Dalam 15 Menit, Napi LP Cipinang Bisa Peroleh e-KTP

Kompas.com - 17/01/2019, 11:25 WIB
Napi Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta lakukan perekaman e-KTP, Kamis (17/1/2019) KOMPAS.com/Ryana AryaditaNapi Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta lakukan perekaman e-KTP, Kamis (17/1/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Warga binaan pemasyarakatan (WBP) antusias melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik ( e-KTP) di Lapas Kelas IIA Narkotika Jakarta.

Perekaman e-KTP ini agar narapidana bisa menggunakan hak pilih pada pemilihan umum (Pemilu) April 2019 nanti.

Para narapidana yang berbaju biru tua ini duduk rapi di tenda berwarna putih.

Satu persatu narapidana diarahkan menuju ke tenda berwarna putih yang paling kanan untuk melakukan perekaman e-KTP.

Baca juga: Jelang Pemilu, Narapidana Rekam E-KTP di LP Cipinang

Seperti tahapan perekaman e-KTP pada umumnya, mula-mula narapidana diarahkan untuk mengisi data.

Selanjutnya sidik jari narapidana direkam, begitu pun dengan merekam iris mata.

Tterakhir, narapidana akan difoto dengan latar berwarna merah. Keseluruh perekaman ini dapat disaksikan pada sebuah televisi LED.

Hanya memerlukan waktu 15 menit bagi para narapidana untuk mendapatkan e-KTP.

Baca juga: Jelang Pemilu, Sudin Dukcapil Jakarta Timur Lakukan Perekaman e-KTP ke Sejumlah Sekolah

Salah satu narapidana H (32) mengatakan, Ia baru pertama kalinya akan melakukan pemilihan di dalam lapas.

"Baru pertama kalinya melakukan pemilihan di dalam lapas. Dan bersyukur karena dipermudah," ujarnya di Lapas Kelas IIA Narkotika, Cipinang Besar Selatan, Jakarta Timur, Kamis (17/1/2019).

H yang sudah menjalani hukuman 3,5 tahun ini juga baru akan membuat e-KTP.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

APBD Defisit, Mengapa Pembebasan Tanah untuk Normalisasi Ciliwung Dikorbankan?

APBD Defisit, Mengapa Pembebasan Tanah untuk Normalisasi Ciliwung Dikorbankan?

Megapolitan
Bangunan SD yang Roboh di Tangerang Pernah Dua Kali Direnovasi

Bangunan SD yang Roboh di Tangerang Pernah Dua Kali Direnovasi

Megapolitan
4 Tips Berburu Baju Bekas di Pasar Baru

4 Tips Berburu Baju Bekas di Pasar Baru

Megapolitan
Rezeki Nomplok Tukang Foto Copy Gara-gara Tingginya Permohonan SKCK

Rezeki Nomplok Tukang Foto Copy Gara-gara Tingginya Permohonan SKCK

Megapolitan
Lantai JPO GBK yang Patah Gara-gara GrabWheels Telah Diperbaiki

Lantai JPO GBK yang Patah Gara-gara GrabWheels Telah Diperbaiki

Megapolitan
Disdik Duga Bangunan SDN Malangnengah II Tangerang Ambruk Karena Pancaroba

Disdik Duga Bangunan SDN Malangnengah II Tangerang Ambruk Karena Pancaroba

Megapolitan
Tertipu Arisan Online Tanpa Riba, Warga Bekasi  Dijanjikan Uang Tanpa Kocok

Tertipu Arisan Online Tanpa Riba, Warga Bekasi Dijanjikan Uang Tanpa Kocok

Megapolitan
Bima Arya Anggap Pilkada Langsung yang Terbaik, Cukup Perbaiki Sistemnya

Bima Arya Anggap Pilkada Langsung yang Terbaik, Cukup Perbaiki Sistemnya

Megapolitan
Polisi Tangkap 5 Tersangka Pencuri Truk di Jakarta

Polisi Tangkap 5 Tersangka Pencuri Truk di Jakarta

Megapolitan
Desember 2019, Pemprov DKI Rampungkan Regulasi Jalur Skuter Listrik

Desember 2019, Pemprov DKI Rampungkan Regulasi Jalur Skuter Listrik

Megapolitan
Pesepeda yang Masuk Lajur Jalan Biasa Tak Akan Dikenai Sanksi

Pesepeda yang Masuk Lajur Jalan Biasa Tak Akan Dikenai Sanksi

Megapolitan
Anggaran Konsultan Penataan 76 RW Kumuh Dipangkas Lebih dari Setengah

Anggaran Konsultan Penataan 76 RW Kumuh Dipangkas Lebih dari Setengah

Megapolitan
Dishub DKI Larang GrabWheels Melintas di JPO, Trotoar, dan Saat CFD

Dishub DKI Larang GrabWheels Melintas di JPO, Trotoar, dan Saat CFD

Megapolitan
Kisah Elin Si Pedagang Baju Bekas, Bangkit Pasca Kebakaran hingga Dapat Pelanggan Artis

Kisah Elin Si Pedagang Baju Bekas, Bangkit Pasca Kebakaran hingga Dapat Pelanggan Artis

Megapolitan
William PSI Terancam Sanksi Teguran Tertulis karena Buka Anggaran Janggal ke Publik

William PSI Terancam Sanksi Teguran Tertulis karena Buka Anggaran Janggal ke Publik

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X