Pemkot Bekasi Minta 3 Perusahaan Ikut Atasi Banjir di Kolong Tol JORR

Kompas.com - 12/01/2019, 08:09 WIB
Tampak lubanh besar berada di tengah Jalan Raya Kalimalang, Bekasi Barat, Kota Bekasi tepatnya di bawah kolong tol JORR arah Jakarta, Rabu (5/12/2018). KOMPAS.com/DEAN PAHREVITampak lubanh besar berada di tengah Jalan Raya Kalimalang, Bekasi Barat, Kota Bekasi tepatnya di bawah kolong tol JORR arah Jakarta, Rabu (5/12/2018).
Penulis Dean Pahrevi
|

BEKASI, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Bekasi meminta tiga perusahaan ikut atasi permasalahan banjir di kolong tol JORR, Jalan KH Noer Ali, Kalimalang, Kota Bekasi.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi Arief Maulana mengatakan, ketiga perusahaan diminta terlibat, sebab memiliki kepentingan dengan permasalahan banjir di kolong tol JORR.

"Ada tiga pihak yang kita minta untuk ikut berpartisipasi, PT. KKDM (PT. Kresna Kusuma Dyandra Marga) pelaksana Tol Becakayu, Pengembang kawasan Kota Bintang, dan PLN," kata Arief kepada Kompas.com, Jumat (11/1/2019).

Baca juga: Ini 3 Titik Rawan Macet di Kota Bekasi


Arief menjelaskan, KKDM sebagai pelaksana proyek tol Becakayu telah menggunakan sebagian lahan pembangunannya berada di dekat kolong tol JORR. 

Lalu, pengembang kawasan Kota Bintang juga diminta ikut tangani persoalan banjir karena posisi Kota Bintang yang bersebelahan dengan kolong tol JORR.

Sedangkan, PLN karena menggunakan gorong-gorong kolong tol JORR untuk utilitas kabelnya.

"Kalau banjir pasti timbulkan kemacetan yang luar biasa, jalur Kalimalang juga merupakan jalur utama yang volume kendaraanya cukup tinggi," ujar Arief.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air DBMSDA Kota Bekasi Yudianto mengatakan, pihaknya sudah melangsungkan rapat membahas persoalan banjir di kolong tol JORR dengan KKDM dan pengembang kawasan Kota Bintang.

Baca juga: Jalan di Kalimalang Bekasi Masih Ada yang Rusak, Perbaikan Dilakukan Bertahap

"Desainnya sudah ada yang buat. Gorong-gorong yang ada saat ini tidak cukup menampung air untuk mengaliri ke aliran sungai Kali Cakung makanya kerap terendam banjir, mudah-mudahan pekan depan mereka bisa ekspos desainnya," tutur Yudianto.

Diketahui, jika hujan deras mengguyur, Jalan KH. Noer Ali di bawah kolong tol JORR kerap direndam banjir selutut orang dewasa. Hal itu membuat arus lalu lintas macet, bahkan jalan lintas Jakarta-Bekasi itu lumpuh sementara.

Kemacetan bisa mencapai 500 meter karena kendaraan roda empat tidak bisa melintasi banjir tersebut. Kendaraan roda dua yang memaksakan diri melewati banjir juga sering mogok.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Motto Ora Et Labora August Parengkuan yang Selalu Dikenang

Motto Ora Et Labora August Parengkuan yang Selalu Dikenang

Megapolitan
Masih Dicetak, Pemkot Jakut Baru Akan Pasang Foto Jokowi-Ma'ruf Tiga Hari Lagi

Masih Dicetak, Pemkot Jakut Baru Akan Pasang Foto Jokowi-Ma'ruf Tiga Hari Lagi

Megapolitan
Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan pada Mayat Bayi yang Ditemukan di Kali

Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan pada Mayat Bayi yang Ditemukan di Kali

Megapolitan
Taruna Politeknik Negeri Imigrasi Depok Tewas saat Latihan Drumband

Taruna Politeknik Negeri Imigrasi Depok Tewas saat Latihan Drumband

Megapolitan
Marah Pacarnya Digoda, Pemuda Ini Ajak Teman-temannya Keroyok Pelaku

Marah Pacarnya Digoda, Pemuda Ini Ajak Teman-temannya Keroyok Pelaku

Megapolitan
Viral Keberadaan Cross Hijaber, DMI Jakarta Utara Imbau Pengurus Masjid Lebih Waspada

Viral Keberadaan Cross Hijaber, DMI Jakarta Utara Imbau Pengurus Masjid Lebih Waspada

Megapolitan
Mimpi Ridwan Kamil Menyulap Wajah Kalimalang

Mimpi Ridwan Kamil Menyulap Wajah Kalimalang

Megapolitan
Pesepeda Tewas Ditabrak Bus Damri di Bandara Soekarno-Hatta

Pesepeda Tewas Ditabrak Bus Damri di Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Operasi Zebra Jaya Dimulai 23 Oktober, Ada 12 Jenis Pelanggaran yang Akan Ditindak

Operasi Zebra Jaya Dimulai 23 Oktober, Ada 12 Jenis Pelanggaran yang Akan Ditindak

Megapolitan
Putri Parengkuan: Kompas merupakan Second Home Ayah

Putri Parengkuan: Kompas merupakan Second Home Ayah

Megapolitan
Jadi Ajudan Ma'ruf Amin, Kapolres Kota Tangerang Kombes Sabilul Alif Dikenal Inovatif

Jadi Ajudan Ma'ruf Amin, Kapolres Kota Tangerang Kombes Sabilul Alif Dikenal Inovatif

Megapolitan
Jokowi-Ma'ruf Resmi Menjabat, Kantor Pemerintahan Masih Pasang Foto Jokowi-Jusuf Kalla

Jokowi-Ma'ruf Resmi Menjabat, Kantor Pemerintahan Masih Pasang Foto Jokowi-Jusuf Kalla

Megapolitan
Aniaya hingga Tewas, Ibu di Kebon Jeruk Sempat Minta Tolong Tetangga Saat Anaknya Tak Berdaya

Aniaya hingga Tewas, Ibu di Kebon Jeruk Sempat Minta Tolong Tetangga Saat Anaknya Tak Berdaya

Megapolitan
Petugas UPK Badan Air Temukan Jasad Bayi Saat Bersihkan Kali Grogol, Sempat Kira Bangkai Ayam

Petugas UPK Badan Air Temukan Jasad Bayi Saat Bersihkan Kali Grogol, Sempat Kira Bangkai Ayam

Megapolitan
Jasad Bayi Perempuan Ditemukan Terbungkus Plastik Hitam di Pinggir Kali Grogol

Jasad Bayi Perempuan Ditemukan Terbungkus Plastik Hitam di Pinggir Kali Grogol

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X