Pengedar Narkoba di Wilayah Sekolah Jakbar Berasal dari Jaringan Lapas

Kompas.com - 15/01/2019, 14:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolsek Kembangan Kompol Joko Handono mengatakan, tersangka pengedar narkoba di wilayah sekolah di Jakarta Barat, yaitu AN (30), mendapatkan sabu-sabu dari jaringan lapas dengan inisial LK.

Adapun AN ditangkap polisi di perbatasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada Kamis (10/1/2019) pukul 22.00 WIB.

Baca juga: Polisi Tangkap Pengedar Narkoba di Lingkungan Sekolah di Jakarta Barat

"Untuk sabu-sabu ini berasal dari distribusi jaringan lapas. Kemudian tugas dari AN pada saat kami amankan dia menunjuk beberapa tempat, tugasnya itu sebagai kurir," kata Joko di Mapolres Metro Jakarta Barat, Selasa (15/1/2019).

Dari tangan AN, polisi mendapatkan barang bukti plastik besar berisi sabu-sabu.

Sabu tersebut tadinya akan diedarkan sesuai dengan pesanan.

"Kemudian dipecah oleh ketiga tersangka menjadi beberapa bagian sesuai dengan pesanan. Sesuai dengan instruksi dari lapas. Kemudian diantarkan ke tempat sesuai petunjuk dari lapas," katanya.

Dari penangkapan AN, polisi juga menangkap DL (29) dan CP (30) yang bertugas sebagai kurir.

Kedua tersangka menyimpan barang bukti narkoba di salah satu ruang sekolah kawasan Jakarta Barat yang identitasnya disembunyikan polisi.

Adapun barang bukti yang diamankan yaitu sabu-sabu dengan total 355,56 gram dan ada pula psikotropika golongan IV serta obat daftar G sebanyak 7.910 tablet.

Sementara ketiga tersangka diamankan di Mapolres Metro Jakarta Barat.

Para tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2) subsider 112 (2) Jo 132 (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Baca juga: Kapolres Terbukti Positif Narkoba, Ini Tanggapan Kapolda Sumsel

Ditambah Pasal 62 UU Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika Jo Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 49 Tahun 2018 tentang Penetapan dan Perubahan Psikotropika. 

Ancaman hukuman yang dikenakan maksimal seumur hidup penjara dan denda Rp 10 miliar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Level 1 Jabodetabek, Kapasitas Supermarket hingga Pasar Jadi 100 Persen

PPKM Level 1 Jabodetabek, Kapasitas Supermarket hingga Pasar Jadi 100 Persen

Megapolitan
PPKM Level 1 Jabodetabek, Kantor Sektor Non-esensial Bisa Terapkan WFO 100 Persen

PPKM Level 1 Jabodetabek, Kantor Sektor Non-esensial Bisa Terapkan WFO 100 Persen

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Ancol Ditutup untuk Umum pada 4 Juni | 'Pet Shop' di Serpong Terancam Tutup

[POPULER JABODETABEK] Ancol Ditutup untuk Umum pada 4 Juni | "Pet Shop" di Serpong Terancam Tutup

Megapolitan
UPDATE 23 Mei: Tambah 9 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 54 Pasien Dirawat

UPDATE 23 Mei: Tambah 9 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 54 Pasien Dirawat

Megapolitan
Kondisi Covid-19 Membaik, PPKM Jabodetabek Turun ke Level 1, WFO dan Kapasitas Mal Jadi 100 Persen

Kondisi Covid-19 Membaik, PPKM Jabodetabek Turun ke Level 1, WFO dan Kapasitas Mal Jadi 100 Persen

Megapolitan
Saat Pengemudi Pajero dan Sopir Yaris yang Ditamparnya Berdamai, Pelaku Sebut Tak Punya Niat Jahat...

Saat Pengemudi Pajero dan Sopir Yaris yang Ditamparnya Berdamai, Pelaku Sebut Tak Punya Niat Jahat...

Megapolitan
Permintaan Maaf Pengemudi Pajero Usai Diamankan Polisi, Sebut Penamparan hanya Salah Paham

Permintaan Maaf Pengemudi Pajero Usai Diamankan Polisi, Sebut Penamparan hanya Salah Paham

Megapolitan
Harga Minyak Goreng Curah Cuma Turun Rp 2.000, Pedagang: Pahit, Jarang Banget Terjual 2 Jeriken Sehari

Harga Minyak Goreng Curah Cuma Turun Rp 2.000, Pedagang: Pahit, Jarang Banget Terjual 2 Jeriken Sehari

Megapolitan
39 Jam Kerusuhan Berdarah di Mako Brimob dan Rangkaian Aksi Teror yang Terjadi Setelahnya (2)

39 Jam Kerusuhan Berdarah di Mako Brimob dan Rangkaian Aksi Teror yang Terjadi Setelahnya (2)

Megapolitan
Kasus Handi-Salsabila Ditabrak dan Dibuang, Kolonel Priyanto Akan Tanggapi Replik Oditur Hari Ini

Kasus Handi-Salsabila Ditabrak dan Dibuang, Kolonel Priyanto Akan Tanggapi Replik Oditur Hari Ini

Megapolitan
Gas Bocor Saat Pemilik Memasak, Rumah Dua Lantai di Kramatjati Terbakar

Gas Bocor Saat Pemilik Memasak, Rumah Dua Lantai di Kramatjati Terbakar

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta Berpotensi Hujan Disertai Petir pada Siang hingga Sore

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta Berpotensi Hujan Disertai Petir pada Siang hingga Sore

Megapolitan
860 Jemaah Asal Kota Tangerang Bakal Berangkat Haji 4 Juni, Pelepasan di Masjid Al-Azhom

860 Jemaah Asal Kota Tangerang Bakal Berangkat Haji 4 Juni, Pelepasan di Masjid Al-Azhom

Megapolitan
Sambut HUT DKI Jakarta, Kanstin Trotoar di Petojo Selatan Dicat

Sambut HUT DKI Jakarta, Kanstin Trotoar di Petojo Selatan Dicat

Megapolitan
Baru Bebas Tertangkap Lagi, Residivis Transaksi Sabu di Pinggir Jalan

Baru Bebas Tertangkap Lagi, Residivis Transaksi Sabu di Pinggir Jalan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.