2020, Pembangunan "Flyover" dan "Underpass" Bulak Kapal Bekasi Dimulai

Kompas.com - 11/01/2019, 23:08 WIB
Desain Jalan Layang (Flyover) dan Underpass Bulak Kapal Bekasi, Jumat (11/1/2019).Dokumentasi Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bekasi Desain Jalan Layang (Flyover) dan Underpass Bulak Kapal Bekasi, Jumat (11/1/2019).

BEKASI, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan membangun flyover dan underpass di kawasan persimpangan Bulak Kapal, Kota Bekasi, Jawa Barat, untuk mengurangi kemacetan lalu lintas.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bekasi Arief Maulana mengatakan, proyek pembangunan flyover itu akan dilaksanakan tahun 2020.

"(Tahun) 2019 ada pemilihan umum legislatif dan presiden. Undang-undangnya tidak memperbolehkan ada kegiatan menggunakan tahun jamak bersamaan dengan agenda tersebut," kata Arief kepada Kompas.com, Jumat (11/1/2019).

Baca juga: Awak Bus Royaltrans Dikeroyok Massa di Halte Bulak Kapal

Menurut rencana, pembangunan akan menggunakan anggaran Kementerian PUPR. Sementara itu, Pemkot Bekasi hanya dibebani membebaskan lahan untuk pembangunan tersebut.

"Sejak tahun 2015, kami sudah bebaskan lahan. Ada 177 bidang lahan yang kami bebaskan, sebagian besar sudah selesai," ujar Arief.

Flyover dan underpass itu ditargetkan dapat memperlancar arus lalu lintas di Jalan Ir Juanda, Jalan Joyomartono, Jalan Pahlawan Raya, dan Jalan Diponegoro.

Baca juga: Lahan Tersedia, Pemkot Bekasi Segera Bangun Underpass Bulak Kapal

Perlintasan kereta api tanpa palang pintu jugan akan ditutup. Sebab, kendaraan dari arah Jalan Pahlawan bisa langsung menuju Jalan Ir Juanda dan Jalan Joyomartono melalui flyover.

Sementara itu, kendaraan dari arah Jalan Ir Juanda bisa langsung menuju Jalan Diponegoro melalui underpass.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Anies Usulkan Pemisahan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan

Anies Usulkan Pemisahan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan

Megapolitan
Ditargetkan Rampung Agustus, Begini Progres Pembangunan Rusunami DP Rp 0

Ditargetkan Rampung Agustus, Begini Progres Pembangunan Rusunami DP Rp 0

Megapolitan
Produksi Sabu Rumahan, MG Menjualnya Rp 700.000 Per Gram

Produksi Sabu Rumahan, MG Menjualnya Rp 700.000 Per Gram

Megapolitan
Pengacara Klaim Polisi Kabulkan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana

Pengacara Klaim Polisi Kabulkan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana

Megapolitan
Rusunami DP Rp 0 Jilid II Akan Dibangun September 2019 di Cilangkap

Rusunami DP Rp 0 Jilid II Akan Dibangun September 2019 di Cilangkap

Megapolitan
Kepsek SMAN 68 Jakarta: Banyak Orangtua Antre dari Subuh karena Keliru

Kepsek SMAN 68 Jakarta: Banyak Orangtua Antre dari Subuh karena Keliru

Megapolitan
Dalam PPDB Sistem Zonasi, Nilai Siswa Tetap Diperhitungkan

Dalam PPDB Sistem Zonasi, Nilai Siswa Tetap Diperhitungkan

Megapolitan
Polisi Sebut Kivlan Zen Tidak Kooperatif, Ini Tanggapan Pengacara...

Polisi Sebut Kivlan Zen Tidak Kooperatif, Ini Tanggapan Pengacara...

Megapolitan
Keluarga TNI: Kenapa PPDB Sesuai KK? Kan Kita Pindah-pindah, Tugas Negara

Keluarga TNI: Kenapa PPDB Sesuai KK? Kan Kita Pindah-pindah, Tugas Negara

Megapolitan
Rusunawa KS Tubun Diperuntukkan bagi Warga Berpenghasilan Rp 4 Juta-7 Juta

Rusunawa KS Tubun Diperuntukkan bagi Warga Berpenghasilan Rp 4 Juta-7 Juta

Megapolitan
Karyawan dan Pemilik Gudang Elektronik di Bekasi Disekap dan Dirampok

Karyawan dan Pemilik Gudang Elektronik di Bekasi Disekap dan Dirampok

Megapolitan
Pendaftar PPDB Membeludak, SMPN 115 Jakarta Terapkan Sistem Antre seperti di Bank

Pendaftar PPDB Membeludak, SMPN 115 Jakarta Terapkan Sistem Antre seperti di Bank

Megapolitan
Akhirnya Rusunawa KS Tubun Siap Dihuni Agustus, Tarifnya Rp 1,5 Juta

Akhirnya Rusunawa KS Tubun Siap Dihuni Agustus, Tarifnya Rp 1,5 Juta

Megapolitan
PPDB di SMAN 78, Pendaftar Capai 400 Antrean pada Pagi Hari

PPDB di SMAN 78, Pendaftar Capai 400 Antrean pada Pagi Hari

Megapolitan
Demi PPDB, Orangtua Murid Antre Sejak 04.30 WIB di SMAN 68 Jakarta

Demi PPDB, Orangtua Murid Antre Sejak 04.30 WIB di SMAN 68 Jakarta

Megapolitan

Close Ads X