang menjadi dasar penyusunan anggaran.


Terkini Lainnya


Close Ads X