Program Maghrib Mengaji di Jaksel Dianggarkan Rp 500.000 Tiap Digelar

Kompas.com - 11/01/2019, 23:01 WIB
Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali di Cipulir, Jakarta Selatan, Rabu (11/7/2018).KOMPAS.com/NURSITA SARI Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali di Cipulir, Jakarta Selatan, Rabu (11/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali mengatakan, anggaran program Maghrib Mengaji sekitar Rp 500.000 setiap kali digelar.

Dana itu dianggarkan di masing-masing kelurahan di Jakarta Selatan.

"Untuk satu kali pelaksanaan itu kira-kira Rp 500.000 lebih sedikit," ujar Marullah saat dihubungi, Jumat (11/1/2019).

Baca juga: Cegah Kenakalan Remaja, Pemkot Jaksel Gelar Program Maghrib Mengaji

Marullah menyampaikan, setiap kelurahan di Jakarta Selatan menggelar empat kali program Maghrib Mengaji dalam satu bulan.

Program itu digelar secara bergiliran di masjid-masjid setiap pekannya.

Artinya, anggaran program Maghrib Mengaji setiap bulannya untuk tiap kelurahan sekitar Rp 2 juta.

Baca juga: Ridwan Kamil Resmikan Program Maghrib Mengaji di Sukabumi

Anggaran itu digunakan untuk menggaji guru mengaji dan keperluan lainnya.

"Masing-masing kelurahan boleh jadi menggunakan guru ngaji yang ada di lingkup situ, diberdayakan, dengan anggaran yang dimiliki oleh kelurahan," kata dia.

Adapun, Pemerintah Kota Jakarta Selatan menggelar program Maghrib Mengaji untuk mencegah kenakalan remaja.

Marullah menyebut masjid sebagai tempat aman agar remaja-remaja tidak melakukan tawuran, mengonsumsi narkoba, dan lainnya.



Close Ads X