Terbukti Pakai Narkoba, Aris Idol Bungkam dan Mengaku Menyesal ke Polisi

Kompas.com - 16/01/2019, 16:33 WIB
Aris Idol di Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (16/1/2019). KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGAris Idol di Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (16/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyanyi jebolan Indonesian Idol musim 2008 Januarisman Runtuwene alias Aris Idol bungkam saat dihadirkan dalam konferensi pers penangkapan dirinya di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Rabu (16/1/2019).

Saat dimintai keterangan oleh wartawan, Aris mengaku tidak bersedia berbicara di depan wartawan. Namun kepada polisi, ia mengaku sangat menyesali perbuatannya.

Baca juga: Polisi Sebut Aris Idol Sudah Tiga Kali Pakai Narkoba

"Beliau saya tanya, kata beliau sementara belum bisa (berbicara), beliau merasa menyesal," kata Kasat Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok Iptu Edi Suprayitno.

Saat digiring menuju ruang tahanan setelah konferensi pers usai pun Aris masih bungkam.

Aris yang mengenakan pakaian tahanan dan masker hanya mengacungkan jempol saat ditanyai wartawan.

Diberitakan sebelumnya, Aris atau JR ditangkap bersama empat orang lainnya yaitu AS, AY, AM, dan YS di sebuah apartemen saat pesta miras dan narkoba, belum lama ini.

Dalam penangkapan tersebut, polisi juga mengamankan barang bukti berupa 0,23 gram kristal diduga sabu-sabu, satu buah bong, dan satu buah botol minuman keras.

Baca juga: Ditangkap Saat Pesta Narkoba, Aris Idol Tak Saling Kenal dengan Tersangka Lain

Menurut keterangan polisi, Aris sudah tiga kali mengonsumsi narkoba. Namun, Aris disebut baru sekali mengikuti pesta miras dan narkoba.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur Banten Izinkan Kegiatan Belajar Tatap Muka, Syaratnya...

Gubernur Banten Izinkan Kegiatan Belajar Tatap Muka, Syaratnya...

Megapolitan
Dinkes DKI: Positivity Rate 10,5 Persen untuk Sehari Kemarin, Secara Mingguan Angkannya 5,5 Persen

Dinkes DKI: Positivity Rate 10,5 Persen untuk Sehari Kemarin, Secara Mingguan Angkannya 5,5 Persen

Megapolitan
Klaim Sudah Berdamai dengan Seniman, Jakpro Lanjutkan Revitalisasi TIM

Klaim Sudah Berdamai dengan Seniman, Jakpro Lanjutkan Revitalisasi TIM

Megapolitan
Pemprov DKI Belum Putuskan untuk Menarik Commitment Fee Formula E

Pemprov DKI Belum Putuskan untuk Menarik Commitment Fee Formula E

Megapolitan
Benyamin Davnie Targetkan Dapat Dukungan 4 Partai dalam Pilkada Tangsel

Benyamin Davnie Targetkan Dapat Dukungan 4 Partai dalam Pilkada Tangsel

Megapolitan
Pendapatan Kota Tangerang Sempat Anjlok 90 Persen akibat Covid-19, Anggaran Pendidikan Terancam Dialihkan

Pendapatan Kota Tangerang Sempat Anjlok 90 Persen akibat Covid-19, Anggaran Pendidikan Terancam Dialihkan

Megapolitan
Tak Ada Juknis dari Pemerintah, Penyelenggaraan MPLS Disebut Tanpa Standar yang Jelas

Tak Ada Juknis dari Pemerintah, Penyelenggaraan MPLS Disebut Tanpa Standar yang Jelas

Megapolitan
Pegawai Dishub Depok yang Cegat Ambulans Akan Dilaporkan ke Badan Kepegawaian

Pegawai Dishub Depok yang Cegat Ambulans Akan Dilaporkan ke Badan Kepegawaian

Megapolitan
Pilotnya Terjerat Narkoba, Citilink Lakukan Tes Urine ke Karyawan

Pilotnya Terjerat Narkoba, Citilink Lakukan Tes Urine ke Karyawan

Megapolitan
Benyamin Davnie Klaim Dapat Dukungan dari PPP untuk Jadi Calon Wali Kota Tangsel

Benyamin Davnie Klaim Dapat Dukungan dari PPP untuk Jadi Calon Wali Kota Tangsel

Megapolitan
Hari Pertama Pengenalan Sekolah, Apa Saja Kegiatan dan Materi yang Diberikan?

Hari Pertama Pengenalan Sekolah, Apa Saja Kegiatan dan Materi yang Diberikan?

Megapolitan
RS dan Pasar Jadi Lokasi Penularan Covid-19 Tertinggi di Jakarta

RS dan Pasar Jadi Lokasi Penularan Covid-19 Tertinggi di Jakarta

Megapolitan
Pengedar Narkoba 'Palugada' Merupakan Jaringan dari Kelompok Aceh

Pengedar Narkoba "Palugada" Merupakan Jaringan dari Kelompok Aceh

Megapolitan
Penjambretan di Cilincing, Korban Sempat Buang Ponselnya Saat Dihampiri Pelaku

Penjambretan di Cilincing, Korban Sempat Buang Ponselnya Saat Dihampiri Pelaku

Megapolitan
Polisi Tembak Kaki Pengedar Narkoba “Palugada” karena Melawan Saat Ditangkap

Polisi Tembak Kaki Pengedar Narkoba “Palugada” karena Melawan Saat Ditangkap

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X