"Jangan Sampai Ada Pejalan Kaki Jatuh Baru Pemerintah Memperbaiki JPO"

Kompas.com - 15/01/2019, 19:40 WIB
Atap JPO berlubang dan lempengan besi yang menjadi pijakan kaki tampak berkarat. Foto diambil di JPO Merdeka Barat, Selasa (15/1/2019). KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELAAtap JPO berlubang dan lempengan besi yang menjadi pijakan kaki tampak berkarat. Foto diambil di JPO Merdeka Barat, Selasa (15/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kondisi jembatan penyeberangan orang ( JPO) yang melintang di Jalan Medan Merdeka Barat semakin memprihatinkan.

Dari pengamatan Kompas.com di lokasi pada Selasa (15/1/2019), tiang-tiang penyangga JPO tampak berkarat dan berlubang pada beberapa bagian.

Kondisi serupa juga terlihat pada lempengan besi JPO. Seluruh bagian lempengan besi yang menjadi pijakan pejalan kaki pada bagian tangga dan badan JPO tampak berkarat dan berwarna kecoklatan.

Baca juga: Bak Truk yang Tersangkut di JPO Tol Jakarta-Tangerang Selesai Ditangani Petugas

Saat melintasi badan JPO, suara berisik terdengar setiap saat kaki melangkah.

Getaran dari kendaraan bermotor di bawah JPO juga terasa saat pejalan kaki melintas tepat di bagian tengah JPO itu.

Atap fiber yang melindungi JPO terlihat bolong pada beberapa bagian. Akibatnya, sinar matahari maupun hujan bisa langsung mengenai para pejalan kaki yang melintas.

Tak banyak pejalan kaki yang melintas di JPO itu. Salah satu pejalan kaki bernama Agatha mengaku khawatir setiap kali menggunakan JPO tersebut.

Kendati demikian, ia tak memiliki alternatif pilihan penyeberangan lainnya.

"Takut sih pasti ya. Sudah goyang-goyang juga kan JPO-nya. Tapi mau bagaimana lagi. Saya harus menyeberang untuk naik transjakarta. Kan enggak ada pelican crossing juga. Jadi, satu-satunya cara ya melintas di JPO ini," kata Agatha.

Pendapat yang sama juga diungkapkan pejalan kaki bernama Prasetyo. Ia berharap Pemprov DKI segera memperbaiki JPO itu agar tidak membahayakan pejalan kaki yang melintas.

"Saya sering lari di kawasan Monas, terus menyeberang di jembatan ini. Awalnya sih saya biasa saja ya, tapi lama-lama risih juga ya lihat besi yang sudah berkarat begitu. Tiang-tiangnya juga sudah berlubang kan," ujar Prasetyo.

"Segera diperbaiki saja ya. Walaupun enggak banyak yang lewat jembatan ini, jangan sampai ada pejalan kaki yang harus jatuh dulu baru deh pemerintah memperbaiki," sambungnya.

Dari catatan Kompas.com, kerusakan pada JPO tersebut telah ada sejak Desember tahun lalu.

Padahal, JPO Medan Merdeka Barat merupakan satu dari 40 JPO yang akan diperbaiki oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta.

Baca juga: Pedagang Memanfaatkan Keramaian Pejalan Kaki di JPO untuk Berjualan

Sebelumnya, JPO itu akan diperbaiki menggunakan APBD DKI 2018. Namun, perbaikan gagal dilakukan karena tidak ada vendor yang memenuhi kualifikasi.

Saat itu, Kepala Seksi Pemeliharaan Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hans Mahendra mengatakan, proses perbaikan darurat akan tetap dilakukan pada JPO-JPO yang rusak itu.

"Untuk beautifikasi secara massal gagal. Kami akan gunakan satgas untuk perbaikan-perbaikan yang bersifat darurat, (seperti) memperbaiki yang karat-karat dan lubang, serta pengecatan untuk memperlambat laju pengaratan," ucap Hans, November 2018. 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Bekasi Izinkan Sekolah Gelar KBM Tatap Muka Tanpa Persetujuan Nadiem dan Emil

Wali Kota Bekasi Izinkan Sekolah Gelar KBM Tatap Muka Tanpa Persetujuan Nadiem dan Emil

Megapolitan
Update 13 Juni: Bertambah 4, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Jadi 526

Update 13 Juni: Bertambah 4, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Jadi 526

Megapolitan
Pemprov DKI Bakal Tambah Layanan Bike Sharing di Ibu Kota

Pemprov DKI Bakal Tambah Layanan Bike Sharing di Ibu Kota

Megapolitan
Gubernur Banten Izinkan Kegiatan Belajar Tatap Muka, Syaratnya...

Gubernur Banten Izinkan Kegiatan Belajar Tatap Muka, Syaratnya...

Megapolitan
Dinkes DKI: Positivity Rate 10,5 Persen untuk Sehari Kemarin, Secara Mingguan Angkannya 5,5 Persen

Dinkes DKI: Positivity Rate 10,5 Persen untuk Sehari Kemarin, Secara Mingguan Angkannya 5,5 Persen

Megapolitan
Klaim Sudah Berdamai dengan Seniman, Jakpro Lanjutkan Revitalisasi TIM

Klaim Sudah Berdamai dengan Seniman, Jakpro Lanjutkan Revitalisasi TIM

Megapolitan
Pemprov DKI Belum Putuskan untuk Menarik Commitment Fee Formula E

Pemprov DKI Belum Putuskan untuk Menarik Commitment Fee Formula E

Megapolitan
Benyamin Davnie Targetkan Dapat Dukungan 4 Partai dalam Pilkada Tangsel

Benyamin Davnie Targetkan Dapat Dukungan 4 Partai dalam Pilkada Tangsel

Megapolitan
Pendapatan Kota Tangerang Sempat Anjlok 90 Persen akibat Covid-19, Anggaran Pendidikan Terancam Dialihkan

Pendapatan Kota Tangerang Sempat Anjlok 90 Persen akibat Covid-19, Anggaran Pendidikan Terancam Dialihkan

Megapolitan
Tak Ada Juknis dari Pemerintah, Penyelenggaraan MPLS Disebut Tanpa Standar yang Jelas

Tak Ada Juknis dari Pemerintah, Penyelenggaraan MPLS Disebut Tanpa Standar yang Jelas

Megapolitan
Pegawai Dishub Depok yang Cegat Ambulans Akan Dilaporkan ke Badan Kepegawaian

Pegawai Dishub Depok yang Cegat Ambulans Akan Dilaporkan ke Badan Kepegawaian

Megapolitan
Pilotnya Terjerat Narkoba, Citilink Lakukan Tes Urine ke Karyawan

Pilotnya Terjerat Narkoba, Citilink Lakukan Tes Urine ke Karyawan

Megapolitan
Benyamin Davnie Klaim Dapat Dukungan dari PPP untuk Jadi Calon Wali Kota Tangsel

Benyamin Davnie Klaim Dapat Dukungan dari PPP untuk Jadi Calon Wali Kota Tangsel

Megapolitan
Hari Pertama Pengenalan Sekolah, Apa Saja Kegiatan dan Materi yang Diberikan?

Hari Pertama Pengenalan Sekolah, Apa Saja Kegiatan dan Materi yang Diberikan?

Megapolitan
RS dan Pasar Jadi Lokasi Penularan Covid-19 Tertinggi di Jakarta

RS dan Pasar Jadi Lokasi Penularan Covid-19 Tertinggi di Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X