12 Perusahaan Berminat Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah di Tangsel

Kompas.com - 11/01/2019, 17:11 WIB
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin DavnieJosephus Primus Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie mengatakan, ada 12 perusahaan yang berminat membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah ( PLTSa) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, Tangsel. PLTSa dibangun dengan sistem kerjasama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

Benyamin mengatakan, hampir seluruh perusahaan berasal dari luar negeri.

"Menurut info dari Dinas Lingkungan Hidup, tidak kurang 12 perusahaan sudah memasukkan proposal terkait PLTSa. Kalau enggak salah dari Korsel, China, dan dari Eropa. Ada juga perusahaan dalam negeri," kata Benyamin, Jumat (11/1/2019).

Baca juga: Diajak Jokowi Rapat soal PLTSa, Ridwan Kamil Akan Minta Dukungan

Saat ini, Pemkot Tangsel dibantu pemerintah pusat tengah mengkaji semua proposal yang masuk.

Benyamin mengatakan, pihaknya menargetkan PLTSa selesai dibangun dan bisa beroperasi pada 2021.

"Kami sih berharap 2021 sudah bisa jalan PLTSa-nya," ujar Benyamin.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan telah berencana membangun PLTSa di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, Tangsel. Benyamin Davnie sebelumnya mengatakan, pembangunan PLTSa itu merupakan masukan dari pemerintah pusat yang menyebut sistem sanitary landfill atau pengelolaan sampah dengan cara membuang dan menumpuk sampah di TPA Cipeucang tidak menyelesaikan permasalahan sampah di Tangsel.

Baca juga: Pemkot Tangsel Gandeng Swasta Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Pembangunan PLTSa akan melibatkan perusahaan swasta dengan sistem kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU). Sistem KPBU dipilih karena besarnya anggaran dalam pembangunan PLTSa sehingga perlu ada kerja sama dengan investor swasta.


Terkini Lainnya

Peneliti LSI Denny JA: Dinamika Politik hingga 'Error' Jadi Penyebab Hasil Survei Berbeda-beda

Peneliti LSI Denny JA: Dinamika Politik hingga "Error" Jadi Penyebab Hasil Survei Berbeda-beda

Nasional
Risma: Kita Harus Datang ke TPS dan Tentukan Pilihan Kita

Risma: Kita Harus Datang ke TPS dan Tentukan Pilihan Kita

Regional
Peneliti Litbang Kompas: Hasil Survei Masih dalam Rentang 'Margin of Error' Lembaga Lain

Peneliti Litbang Kompas: Hasil Survei Masih dalam Rentang "Margin of Error" Lembaga Lain

Nasional
Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pembacokan Sejumlah Warga Sawah Besar

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pembacokan Sejumlah Warga Sawah Besar

Megapolitan
Menkominfo: Sebagian Pegawai Desa Gunakan Internet untuk Main Game

Menkominfo: Sebagian Pegawai Desa Gunakan Internet untuk Main Game

Regional
Bawaslu: Pemantau Asing Bukan Hal yang Luar Biasa

Bawaslu: Pemantau Asing Bukan Hal yang Luar Biasa

Nasional
Ternyata, Ada Bungker yang Tembus ke Stasiun Tambun di Gedung Juang

Ternyata, Ada Bungker yang Tembus ke Stasiun Tambun di Gedung Juang

Megapolitan
Dari Bintaro hingga Cinere, Ini Rute Transjakarta yang Terintegrasi Stasiun MRT

Dari Bintaro hingga Cinere, Ini Rute Transjakarta yang Terintegrasi Stasiun MRT

Megapolitan
Biografi Tokoh Dunia: Mahmoud Abbas, Presiden Ke-2 Negara Palestina

Biografi Tokoh Dunia: Mahmoud Abbas, Presiden Ke-2 Negara Palestina

Internasional
Wagub NTT: Kalau Mau lihat Komodo yang Asli, Bayarnya Harus Mahal

Wagub NTT: Kalau Mau lihat Komodo yang Asli, Bayarnya Harus Mahal

Regional
Saat Jokowi Mendadak Beli Durian di Dumai

Saat Jokowi Mendadak Beli Durian di Dumai

Nasional
Satu Murid Calon Pendeta Lolos dari Pembunuhan di OKI, Polisi Tunggu Kondisinya Stabil

Satu Murid Calon Pendeta Lolos dari Pembunuhan di OKI, Polisi Tunggu Kondisinya Stabil

Regional
Pertama Kali, OPD dan Camat se-Surabaya Teken Pakta Integritas Secara Elektronik

Pertama Kali, OPD dan Camat se-Surabaya Teken Pakta Integritas Secara Elektronik

Regional
Wagub Sulut Ingatkan Kembali 7 Prioritas Pembangunan Sulut

Wagub Sulut Ingatkan Kembali 7 Prioritas Pembangunan Sulut

Regional
Wapres Jamin Pemerintahan Berjalan Normal meski Presiden Sibuk Kampanye

Wapres Jamin Pemerintahan Berjalan Normal meski Presiden Sibuk Kampanye

Nasional

Close Ads X