Putri Indonesia Lingkungan Usulkan Peserta Pemilu Daur Ulang Alat Peraga Kampanye

Kompas.com - 11/01/2019, 23:35 WIB
Puteri Indonesia Lingkungan 2018 (Runner Up 1), Vania Fitryanti Herlambang usai menghadiri pemasangan 1.000 spanduk pencegahan kampanye di tempat ibadah di kawasan Jelambar, Jakarta Barat pada Jumat (11/1/2019).Kompas.com/RIMA WAHYUNINGRUM Puteri Indonesia Lingkungan 2018 (Runner Up 1), Vania Fitryanti Herlambang usai menghadiri pemasangan 1.000 spanduk pencegahan kampanye di tempat ibadah di kawasan Jelambar, Jakarta Barat pada Jumat (11/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Puteri Indonesia Lingkungan 2018 Vania Fitryanti Herlambang mengusulkan para peserta Pemilu 2019 bertanggung jawab terhadap alat peraga kampanye (APK) yang ditinggalkan.

Salah satu caranya dengan mendaur ulang APK yang sudah tidak digunakan lagi.

"Misalnya kampanye acara di mana atau bikin spanduk ada dimana-mana. Diharapkan itu bisa dibawa kembali, dibersihkan atau di-recycle itu lebih baik lagi," kata Vania usai menghadiri pemasangan 1.000 spanduk di tempat ibadah kawasan Jelambar, Jakarta Barat, Jumat (11/9/2019).

Baca juga: Bawaslu Terima Laporan Dugaan Perusakan Alat Peraga Kampanye Tina Toon

Menurut dia, para peserta pemilu bisa melihat aspek lingkungan dalam berkampanye.

Ia mencontohkan, APK seperti poster, spanduk, dan lain-lain bisa didaur ulang untuk digunakan kembali.

"Misalkan yang berbahan kertas poster-poster itu bisa dicairkan dan menjadi bubur kertas sehingga dicetak kembali yang bisa digunakan, misalnya hiasan. Banyak, kan, referensi untuk daur ulang dari itu," ujarnya.

Baca juga: Bawaslu: Alat Peraga Kampanye Terpasang di Fasilitas Pemerintah Akan Ditertibkan dalam 3 x 24 Jam

Vania mengatakan, selama menyandang sebagai Putri Indonesia Lingkungan 2018, dia sudah melakukan upaya penyelamatan lingkungan dari sampah plastik.

Ia digandeng Kementerian Koordinatir Kemaritiman sebagai Sahabat Citarum dalam menjaga lingkungan di sungai Citarum, Jawa Barat.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Anies Usulkan Pemisahan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan

Anies Usulkan Pemisahan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan

Megapolitan
Ditargetkan Rampung Agustus, Begini Progres Pembangunan Rusunami DP Rp 0

Ditargetkan Rampung Agustus, Begini Progres Pembangunan Rusunami DP Rp 0

Megapolitan
Produksi Sabu Rumahan, MG Menjualnya Rp 700.000 Per Gram

Produksi Sabu Rumahan, MG Menjualnya Rp 700.000 Per Gram

Megapolitan
Pengacara Klaim Polisi Kabulkan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana

Pengacara Klaim Polisi Kabulkan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana

Megapolitan
Rusunami DP Rp 0 Jilid II Akan Dibangun September 2019 di Cilangkap

Rusunami DP Rp 0 Jilid II Akan Dibangun September 2019 di Cilangkap

Megapolitan
Kepsek SMAN 68 Jakarta: Banyak Orangtua Antre dari Subuh karena Keliru

Kepsek SMAN 68 Jakarta: Banyak Orangtua Antre dari Subuh karena Keliru

Megapolitan
Dalam PPDB Sistem Zonasi, Nilai Siswa Tetap Diperhitungkan

Dalam PPDB Sistem Zonasi, Nilai Siswa Tetap Diperhitungkan

Megapolitan
Polisi Sebut Kivlan Zen Tidak Kooperatif, Ini Tanggapan Pengacara...

Polisi Sebut Kivlan Zen Tidak Kooperatif, Ini Tanggapan Pengacara...

Megapolitan
Keluarga TNI: Kenapa PPDB Sesuai KK? Kan Kita Pindah-pindah, Tugas Negara

Keluarga TNI: Kenapa PPDB Sesuai KK? Kan Kita Pindah-pindah, Tugas Negara

Megapolitan
Rusunawa KS Tubun Diperuntukkan bagi Warga Berpenghasilan Rp 4 Juta-7 Juta

Rusunawa KS Tubun Diperuntukkan bagi Warga Berpenghasilan Rp 4 Juta-7 Juta

Megapolitan
Karyawan dan Pemilik Gudang Elektronik di Bekasi Disekap dan Dirampok

Karyawan dan Pemilik Gudang Elektronik di Bekasi Disekap dan Dirampok

Megapolitan
Pendaftar PPDB Membeludak, SMPN 115 Jakarta Terapkan Sistem Antre seperti di Bank

Pendaftar PPDB Membeludak, SMPN 115 Jakarta Terapkan Sistem Antre seperti di Bank

Megapolitan
Akhirnya Rusunawa KS Tubun Siap Dihuni Agustus, Tarifnya Rp 1,5 Juta

Akhirnya Rusunawa KS Tubun Siap Dihuni Agustus, Tarifnya Rp 1,5 Juta

Megapolitan
PPDB di SMAN 78, Pendaftar Capai 400 Antrean pada Pagi Hari

PPDB di SMAN 78, Pendaftar Capai 400 Antrean pada Pagi Hari

Megapolitan
Demi PPDB, Orangtua Murid Antre Sejak 04.30 WIB di SMAN 68 Jakarta

Demi PPDB, Orangtua Murid Antre Sejak 04.30 WIB di SMAN 68 Jakarta

Megapolitan

Close Ads X