Cegah Kenakalan Remaja, Pemkot Jaksel Gelar Program Maghrib Mengaji

Kompas.com - 11/01/2019, 22:56 WIB
Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, Jumat (20/7/2018).KOMPAS.com/NURSITA SARI Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, Jumat (20/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Jakarta Selatan menggelar program Maghrib Mengaji di setiap kelurahan.

Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali mengatakan, program ini digelar untuk mencegah kenakalan remaja.

"Kita lebih banyak mengajak ke anak-anak remaja biar mereka masuk masjid," ujar Marullah saat dihubungi, Jumat (11/1/2019).

Baca juga: Ridwan Kamil Resmikan Program Maghrib Mengaji di Sukabumi

Marullah menyebut, masjid merupakan tempat aman agar para remaja tidak melakukan tawuran, mengonsumsi narkoba, dan lain-lain.

"(Masjid) itu saya anggap safe house untuk mengamankan mereka. Dengan begitu, mudah-mudahan generasi kita bisa terlindungi dari hal-hal yang negatif," kata dia.

Marullah menyampaikan, setiap kelurahan di Jakarta Selatan menggelar empat kali program Maghrib Mengaji dalam satu bulan.

Baca juga: Bikin Anak Malas Mengaji, Desa di Aceh Ini Larang Wi-Fi di Warung Kopi

Program itu digelar secara bergiliran di masjid-masjid setiap pekannya.

"Setiap kelurahan itu sebulan empat kali, per minggu satu kali," ucapnya.

Marullah berharap program ini menjadi pemicu masyarakat untuk melakukan gerakan Maghrib Mengaji secara rutin.

Baca juga: Pesan Gus Ipul: Santri Jangan hanya Pintar Mengaji...

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendukung program Maghrib Mengaji yang digelar Pemkot Jakarta Selatan. Anies menilai program inu memiliki nilai moral yang baik.

"Secara moral, semua kegiatan yang baik pantas didukung. Kegiatan tarik tambang kami dukung, ya kan? Artinya, secara moral, yang baik-baik didukung," ucap Anies di Balai Kota DKI Jakarta.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Anies Usulkan Pemisahan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan

Anies Usulkan Pemisahan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan

Megapolitan
Ditargetkan Rampung Agustus, Begini Progres Pembangunan Rusunami DP Rp 0

Ditargetkan Rampung Agustus, Begini Progres Pembangunan Rusunami DP Rp 0

Megapolitan
Produksi Sabu Rumahan, MG Menjualnya Rp 700.000 Per Gram

Produksi Sabu Rumahan, MG Menjualnya Rp 700.000 Per Gram

Megapolitan
Pengacara Klaim Polisi Kabulkan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana

Pengacara Klaim Polisi Kabulkan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana

Megapolitan
Rusunami DP Rp 0 Jilid II Akan Dibangun September 2019 di Cilangkap

Rusunami DP Rp 0 Jilid II Akan Dibangun September 2019 di Cilangkap

Megapolitan
Kepsek SMAN 68 Jakarta: Banyak Orangtua Antre dari Subuh karena Keliru

Kepsek SMAN 68 Jakarta: Banyak Orangtua Antre dari Subuh karena Keliru

Megapolitan
Dalam PPDB Sistem Zonasi, Nilai Siswa Tetap Diperhitungkan

Dalam PPDB Sistem Zonasi, Nilai Siswa Tetap Diperhitungkan

Megapolitan
Polisi Sebut Kivlan Zen Tidak Kooperatif, Ini Tanggapan Pengacara...

Polisi Sebut Kivlan Zen Tidak Kooperatif, Ini Tanggapan Pengacara...

Megapolitan
Keluarga TNI: Kenapa PPDB Sesuai KK? Kan Kita Pindah-pindah, Tugas Negara

Keluarga TNI: Kenapa PPDB Sesuai KK? Kan Kita Pindah-pindah, Tugas Negara

Megapolitan
Rusunawa KS Tubun Diperuntukkan bagi Warga Berpenghasilan Rp 4 Juta-7 Juta

Rusunawa KS Tubun Diperuntukkan bagi Warga Berpenghasilan Rp 4 Juta-7 Juta

Megapolitan
Karyawan dan Pemilik Gudang Elektronik di Bekasi Disekap dan Dirampok

Karyawan dan Pemilik Gudang Elektronik di Bekasi Disekap dan Dirampok

Megapolitan
Pendaftar PPDB Membeludak, SMPN 115 Jakarta Terapkan Sistem Antre seperti di Bank

Pendaftar PPDB Membeludak, SMPN 115 Jakarta Terapkan Sistem Antre seperti di Bank

Megapolitan
Akhirnya Rusunawa KS Tubun Siap Dihuni Agustus, Tarifnya Rp 1,5 Juta

Akhirnya Rusunawa KS Tubun Siap Dihuni Agustus, Tarifnya Rp 1,5 Juta

Megapolitan
PPDB di SMAN 78, Pendaftar Capai 400 Antrean pada Pagi Hari

PPDB di SMAN 78, Pendaftar Capai 400 Antrean pada Pagi Hari

Megapolitan
Demi PPDB, Orangtua Murid Antre Sejak 04.30 WIB di SMAN 68 Jakarta

Demi PPDB, Orangtua Murid Antre Sejak 04.30 WIB di SMAN 68 Jakarta

Megapolitan

Close Ads X