Ditangkap Saat Pesta Miras, 5 Fakta Aris Idol Tersandung Kasus Narkoba

Kompas.com - 17/01/2019, 07:12 WIB
Aris Idol di Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (16/1/2019). KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGAris Idol di Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (16/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Lagi-lagi, kasus penyalahgunaan narkoba menjerat nama selebriti.

Selasa (15/1/2019) lalu, polisi membekuk Januarisman Runtuwene alias Aris Idol di sebuah apartemen di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Penyanyi jebolan Indonesian Idol itu dibekuk saat sedang pesta miras dan narkoba bersama empat orang lainnya.

Baca juga: Monita Tahalea Turut Prihatin atas Penangkapan Aris Idol

Hasil tes urine menunjukkan Aris dan empat orang tersebut positif mengonsumsi narkoba.

Berikut ini sejunlah fakta terkait penangkapan Aris Idol yang telah dirangkum oleh Kompas.com:

Ditangkap saat pesta narkoba

Aris Idol dan empat orang yaitu AS, AY, AM, dan YS dibekuk polisi saat sedang pesta miras dan narkoba di sebuah apartemen di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, kelima tersangka mengonsumsi sabu-sabu sambil minum minuman keras.

Baca juga: Ditinggal Beli Minuman, Aris Idol Malah Dibekuk Polisi

"Sabu-sabu tersebut dikonsumsi secara bersama-sama dengan cara bergantian sambil minum minuman 'Red Label'," ujar Argo, Rabu (16/1/2019).

Tiga kali gunakan narkoba

Kasat Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok Iptu Edi Suprayitno mengatakan, Aris Idol sudah tiga kali mengonsumsi narkoba.

Polisi menunjukkan barang bukti yang didapat dari penangkapan Aris Idol dalam konferensi pers di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Rabu (16/1/2019).KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D Polisi menunjukkan barang bukti yang didapat dari penangkapan Aris Idol dalam konferensi pers di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Rabu (16/1/2019).
"Hasil penuturan, dia baru memakai, tetapi hasil keterangan lebih dalam JR (Aris Idol) ini sudah tiga kali menggunakan narkoba," kata Edi.

Baca juga: Kata Kuasa Hukum, Aris Idol Dipaksa Pakai Sabu oleh Perempuan Berinisial A

Namun, Edi menyebut Aris Idol baru sekali mengikuti pesta miras dan narkoba yang berujung pada penangkapannya tersebut.

Tidak saling mengenal

Aris Idol dan empat tersangka yang diamankan polisi diketahui tidak saling mengenal.

Di antara lima orang tersebut, terdapat pula dua orang perempuan.

"Ada lima orang yang kami amankan, tiga laki-laki dan dua perempuan. Wanita ini dan laki laki tidak saling kenal dan mengenal," kata Hendro.

Baca juga: Kasus Narkoba Aris Idol, Dua Orang Buron

Adapun, polisi mendalami dugaan adanya pesta seks usai pesta miras dan narkoba. Polisi menduga, kelimanya terhubung dalam satu grup WhatsApp.

Berawal dari temuan 300 ekstasi

Penangkapan Aris Idol dan kawan-kawan berawal dari temuan 300 ekstasi dan 2 gram sabu-sabu yang didapat polisi saat menangkap seseorang berinisial YW.

Aris Indonesian Idol dan empat tersangka penyalahgunaan narkoba lainnya saat dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Rabu (16/1/2019).KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D Aris Indonesian Idol dan empat tersangka penyalahgunaan narkoba lainnya saat dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Rabu (16/1/2019).
Hasil penyelidikan terhadap YW mengarah kepada seseorang berinisial TB alias AS yang mengirim sabu-sabu kepada Aris dan kawan-kawan.

Baca juga: Terjerat Narkoba, Aris Idol Minta Ampun pada Istrinya

"Ketika tim saya melakukan oengintaian akhirnya dapat si AS itu. Kita ikuti ternyata arahnya ke salah satu apartemen di Jaksel tersebut," kata Edi.

Pengacara sebut Aris dijebak

Pengacara Aris Idol, Zecky Alatas, menyebut kliennya dijebak seseorang berinisial A yang menawarkan pekerjaan kepada Aris.

