DKI Sebut Naturalisasi Bisa Jadikan Sungai Jalur Transportasi Air

Kompas.com - 11/01/2019, 21:24 WIB
Sepanjang tahun 2013-2017, normalisasi Sungai Ciliwung telah dilakukan sepanjang 16,38 kilometer dari panjang sungai yang harus dinormalisasi sekitar33,69 kilometer. Dok. Pemprov DKI JakartaSepanjang tahun 2013-2017, normalisasi Sungai Ciliwung telah dilakukan sepanjang 16,38 kilometer dari panjang sungai yang harus dinormalisasi sekitar33,69 kilometer.

JAKARTA, KOMPAS.com - Naturalisasi sungai yang akan dilakukan Pemprov DKI Jakarta ditargetkan bisa membuat sungai jadi jalur transportasi.

"Sangat bisa, sangat ke sana arahnya," kata Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup DKI Jakarta Yusmada Faizal di Balai Kota, Jumat (11/1/2019).

Baca juga: Naturalisasi Sungai, Pemprov DKI Libatkan Swasta dan Masyarakat

Soal waktu mewujudkan transportasi berbasis air, kata Yusmada, kemungkinannya masih lama.

Untuk saat ini, pihaknya baru menyusun peraturan gubernur terkait naturalisasi.

"Pelan-pelan dulu lah," ujar Yusmada.

Yusmada mengatakan, naturalisasi tak sekadar mengembalikan kapasitas sungai. Naturalisasi juga dilakukan untuk mengembalikan ekosistem sungai.

Selain itu, sungai juga akan jadi pusat pengelolaan air dengan dibangunnya instalasi pengolahan air limbah ( IPAL).

"Satu soal kapasitas, yang kedua soal mengembalikan ekosistem kali, yang ketiga air sungai itu menjadi sehat," kata Yusmada.

Istilah naturalisasi sungai pertama diungkapkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Konsep ini dicetuskan Anies ketika ia ditanya soal kelanjutan normalisasi sungai pada 7 Februari 2018.

Baca juga: Kali Krukut Akan Jadi Percontohan Naturalisasi Sungai

Adapun normalisasi 13 sungai di Jakarta sudah dikerjakan pemerintah pusat lewat Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Namun, prosesnya berhenti sejak 2017 karena Pemprov DKI tak lagi membebaskan lahan.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jakarta Banjir, Sejumlah Rute Transjakarta Masih Dialihkan dan Tak Beroperasi

Jakarta Banjir, Sejumlah Rute Transjakarta Masih Dialihkan dan Tak Beroperasi

Megapolitan
Polisi Tangkap 8 Terduga Perusak Aeon Mall Jakarta Garden City, Mayoritas Anak

Polisi Tangkap 8 Terduga Perusak Aeon Mall Jakarta Garden City, Mayoritas Anak

Megapolitan
Mall AEON Jakarta Garden City Didemo Massa, Warga Cakung: Dulu Enggak Banjir

Mall AEON Jakarta Garden City Didemo Massa, Warga Cakung: Dulu Enggak Banjir

Megapolitan
Banjir Periuk Kota Tangerang, Gubernur Diminta Turun Tangan, Wali Kota Tuntut Pengembang

Banjir Periuk Kota Tangerang, Gubernur Diminta Turun Tangan, Wali Kota Tuntut Pengembang

Megapolitan
Doa Ibu untuk Sopir Taksi Online Mulia yang Bersedia Bawa Jenazah Bayinya...

Doa Ibu untuk Sopir Taksi Online Mulia yang Bersedia Bawa Jenazah Bayinya...

Megapolitan
Bekasi Butuh Sekitar Rp 4,4 Triliun untuk Atasi Banjir

Bekasi Butuh Sekitar Rp 4,4 Triliun untuk Atasi Banjir

Megapolitan
Viral Kisah Suami Istri Bawa Pulang Jenazah Bayinya dengan Taksi Online Setelah Ditolak Berkali-kali

Viral Kisah Suami Istri Bawa Pulang Jenazah Bayinya dengan Taksi Online Setelah Ditolak Berkali-kali

Megapolitan
BMKG: Rabu Pagi, Jakarta Hujan Merata, Kemudian Hujan Deras Dini Hari

BMKG: Rabu Pagi, Jakarta Hujan Merata, Kemudian Hujan Deras Dini Hari

Megapolitan
Ditanya Solusi Banjir, Anies: Waspada Saja

Ditanya Solusi Banjir, Anies: Waspada Saja

Megapolitan
Remaja 14 Tahun Meninggal Terseret Banjir Usai Selamatkan Dua Bocah

Remaja 14 Tahun Meninggal Terseret Banjir Usai Selamatkan Dua Bocah

Megapolitan
Seorang Santri Tewas, Diduga karena Terseret Arus Kali Mampang

Seorang Santri Tewas, Diduga karena Terseret Arus Kali Mampang

Megapolitan
Anies: Pengungsi akibat Banjir Berkisar 15.000 Jiwa

Anies: Pengungsi akibat Banjir Berkisar 15.000 Jiwa

Megapolitan
Kala Nasi Sarden Menjadi Menu Andalan Posko Banjir Cipinang Melayu

Kala Nasi Sarden Menjadi Menu Andalan Posko Banjir Cipinang Melayu

Megapolitan
Sudah Malam, Banjir di Perumahan Bumi Nasio Indah Masih 2 Meter

Sudah Malam, Banjir di Perumahan Bumi Nasio Indah Masih 2 Meter

Megapolitan
Halaman Rumah Warga di Jagakarsa Longsor karena Hujan

Halaman Rumah Warga di Jagakarsa Longsor karena Hujan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X