Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Dimanfaatkan Jadi Media Tanam

Kompas.com - 17/01/2019, 16:48 WIB
Warga dan petugas PPSU memanfaatkan abu vulkanik sebagai media tanam di Pulau Tidung, Kamis (17/1/2019). Dokumentasi/Lurah Pulau TidungWarga dan petugas PPSU memanfaatkan abu vulkanik sebagai media tanam di Pulau Tidung, Kamis (17/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Banten, yang hanyut hingga ke Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, dimanfaatkan sebagai media tanan oleh pihak Kelurahan Pulau Tidung.

Lurah Pulau Tidung Cecep Suryadi menyatakan, ide pemanfaatan muncul dari sulitnya warga memperoleh media tanam di Pulau Tidung.

"Saya coba untuk dimanfaatkan untuk media tanam, media tanam kan di Pulau Tidung susah nih harus didatangkan dari darat, ya sudah saya manfaatkan," mata Cecep kepada wartawan, Kamis (17/1/2019).

Menurut Cecep, media tanam itu akan dibagikan kepada  warganya. Ia menargetkan, setiap warga dapat memiliki empat kantung polybag berisi campuran abu vulkanik dan kompos.

Baca juga: Menhub: Abu Vulkanik Anak Krakatau Belum Ganggu Penerbangan

Ia melanjutkan, pihaknya sudah melakukan uji coba penanaman beberapa tumbuhan seperti lidah buaya dan lidah mertua. Hasilnya, tanaman itu tumbuh sehat.

"Alhamdulillah diuji coba seminggu, tumbuh semua gak ada yang layu. Saya pikir itu alternatif saja, daripada dibuang untuk tanak urukan, saya jadikan media tanam," ujar Cecep.

Cecep menjelaskan, abu vulanik itu dicampur dengan kompos yang didatangkan dari daratan untuk menjadi media tanam. Campuran abu dan kompos berbanding satu banding satu.

"Karena ini kan dari laut, kami rendam dulu di air tawar, gak lama-lama paling cuma lima  menit untuk menghilangkan kadar garamnya. Lalu, saya campur dengan kompos," kata dia.

Abu vulkanik letusan Gunung Anak Krakatau hanyut hingga perairan Kepulauan Seribu dan terdampar di sejumlah pantai di kawasan itu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hoaks Seputar Sriwijaya Air SJ 182, Mulai dari Bayi Selamat hingga Tanda SOS di Pulau Laki

Hoaks Seputar Sriwijaya Air SJ 182, Mulai dari Bayi Selamat hingga Tanda SOS di Pulau Laki

Megapolitan
Kronologi Kasus Pasien dan Perawat Mesum di RSD Wisma Atlet, Berawal dari Aplikasi Kencan hingga Penetapan Tersangka

Kronologi Kasus Pasien dan Perawat Mesum di RSD Wisma Atlet, Berawal dari Aplikasi Kencan hingga Penetapan Tersangka

Megapolitan
Pedagang Daging Sapi Mogok, Tukang Bakso di Pasar Koja Baru Tak Bisa Berjualan

Pedagang Daging Sapi Mogok, Tukang Bakso di Pasar Koja Baru Tak Bisa Berjualan

Megapolitan
Langgar Hak Cipta Tugu Selamat Datang, Grand Indonesia Dihukum Bayar Ganti Rugi Rp 1 Miliar

Langgar Hak Cipta Tugu Selamat Datang, Grand Indonesia Dihukum Bayar Ganti Rugi Rp 1 Miliar

Megapolitan
Besok, Polisi Beberkan Hasil Gelar Perkara Kasus Pesta Raffi Ahmad di Rumah Ricardo Gelael

Besok, Polisi Beberkan Hasil Gelar Perkara Kasus Pesta Raffi Ahmad di Rumah Ricardo Gelael

Megapolitan
Jual Impas Daging Rp 120.000 Per Kg, Pedagang: Pembeli Enggak Kuat Harga Segitu

Jual Impas Daging Rp 120.000 Per Kg, Pedagang: Pembeli Enggak Kuat Harga Segitu

Megapolitan
Wakil Ketua DPRD DKI Nilai Wajar Anies Minta Pusat Koordinasi Penanganan Covid-19 di Jabodetabek

Wakil Ketua DPRD DKI Nilai Wajar Anies Minta Pusat Koordinasi Penanganan Covid-19 di Jabodetabek

Megapolitan
Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pelecehan Seksual terhadap Istri Isa Bajaj

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pelecehan Seksual terhadap Istri Isa Bajaj

Megapolitan
Selama PPKM, Terminal Bus Kalideres Buka Posko Rapid Test Antigen Gratis

Selama PPKM, Terminal Bus Kalideres Buka Posko Rapid Test Antigen Gratis

Megapolitan
LaporCovid-19: Kenapa Data BOR DKI Masih 80 Persen Sementara Kenyataannya Sudah 100 Persen?

LaporCovid-19: Kenapa Data BOR DKI Masih 80 Persen Sementara Kenyataannya Sudah 100 Persen?

Megapolitan
Pedagang: Jual Daging Sapi Mahal Enggak Laku, Kalau Murah Kami Rugi

Pedagang: Jual Daging Sapi Mahal Enggak Laku, Kalau Murah Kami Rugi

Megapolitan
Alat PCR Rusak, Sampel Swab Pasien Covid-19 di Tangsel Dikirim ke Laboratorium Lain

Alat PCR Rusak, Sampel Swab Pasien Covid-19 di Tangsel Dikirim ke Laboratorium Lain

Megapolitan
Alat PCR Rusak, Labkesda Tangsel Tak Terima Sampel Terkait Covid-19 Mulai Hari Ini

Alat PCR Rusak, Labkesda Tangsel Tak Terima Sampel Terkait Covid-19 Mulai Hari Ini

Megapolitan
Satgas Covid-19 IDI: Menambah RS Covid-19 Tidak Menyelesaikan Masalah

Satgas Covid-19 IDI: Menambah RS Covid-19 Tidak Menyelesaikan Masalah

Megapolitan
Kisah Penyintas Bom Thamrin: Berjuang Setelah Kehilangan Pekerjaan dan Masih Trauma

Kisah Penyintas Bom Thamrin: Berjuang Setelah Kehilangan Pekerjaan dan Masih Trauma

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X