Zecky mengatakan, Aris dipaksa mengonsumsi sabu-sabu oleh A. Jika tidak, tawaran pekerjaan yang diberikan akan dibatalkan.

Baca juga: Terbukti Pakai Narkoba, Aris Idol Bungkam dan Mengaku Menyesal ke Polisi

"Dia menggunakan barang tersebut karena paksaan, dipaksa seseorang. 'Kau gunakanlah ini. Kalau tidak, saya enggak akan berikan pekerjaan', ya, itu informasinya," ujar Zecky.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Kapok Ngebut di Kawasan Istana, Pemotor Dihukum Push Up hingga Dilumpuhkan Paspampres

Tak Kapok Ngebut di Kawasan Istana, Pemotor Dihukum Push Up hingga Dilumpuhkan Paspampres

Megapolitan
Kabel-kabel Menjuntai di Jalan Barito 1 dan Membahayakan Pengendara

Kabel-kabel Menjuntai di Jalan Barito 1 dan Membahayakan Pengendara

Megapolitan
Cara Pengelola Kafe Lokasi Penembakan oleh Bripda CS Kelabui Satpol PP soal Jam Operasional

Cara Pengelola Kafe Lokasi Penembakan oleh Bripda CS Kelabui Satpol PP soal Jam Operasional

Megapolitan
Pemerintah Terbitkan Aturan Vaksinasi Mandiri, Pengusaha DKI Harap Harganya Terjangkau

Pemerintah Terbitkan Aturan Vaksinasi Mandiri, Pengusaha DKI Harap Harganya Terjangkau

Megapolitan
Pengusaha DKI Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Mandiri

Pengusaha DKI Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Mandiri

Megapolitan
Puluhan Rumah Warga Cilincing Rusak Diterpa Angin Kencang

Puluhan Rumah Warga Cilincing Rusak Diterpa Angin Kencang

Megapolitan
Ibu dari 2 Balita yang Tertabarak Truk di Pondok Cabe Meninggal di RS

Ibu dari 2 Balita yang Tertabarak Truk di Pondok Cabe Meninggal di RS

Megapolitan
Tanggapi Wacana Interpelasi F-PSI soal Banjir Jakarta, Wagub DKI: Kami Persilakan

Tanggapi Wacana Interpelasi F-PSI soal Banjir Jakarta, Wagub DKI: Kami Persilakan

Megapolitan
Paspampres Sebut Sunmori Moge yang Terobos Ring 1 Bisa Ditembak Karena Membahayakan

Paspampres Sebut Sunmori Moge yang Terobos Ring 1 Bisa Ditembak Karena Membahayakan

Megapolitan
Pengendara Moge Ditendang Saat Terobos Ring 1, Paspampres: Itu Masih Manusiawi, Sebenarnya Bisa Ditembak

Pengendara Moge Ditendang Saat Terobos Ring 1, Paspampres: Itu Masih Manusiawi, Sebenarnya Bisa Ditembak

Megapolitan
Bandara Soekarno Hatta Siapkan Layanan Taksi Terbang untuk Antar Masyarakat

Bandara Soekarno Hatta Siapkan Layanan Taksi Terbang untuk Antar Masyarakat

Megapolitan
Paspampres: Pengendara Moge Dilumpuhkan karena Menerobos Kawasan Ring 1

Paspampres: Pengendara Moge Dilumpuhkan karena Menerobos Kawasan Ring 1

Megapolitan
Kerap Langgar Prokes, Lokasi Penembakan oleh Bripda CS Sering Dikeluhkan Warga Setempat

Kerap Langgar Prokes, Lokasi Penembakan oleh Bripda CS Sering Dikeluhkan Warga Setempat

Megapolitan
Lokasi Penembakkan oleh Bripda CS Buka hingga Subuh, Pemprov DKI: Pengelola Kafe Kelabui Petugas

Lokasi Penembakkan oleh Bripda CS Buka hingga Subuh, Pemprov DKI: Pengelola Kafe Kelabui Petugas

Megapolitan
Usai Dilantik Jadi Wakil Wali Kota Depok, Imam Berencana Silaturahim hingga Terbitkan Buku

Usai Dilantik Jadi Wakil Wali Kota Depok, Imam Berencana Silaturahim hingga Terbitkan Buku

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X